
"Ca, sudah lama sekali ya" ucap Mahen sambil melihat jajaran pepohonan di depannya.
Pohon itu terlihat jauh lebih kecil saat berada di atas ketinggian.
"Iya kak, Clarissa kangen banget" ucap Clarissa sambil melihat Mahen. Mahen hanya tersenyum dengan pandangan masih mengarah ke depan.
"Kamu tahu nggak Ca. Jika kamu tidak pergi 1 tahun yang lalu mungkin saat ini kita sudah menjadi pasangan yang sangat bahagia" ucap Mahen sambil mengingat kejadian 1 tahun yang lalu. Dia mempersiapkan segalanya untuk menembak Clarissa, tapi takdir malah memisahkan mereka.
"Iya, tapi sekarang kakak sudah memilih wanita lain dan ingin menikah" ucap Clarissa. Setetes air bening keluar dari celah matanya. Dia langsung menghapusnya.
"Menurut kamu, beruntung nggak wanita yang bisa sama kakak. Kakak yang tidak punya apa-apa ini. Yang rumah saja masih numpang sama papa" ucap Mahen kemudian menatap Clarissa dengan tatapan yang begitu dalam.
"Beruntung lah kak. Menurut aku kakak ini orang yang paling hebat yang pernah aku kenal. Clarissa yakin perempuan itu sangat beruntung" ucap Clarissa yang tidak mampu lagi membendung air matanya. Entah mengapa dia merasa sedih jika mengingat orang disampingnya lebih memilih wanita lain daripada dirinya.
"Kenapa menangis?" Tanya Mahen sambil menghapus air mata yang membasahi pipi Clarissa.
"Nggak ada kak. Clarissa belum siap saja harus melihat kakak sama perempuan lain" ucap Clarissa kemudian memalingkan wajahnya.
Namun Mahen langsung menahannya dan mengarahkan wajah Clarissa untuk melihatnya. Clarissa menatap Mahen dalam, begitupun sebaliknya.
"Kamu cemburu?" tanya Mahen. Clarissa langsung menepis tangan Mahen di wajahnya.
"Tentu saja aku cemburu. Aku sudah menjaga hatiku selama ini kak. Bahkan hampir satu tahun. Saat di Singapura banyak yang mendekati aku, tapi selalu aku tolak" ucap Clarissa namun masih memalingkan wajahnya. Dia sungguh malu mengatakannya. Dia merasa seperti sedang mengakui perasaannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kalau ngomong sama orang itu lihat wajahnya Ca" ucap Mahen sambil menarik wajah Clarissa untuk melihatnya kembali.
"Aku malu kak" ucap Clarissa kemudian menutup wajahnya dengan tangannya.
"Kenapa malu, aku suka kamu cemburu" ucap Mahen sambil tersenyum.
Clarissa tidak berkutik, dia masih tetap menutup wajahnya dengan tangannya.
"Ca, lihat aku" ucap Mahen. Clarissa pun membuka tangannya.
"Wanita yang aku ingin nikahi itu kamu Ca. Dan orang yang sedang kamu cemburui itu kamu sendiri. Dari dulu sampai sekarang, perasaanku tetap sama. Aku hanya mencintai kamu Ca. Seberapa keras pun aku mencoba untuk melupakanmu, aku tidak bisa" ucap Mahen. Dia terdengar sangat tulus entah kenapa Clarissa langsung terdiam lama dan tidak mampu berkata apa-apa.
"Jadi wanita yang kakak maksud itu Clarissa?" ucap Clarissa akhirnya. Mahen mengangguk sambil tersenyum.
"Kakak nggak bercanda kan?" Tanya Clarissa sambil menahan senyumnya.
"Makasi kak, Clarissa seneng banget dengernya, hiks" ucap Clarissa.
Mahen hanya diam saja, karena saat ini dia tengah sibuk menahan debaran jantung nya.
"Ma-maaf kak" ucap Clarissa kemudian melepas pelukannya. Dia begitu bahagia bahkan terlampau bahagia.
Sedari tadi malam, dia overthingking bahkan stalking Instagram sampai jam 2 pagi hanya untuk mencari wanita yang Mahen maksud. Hingga bahkan dia kepikiran untuk menghilang lagi, tapi untungnya dia sudah mulai dewasa dan mencoba menerimanya.
__ADS_1
Tapi ternyata, wanita yang Mahen maksud adalah dirinya sendiri. Dia merasa bersyukur dan sangat bahagia.
"Sebentar, kakak bilang mau membuktikan pada calon mertua. Maksud kak Mahen papa? Jadi kak Mahen u-udah tahu?" Tanya Clarissa.
Mahen terdiam sesaat, kemudian mengangguk.
"Kakak tahu darimana?" Tanya Clarissa.
"Tidak perlu tahu kakak tahu darimana. Yang terpenting sekarang, kakak mau kamu selalu jujur ya Ca. Aku awalnya sedih Ca karena kamu tidak jujur" ucap Mahen.
"Bu-bukan begitu kak. Clarissa hanya nggak mau mengecewakan kakak lagi" ucap Clarissa.
"Dengan seperti ini, kamu sudah mengecewakan aku Ca" ucap Mahen dengan wajah kecewa.
"Maaf kak" ucap Clarissa tertunduk.
"Kakak maafin, kalau kamu janji buat nggak ulangin lagi" ucap Mahen.
Clarissa langsung mengangkat kepalanya dan mengangguk mantap.
"Clarissa janji nggak akan ngilang lagi" ucap Clarissa sambil mengangkat jari kelingkingnya.
"Janji ya" ucap Mahen.
__ADS_1
"Janji" ucap Clarissa dengan senyum yang mengembang.
-Bersambung-