
"Ada apa dengan satu tahun lalu Nad?" Tanya Clarissa.
"Tidak ada, lupakan saja. Biar nanti orangnya yang cerita sendiri" ucap Nadin.
"Apa sih, kamu ini buat orang penasaran saja" ucap Clarissa.
"Sudahlah, lupakan saja" ucap Nadin sambil terkekeh karena berhasil membuat temannya penasaran.
"Terserah kau saja" ucap Clarissa yang tidak mau mengambil pusing masalah itu.
Dia masih kepikiran dengan masalahnya dengan papanya yang benar-benar tidak ada habisnya. Hingga dia teringat Mamanya. Mamanya pasti sedang sangat sedih sekarang. Dia merasa bersalah, tapi dia tidak bisa melakukan apapun.
"Ma, Maafin Clarissa" batin Clarissa.
"Ca, telpon Mama Kirana gihh. Aku tahu kamu pasti kepikiran dia kan. Setidaknya izin kamu tidur disini. Jangan jadi anak durhaka, nanti kualat loh" ucap Nadin.
"Nggak dulu deh Nad. Aku belum siap. Aku yakin mama pasti sudah tahu dengan perjodohan ini. Dan dia tega melakukan ini padaku" ucap Clarissa.
"Terserah kamu saja. Ya udah istirahat lah. Besok kita akan pergi membeli persiapan untuk kemah" ucap Nadin.
"Boleh nggak ikut Nad? Mood ku benar-benar hilang sekarang" ucap Clarissa dengan mata sembabnya yang mulai mengering.
"Terserah kamu saja, kalau misalnya nanti kak Mahen diambil sama cewek jadi-jadian itu ya aku tidak tanggung. Apalagi besok kata kak Nathan kak Sindi juga ikut. Double dah tu" ucap Nadin.
"Gitu ya. Ya udah, aku ikut" ucap Clarissa.
__ADS_1
Rasanya kepalanya benar-benar mau pecah sekarang. Memikirkan masalah ini membuatnya benar-benar pusing.
"Nad, aku tidur ya. Aku mau mengistirahatkan kepalaku dulu" ucap Clarissa.
Nadin mengangguk.
"Tentu saja, istirahat lah. Aku tinggal bentar ya" ucap Nadin. Clarissa hanya mengangguk dengan mata yang sudah terpejam.
Tepat pukul 20.00 malam.
"Drrrtttt" Hp Clarissa berbunyi.
Clarissa yang tidak bisa mendengar suara bising sedikit akan terbangun pun langsung terbangun.
"Hallo" ucap Clarissa.
"Hmmm" ucap Clarissa yang masih setengah sadar.
"Bangun dulu yuk. Aku bawain nasi goreng kesukaan kamu. Kata Nadin kamu belum makan sejak aku antar tadi" ucap Kak Mahen.
"Hmmm" hanya itu yang Clarissa ucapkan. Karena saat ini dia masih setengah sadar.
Setelah itu, panggilan pun langsung terputus. Clarissa pun langsung tidur kembali.
Namun belum beberapa menit tertidur. Ada suara ketukan pintu yang membuatnya terbangun lagi.
__ADS_1
"Naddd" ucap Clarissa namun tidak kunjung ada sautan.
Pintu terus diketok yang membuat Clarissa mau tidak mau harus bangun. Dia tidak menemukan Nadin sama sekali di kamar itu.
Dia pun memilih untuk bangun dan melihat siapa yang mengetuk pintu.
"Iya" ucap Clarissa dengan mata yang masih tertutup.
Matanya terasa susah sekali untuk terbuka, karena dia sudah nangis seharian dan langsung tidur. Dia sangat yakin matanya pasti bengkak sekarang.
"Ca" ucap seseorang. Clarissa sangat familiar dengan suara itu hingga dia memilih memaksakan matanya untuk terbuka.
"Astaga kak Mahen" ucap Clarissa yang langsung menutup pintu dengan cepat.
Seketika kantuknya langsung hilang. Dia langsung berlari ke meja rias untuk melihat dirinya sendiri.
"Astaga" ucapnya saat melihat pantulan rambutnya yang acak-acakan dan mata bengkak saat ini.
"Ting" sebuah pesan masuk di Hpnya. Dia langsung berlari untuk mengambil Hpnya.
"Makanannya aku simpan di depan kamar ya. Nadin tadi keluar ke supermarket sebentar. Aku di kamar sebelah bersama yang lainnya. Kamu jangan lupa makan" sebuah pesan tertulis disana.
Entahlah saat ini Clarissa bingung harus bersikap apa. Disatu sisi dia sangat bahagia, namun di sisi yang lain dia juga menyesal karena keluar tadi.
"Kau tetap cantik kok saat bangun tidur" sebuah pesan singkat lagi masuk di Hpnya.
__ADS_1
"astaga" ucap nya kemudian memegang jantungnya yang tiba-tiba berdebar tidak karuan.
-Bersambung-