Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Mimpi


__ADS_3

Clarissa saat ini tengah berdiam di kamarnya. Dia berusaha mencari tahu alasan kenapa papanya tidak menyetujui hubungan mereka.


Semakin keras dia berpikir, semakin sulit juga dia menemukan titik temu. Karena tidak ada ingatan buruk sedikitpun tentang Mahen dan Papanya.


Hingga seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Ca, sayang makan dulu yuk" ucap seseorang dari luar sana yang sangat ia yakini adalah Kirana Mamanya.


"Clarissa nggak lapar Ma" ucap Clarissa kemudian kembali tertidur dan membalurkan tubuhnya dengan selimut.


#Flashback On


~Clarissa kecil~


Aku tinggal bersama papa dan Mama. Aku tidak punya saudara. Hanya tinggal bertiga.


jadi saat papa dan Mama pergi, Aku sangat kesepian.


Sekarang umurku menginjak 6 tahun. Sebentar lagi aku akan sekolah.


"Yeay" aku bahagia sekali rasanya.


Namun aku tidak tahu harus berbagi kebahagiaan pada siapa.


"mama?" Dia sedang sibuk mengurus arisan bersama teman-temannya.


"papa?" di sibuk bekerja.


"lalu siapa?" Ucap ku sambil melihat ke arah gerbang besar rumahku.


Aku melihat seseorang disana.


Seorang laki-laki seperti seumuranku. Tidak, dia lebih besar satu tahun dariku.

__ADS_1


Karena penasaran. Aku mendekatinya.


Aku memang sangat pemberani, aku pantang takut pada apapun. Namun aku akan langsung menangis sangat keras ketika seseorang menyakiti orang terdekatku.


"Nona, mau kemana?" Tanya penjaga di rumahku.


"Keluar sebentar pak. Itu ada teman Caca" ucapku kemudian pergi begitu saja tanpa menunggu apa yang diucapkan satpam itu selanjutnya.


"Pak, bukain gerbangnya" pintaku. karena tubuhku yang sangat kecil. Aku tidak mampu menjangkau kunci gerbang tersebut.


"Nona di larang keluar tanpa izin tuan dan nyonya" ucap pak satpam.


Aku yang sudah berumur 6 tahun, mengerti bahwa aku tidak boleh keluar.


Aku tidak memberontak seperti anak seusianya. Aku mengerti dan diam saja. Aku memilih untuk melihatnya dari gerbang rumahku.


"Hallo kak" ucapku pada anak laki-laki di depanku.


Bedanya, gerbangnya berwarna putih sedangkan aku berwarna hitam.


"Aneh" ucapku.


Aku sedikit sedih, karena aku pikir dia ingin menjadi temanku.


Aku kembali ke dalam rumah. Namun belum sampai di tangga, aku mendengar seseorang memanggil.


"Dia kembali lagi" ucapku dengan senyum mengembang.


Aku berlari menghampirinya.


"Ini ada kue dari mama. Kami baru pindahan. Salam kenal. Aku *****" namanya tidak terlalu jelas terdengar, tapi yang aku tangkap, namanya Alex.


"Hallo Alex, Aku Clarissa, panggil saja Caca" ucapku sambil menjabat tangannya.

__ADS_1


"Ini bagaimana?" Tanyanya sambil menjulurkan kue di tangannya.


"Pak pak, tolonglah buka" ucapku.


Bapak penjaga langsung membukakan gerbang untuk Alex.


"Ayo masuk" ucapku kemudian menggandeng tangan Alex.


Entah kenapa, aku merasa sudah sangat dekat dengannya. Aku merasa sangat nyaman bersamanya, sehingga aku bahkan berani menggandeng tangan pria kecil yang baru aku kenal ini.


Alex menarik tangannya kemudian memberikan kue itu padaku.


"Kak Alex nggak masuk dulu?" Tanyaku yang merasa sedikit kecewa.


Alex menggeleng.


"Aku langsung pulang saja" ucap Nya.


"Yahh, ya udah nggak apa-apa. Tapi Kita boleh berteman kan?" kataku sambil menjulurkan tanganku.


Dia terdiam sebentar. Lama menunggu, aku tidak menyerah, aku tetap membiarkan tanganku terulur.


"Oke, kita berteman" ucap Alex kemudian menjabat tanganku.


Aku begitu senang. Akhirnya aku mendapatkan seorang teman.


#Flashback Off


Clarissa tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Alarm hp nya berbunyi. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00.


"Ternyata hanya mimpi" ucap Clarissa.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2