Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Foto


__ADS_3

"Ada guru baru di sekolahku, dan dia sangat menyebalkan" ucap Clarissa dengan wajah yang sangat kesal.


"Guru baru?" Tanya Mahen mencoba memastikan dia salah dengar.


Clarissa mengangguk.


"Laki-laki atau perempuan?" Tanya Mahen lagi.


"Laki-laki kak, dengerin aku dulu ya. Kan belum selesai cerita" ucap Clarissa kemudian.


Mahen pun menurut, dia mendengarkan cerita Clarissa dari A sampai Z.


Hingga setelah mendengar semua cerita Clarissa Mahen langsung terdiam. Dia tidak mengucapkan sepatah katapun.


Clarissa masih menunggu Mahen bersuara.


"Kak" panggil Clarissa.


"Jauhi dia Ca" hanya itu yang keluar dari mulut Mahen.


"Kenapa kak?" Tanya Clarissa lagi.


"Jauhi saja Ca. Ingat kalau bertemu dengan dia jauhi. Kalau ada apa-apa langsung telpon kakak ya" ucap Mahen yang tentu saja berhasil membuat Clarissa semakin penasaran.


Clarissa terdiam seribu bahasa, dia mencoba mencerna ucapan Mahen tadi.


"Apa dia anak Om Andre kak?" Tanya Clarissa kemudian.

__ADS_1


Mahen hanya terdiam. Yang tentu saja membuat Clarissa langsung menduga bahwa yang dia pikirkan benar.


"Intinya jauhi dia ya sayang" ucap Mahen kemudian. Clarissa pun mengangguk tanda setuju.


***


Keesokan harinya seperti biasa Clarissa sarapan dengan papa dan mamanya.


Hari ini adalah hari pembagian raport kenaikan kelas. Clarissa benar-benar tidak sabar untuk segera naik kelas. Lalu lulus.


Lebih tepatnya dia tidak sabar bertemu dengan Mahen.


"Sayang, mama sama papa mau menghadiri pernikahan kolega papa hari ini di luar kota. Jadi kemungkinan papa dan mama akan pulang malam" ucap Kirana.


"Okey pa ma. Nanti Caca main ke rumah Nadin saja" ucap Clarissa kemudian.


"Ingat jangan keluyuran" ucap Syam yang membuat Clarissa langsung menaruh tangannya di kepala seperti saat hormat upacara bendera.


Setelah selesai sarapan. Clarissa langsung berangkat ke sekolah. Dia terlihat begitu antusias melihat nilai raportnya. Walaupun nilainya mungkin kurang memuaskan, yang terpenting dia bisa naik kelas dan lulus secepatnya.


Setelah sampai sekolah, Clarissa langsung berjalan masuk menuju kelasnya.


Hingga secara tidak sengaja dia berpapasan dengan seseorang yang selalu ingin dia jauhi.


"Selamat pagi pak" ucap Clarissa kemudian hendak ingin meninggalkan guru baru tersebut.


"Pagi, tunggu" ucap Pak Indra.

__ADS_1


"Hmm, males banget astaga" batin Clarissa namun dia tetap berhenti karena menghargai gurunya.


"Iya pak" ucap Clarissa sambil tersenyum ramah walaupun terkesan dipaksa.


"Kamu bantu bapak bawakan rapot teman kelasmu" ucap pak Indra.


"Lah kok saya pak, kenapa tidak ketua kelas saja. Biar saya panggilkan" ucap Clarissa kemudian. Dia berusaha keras untuk menjauhi guru tersebut, tapi malah guru itu seperti terus mencoba untuk mendekati Clarissa.


"Bapak mau kamu. Ayo cepat" ucap Indra.


Mau tidak mau Clarissa pun mengikuti perintah guru tersebut. Dia mulai merasa kesal karena berjalan lewat koridor ini.


Indra hanya tersenyum melihat Clarissa yang terlihat begitu kesal sekarang.


"Jangan manyun gitu. Udah jelek malah dibuat jelek" ucap pak Indra.


"Terserah deh pak" ucap Clarissa lagi


Disisi lain, Mahen saat ini tengah mengecek tumpukan dokumen di depannya. Bekerja ternyata begitu sangat melelahkan.


Namun karena kecerdasan dan kerja keras yang dia lakukan untuk belajar selama ini sangat membantu untuk menjalankan salah satu cabang perusahaan papanya.


Namun rasa rindunya pada Clarissa membuat pikirannya sekarang malah melayang ke Indonesia. Hingga seseorang mengetuk dan masuk ke ruangannya.


Ternyata Leonardo yang masuk. Seperti biasa kehadirannya pasti akan membawa sebuah berita penting untuk Mahen.


"Tuan, saya mendapatkan beberapa data mengenai Indra Hirata" ucapnya kemudian memberikan berkas dokumen berisi data Indra Hirata kepada Mahen.

__ADS_1


Mahun pun langsung membuka dokumen tersebut dengan tidak sabaran. Hingga dia langsung terdiam saat melihat sebuah foto yang tidak begitu asing.


-Bersambung-


__ADS_2