Pesona 4 Tuan Muda Tampan

Pesona 4 Tuan Muda Tampan
Rencana Makan Malam Keluarga


__ADS_3

"Ishh PD banget" ucap Clarissa.


Mahen hanya diam, tanpa berniat membalas ucapan Clarissa. Dia kembali fokus kepada anak-anak disana.


Clarissa pun memilih untuk berdiam diri dipojokan sambil bermain hp, dia merasa tidak berguna disana. karena anak-anak pun mulai fokus pada Mahen.


"Sudah ya anak-anak, sekarang waktunya kita berdoa bersama" ucap Mahen yang pertanda kegiatan belajar mengajar juga sudah berakhir.


Saking fokusnya dengan Hp sendiri, Clarissa sampai tidak sadar jika mahen saat ini sudah berdiri di depannya.


"Hmmm" ucap Mahen.


Clarissa tidak berkutik sama sekali. Dia masih fokus dengan hpnya.


"Kenapa kau menyebalkan sekali" ucap Clarissa sambil menepis tangan mahen yang saat ini menutup layar di hpnya.


Ternyata sedari tadi dia sedang fokus menghafal tabel periodik unsur kimia.


Clarissa tetap melihat ke hpnya sambil bibir nya terus berdumel kesal. Karena mahen terus mengganggunya. Hingga dia diambang kesal, Dia menatap Mahen sinis.


"Apa?" ucap Mahen saat melihat tatapan Clarissa yang begitu mematikan.


"Kau pengganggu saja" ucap Clarissa dengan wajah yang sangat kesal.

__ADS_1


Berbada dengan mahen yang terlihat begitu biasa saja. Bahkan dia malah memilih berlenggang jauh meninggalkan Clarissa sendiri.


Anak-anak sudah pulang duluan. Mahen sengaja menyuruh anak-anak untuk tidak berpamitan pada Clarissa. Hingga tersisa mereka berdua disana.


Clarissa yang melihat ruangan itu sudah sepi terlihat mengernyit alisnya bingung. Dia pun mengambil tasnya kemudian mengikut Mahen.


"Hey tunggu, anak-anak kemana?" teriak Clarissa yang pastinya sudah seperti toa hingga membuat Mahen berhenti.


"Mereka sudah pulang" ucap Mahen singkat kemudian berjalan masuk menuju mobilnya.


"Ishh, kenapa kau tidak bilang" ucap Clarissa. Namun Mahen tidak menggubris. Dia malah melajukan mobilnya menjauh.


"Dasar manusia batu kurang ajar" teriak Clarissa yang pastinya sampai ke teling mahen.


Sebuah senyum tercetak di bibirnya.


Dia baru saja melapor ke tuannya tentang keberadaan Clarissa saat ini.


Clarissa mengayuh sepedanya dengan sampai melewati trotoar. Beberapa orang terlihat memperhatikan nya.


Bukan karena dia aneh, tapi karena kecantikan nya yang begitu menawan.


Setelah beberapa lama, akhirnya dia sampai di komplek perumahan nya. Tidak lupa dia menyapa satpam yang berjaga disana.

__ADS_1


"Non Caca sudah pulang sekolah? mampir dulu non, minum kopi" ucap satpam yang diketahui bernama Ucup.


"Iya ini pak. Lanjut-lanjut, Caca permisi langsung ke rumah saja ya pak. Takut mama nyariin" ucap Clarissa.


"Oke non. Hati-hati ya" ucap Ucup dan kedua temannya serentak. Mereka hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Nona Caca baik banget ya. Cuma dia deh setahu aku yang sering nyapa kita. Yang lainnya mah boro-boro nyapa. Lihat aja kagak" ucap Ucup yang langsung di iyakan oleh teman-temannya.


Sesampainya dirumah, Clarissa langsung disambut oleh Kirana. Mamanya sedang sibuk membuat kue di dapur.


Clarissa iseng masuk dan langsung mencicipi kue buatan mamanya yang masih panas.


"Enak banget ma, kok tumben, ada acara apa nih?" tanya Clarissa dengan mulut yang masih mengunyah.


"Nanti malam kita ada acara keluarga. Sahabat papa akan kesini nanti malam. Kamu jangan lupa pakai baju yang cantik ya" ucap Mama.


"Lah kok tiba-tiba. Caca lagi ada banyak PR ma. Dan semuanya dikumpulkan besok. Apa tidak bisa ditunda" ucap Clarissa sambil memanyunkan bibirnya.


"Kamu kan pintar sayang. Duduk sebentar pasti jadi. Kasian papamu, ini perdana dia bertemu sahabatnya lagi setelah sekian lama" ucap Mama.


"Hmmm, emang harus apa Caca ikut? kan bisa papa sama Mama saja" ucap Clarissa.


"Ya tidak enak lah sayang. Ya kali mama punya anak secantik ini tapi tidak dikenalkan sama sekali. Mama juga mau dong banggain kamu di depan merek" ucap Mama Kirana.

__ADS_1


"Hmm, males banget deh. Tapi ya udah deh. Liat nanti malam saja" ucap Clarissa kemudian pergi meninggalkan mamanya dengan wajah kesal.


-Bersambung-


__ADS_2