Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Sapu tangan


__ADS_3

"Kak Nathan" ucap Clarissa.


Nathan tersenyum kemudian menarik tangan Clarissa menuju tempat yang jauh dari keramaian. Hal ini tentu saja membuat siswa siswi makin bertanya-tanya mengenai hubungan the king dan Clarissa.


"Kak Nathan mau bawa aku kemana?" Tanya Clarissa dengan tangan yang sudah pasrah ditarik-tarik.


Nathan diam saja, kemudian mereka berhenti pada satu tempat dimana disana sudah ada Alex dan Nadin.


Jadi posisinya mereka berempat disana.


"Ca, coba jelaskan pada kami. Apa maksud dari ini dan ini" ucap Nadin sambil memperlihatkan foto Clarissa di postingan sebuah akun yang Clarissa yakini sebagai akun Bryan dan foto Clarissa saat sarapan tadi bersama Mahen yang terlihat begitu mesra. Karena mereka pada posisi saling tatap-tatapan dan tersenyum.


"Kapan ini diambil?"Tanya Clarissa pada kedua foto tersebut.


"Bukan itu permasalahan nya Ca. Kamu milih siapa sekarang? jangan sampai kamu merusak hubungan persahabatan mereka" ucap Nadin dengan tegasnya.


"Memilih? memilih siapa? aku tidak pilih siapa-siapa, dan aku tidak merasa merusak hubungan siapapun, kalau kak Bryan dia anaknya sahabat papa. kalau kak Mahen dia tetangga kompleks makanya aku ke sekolah bareng. Dan juga, tadi kak Mahen tiba-tiba jemput aku pagi-pagi ya jadi aku berangkat sama kak Mahen. Lalu masalahnya dimana?" Tanya Clarissa.


Ketiganya saling menatap, Alex dan Nathan menggeleng sedangkan Nadin menepuk jidatnya sendiri.


"Kau ini terlalu polos atau bagaimana sih? Apa kau tidak sadar jika kak Mahen dan Bryan suka sama kamu ca?" ucap Nadin.


Clarissa langsung menggeleng. Menurutnya sangat tidak mungkin itu terjadi.

__ADS_1


"Tidak mungkin. Tidak tidak. aku yakin tidak mungkin" ucap Clarissa.


"Kak Alex dan kak Nathan buktinya ca" ucap Nadin.


"Ting" Bunyi bel masuk berbunyi.


"Hmm, kita bahas nanti lagi. Sekarang masuk kelas dulu" ucap Nathan karena tidak mau adiknya di marahi guru nantinya.


"Tapi kak, ini belum selesai" protes Nadin.


"Nanti saja. Masuk nggak?" tegas Nathan yang membuat Nadin langsung mengangguk dan menarik tangan Clarissa.


"Kita lanjutkan di dalam kelas saja" ucap Nadin.


Saat memasuki kelas. Clarissa melihat teman-temannya menatapnya dengan sangat aneh. Mereka terlihat berbisik-bisik sambil melihat ke arah Clarissa.


Entah Cap apa yang diberikan teman-temannya padanya. Sekolah yang nyaman hilanglah sudah.


"Jangan dengerin mereka ca. Ada aku disini. Angkat kepalamu. Ingat kau tidak salah" ucap Nadin yang membuat mata Clarissa langsung berkaca-kaca.


"Makasi ya" ucap Clarissa pada Nadin.


"Iya, ingat kau hutang cerita padaku" ucap Nadin yang langsung dibalas anggukan oleh Clarissa.

__ADS_1


Suara riuh di luar kembali menarik perhatian mereka.


"Apa lagi ini" batin Clarissa. Dia memilih acuh tak acuh. Hingga seseorang berdiri tepat disampingnya membuatnya tersadar bahwa perhatian lagi-lagi terarah padanya.


"Apalagi ini" ucap Clarissa kemudian mendongak siapa yang berdiri disana.


"Kak Bryan" ucap Clarissa. Bryan langsung berjongkok dan memberikan sebuah kresek putih pada Clarissa.


"apa ini kak?" tanya Clarissa.


"Makan lah, kata Tante kamu tadi tidak sarapan saat berangkat" ucap Bryan. Clarissa menatap plastik putih beberapa lama. Kemudian melihat Bryan yang terlihat berkeringat.


"Makasi kak. Maaf merepotkan ya. Oya ini lap keringat kakak. Maaf ya tadi tidak bisa berangkat bareng kakak" ucap Clarissa yang membuat jantung Bryan langsung berbunga-bunga.


Perhatian kecil yang menurutnya seperti sebuah lampu hijau untuknya.


"Makasi Ca" ucap Bryan kemudian mengambil sapu tangan di tangan Clarissa.


"hemmm" Bu guru tiba-tiba datang. Yang membuat beberapa kerumunan siswa siswi langsung berlari ketempat ya masing-masing.


"Aku balik dulu ya Ca" ucap Bryan kemudian berlalu pergi.


Bu Guru langsung saja masuk dan memulai pelajaran.

__ADS_1


"Jadi bagaimana? siapa yang kamu pilih?" bisik Nadin yang langsung dibalas dengan tatapan mematikan oleh Clarissa.


-Bersambung-


__ADS_2