Pesona Twins S

Pesona Twins S
Aneh


__ADS_3

"Nah gitu dong, bangun pagi-pagi, sarapan bareng!" sergah Nada, ketika Satria baru saja mendaratkan bokongnya di kursi meja makan, yang dimana sudah ada sang Ayah, Cantika serta Satria yang sudah sama-sama sedang memakan sarapannya lebih dahulu.


"Lagian kamu tuh kalau pagi kenapa sih Sat, susah banget di bangunin nya."


"Lagi mimpi bun nanggung, sayang kan kalau di skip." sahut Satria Santai, seraya mulai menikmati sarapannya dengan lahap.


"Ck, emang bisa ya mimpi model begitu, kalau udah denger suara orang, bangun ya bangun aja, masa mimpi nya masih berlanjut, abang emang paling aneh!" gerutu Cantika.


"Emang dia aneh dek, kamu baru tahu?" kini giliran Satya yang bersuara.


"Iya! sama kaya abang aneh, masa jemur ce lana dalam di kamar mandi_"


"Ihs abang, kok Tika di cubit sih?" protes Cantika, mendelik menatap sang abang dengan tatapan kesal.


"Kamu tuh dek, mulutnya emang bener-bener kaya saringan dawet ya, bocor!" bisik Satya dengan wajah memerah, seraya melirik ayah dan bundanya yang sedang terkekeh geli.


"Ck, si Satya emang gila nggak ada obat dek, masih mending jemur cela na dalam di kamar mandi, lah kemarin pas abang ajakin ke mall dia malah milih-milih cela na dalam cewek yang motif bunga-bunga, mana warnanya pink lagi."


Pletak!


Sebuah sendok yang di penuhi selai coklat terbang, dan mendarat tepat sasaran.


"Ajig! kapan gue milih-milih ****** ***** an cewek, fitnes besar ini, dosa lo udah nistain gue." gerutu Satya tak terima dengan tuduhan yang dilayangkan oleh saudara kembarnya tersebut.

__ADS_1


"Anjirr, jidat gue selai coklat melulu, ini sih gawat! bisa-bisa cewek-cewek di sekolah tambah diabetes lihat gue, udah manis ditambah yang manis-manis." sahut Satria narsis, yang sama sekali nggak nyambung.


"Udah-udah, kalian cepet habisin makanannya, entar sekolahnya pada telat lho! dan kamu Satya, kenapa coba musti jemur celana dikamar mandi, memangnya kalau di luar aja kenapa sih, takut di curi anak perawan?"


"Takut di curi nenek-nenek kali yah." sahut Satria lirih.


"Diam! dan untuk Cantika kenapa coba masuk ke kamar mandi abang, lain kali nggak boleh gitu lagi ya,!" ujar Ando menghentikan celotehan ketiga anak nya.


"Iya yah, maaf! Tika salah." balas Cantika menunduk takut.


Sementara Satria tertawa tanpa suara.


"Nggak usah ketawa kamu." lanjut Ando menoleh kearah Satria yang seketika menghentikan tawanya.


"Kamu itu justru yang lebih parah, kamu pikir ayah nggak tahu, kalau dua hari yang lalu kamu joged-joged depan cermin pakai kaos singlet sama rok pendek bunda yang disimpen dikamar belakang."


Deg!


Sementara wajah sang bunda langsung berubah terlihat menyeramkan dimatanya.


"Oh jadi kamu pelakunya!"


Deg!

__ADS_1


"Bun?"


"Kamu tahu nggak sih Sat, gara-gara kelakuan kamu ini bunda jadi suudzon sama penghuni kamar belakang." ujar Nada yang sontak membuat suami Dan ketiga anak nya itu menatap kearahnya bingung.


"Bun, emang kamar belakang ada penghuninya?" tanya Cantika memberanikan diri, meski ia harus memegangi pundaknya sendiri, yang mendadak merinding.


"Iya, tikus!"


"Hahhh?"


*


*


Seperti biasa, Tiara akan berdiri didepan gerbang sekolah, untuk apa lagi jika bukan untuk menunggu mantan kekasih yang selalu dianggapnya masih kekasih nya itu.


Masih ada harapan besar bagi diri nya untuk mendapatkan hati Satria kembali, dan mencintainya seperti dulu, sebelum ia benar-benar mengkhianati kepercayaan laki-laki itu, tepat nya satu bulan yang lalu.


Bukannya ia tak malu dengan keadaan yang seolah selalu memojokan serta mengolok-oloknya, namun bagi Tiara ia tak mau peduli Dan memilih mengesampingkan hal tersebut.


"Sat, tunggu gue mau ngomong." Tiara mengikuti langkah Satria yang baru saja turun dari motor gedenya.


Terdengar Satria mendesis serta berdecak kesal, memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana, dan mengepalkannya disana tanpa satu orangpun yang melihatnya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2