Pesona Twins S

Pesona Twins S
Rumah Stela 2


__ADS_3

"Jadi kita mau diem-dieman doang kaya gini?" Satria memutuskan untuk kembali membuka percakapan, memecah keheningan diantara mereka.


"Sebenernya maksud lo dateng kesini mau ngapain sih?"


"Mau ketemu lo!"


"Ck,!"


"Ste, lo udah punya pacar?"


"Gue nggak wajib jawab kan?"


"Kenapa?"


"Yang pertama kita nggak saling kenal, yang kedua gue rasa emang nggak penting jawab pertanyaan dari lo."


"Ok, anggap aja ucapan lo barusan sebagai jawaban dari pertanyaan lo sendiri."


"Maksudnya?"


"Lo kan tadi nanya, gue ngapain dateng kesini."


"Terus apa hubungannya."


"Anggap aja gue kesini karena pengen kenal Dan lebih deket sama lo."


"Tapi gue nggak mau." jawab Stela ketus, seraya membalikan tubuhnya hendak melangkah memasuki gerbang rumahnya.


"Gue suka sama lo!" ujar Satria, yang seketika membuat langkah Stela terhenti, dan kembali membalikan tubuhnya menghadap kearah Satria.


"Lo bilang apa?"


"Gue suka sama lo."


Stela tergelak, "Gampang banget ya buat cowok ngomong kaya gitu, berarti yang mereka katakan tentang elo mungkin emang bener kali ya!"


"Maksud lo."

__ADS_1


"Elo itu playboy, yang suka bergonta-ganti cewek kan?."


Terlihat Satria yang menunduk, kemudian menghela nafasnya, dan kini ia merasa semakin penasaran dan tertantang untuk meluluhkan gadis yang ada dihadapannya.


Ia akui, Stela sangat berbeda dari banyaknya gadis yang ia temui selama ini.


"Bener! yang mereka bilang tentang gue itu seratus persen bener, tapi Ste semua orang berhak berubah kan, dan gue salah satunya, gue mau berubah."


"Gue tahu, mungkin buat lo ini terburu-buru, jujur bagi gue juga sama, tapi sumpah gue nggak bisa tenang kalau gue belum ungkapin." lanjut Satria yang membuat Stela terdiam.


"Ste," Satya mencoba untuk meraih tangan Stela, namun ditepisnya.


"Sorry, gue butuh waktu." ucapnya, dan pergi begitu saja, meninggalkan Satria yang lagi-lagi hanya bisa menghela nafas beratnya.


*


*


"Kong, kopi item nya dua gelas." ujar Satria pada kong Na'im pemilik warung kopi yang terletak dipertigaan tidak jauh dari rumahnya.


Satria memang cukup nakal dalam berbagai hal, namun ia tidak termasuk anak remaja yang hobi mengkonsumsi minuman keras seperti kebanyakan remaja pada umumnya.


Ketika ia sedang di rundung masalah, baik masalah disekolah ataupun tentang kisah percintaannya, maka ia akan memilih nongkrong di warung kong Na'im dengan ditemani dua gelas kopi hitam favoritnya.


"Nih kopinye." kong Na'im meletakan dua gelas kopi hitam pesanannya.


"Kenape lu tong mukenye kusut begono, putus cinte! cielah, perempuan didunia ni masih banyak kali tong-tong, kagak usah dipikirin." cerocos kong Na'im.


Terlihat Satria mendesah, "Bukan putus kong."


"Lah terus kenape?"


"Takut ditolak." jawab nya lirih, yang masih terdengar jelas di telinga kong Na'im dan sontak membuatnya terkekeh.


"Payah lu tong, belum ape-ape udah takut aje, burung aje digedein."


"Eh?"

__ADS_1


"Canda gue, diminum kopi nya keburu di seruput demit duluan kagak kebagian lu." menepuk pelan pundak Satria, lalu mulai merapikan beberapa barang dagangannya.


"Jangan lama-lama lu ngelamun nye, jam sebelas gue mau tutup, mau nengokin bininya si Nasrul."


"Elah kong baru juga dateng, emang mpok Jainab kenapa kong?"


"Abis ngeluarin orok, eh malah sakit katanye."


"Nggak siang aja nengoknya kong."


"Males gue kalau siang."


"Males, apa takut ketemu ma Odah."


"Elu tahu aje."


"Ck, udah aki-aki masih aja malu ketemu mantan."


"Eh sembarangan lu kate, gini-gini gue masih bugar."


"Iya deh iya."


*


*


Setelah menghabiskan dua gelas kopinya serta membantu kong Na'im menutup warung nya terlebih dulu, Satria pun memutuskan untuk segera pulang, dan berharap keadaan rumah aman.


"Bagus! jam segini baru pulang, ngeluyur terus! padahal tadi siang mohon-mohon supaya diizinin kerja." sentak Nada saat melihat putra keduanya itu berjalan dengan mengendap-endap layaknya seorang pencuri.


"Eh bunda, bunda belum tidur bun?"


"Belum, kenapa memangnya?" sentak Nada yang terdengar semakin garang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2