Pesona Twins S

Pesona Twins S
Gadis pujaan


__ADS_3

Di tempat lain, seorang laki-laki muda yang tak lain adalah Satya, bertengger manis diatas motor gedenya memperhatikan seseorang gadis dari kejauhan, yang tengah beraktifitas membersihkan halaman kostannya.


Hampir setiap hari ia mendatangi tempat tersebut, namun tidak berani untuk datang langsung menemuinya, kecuali jika menjemput atau mengantarkan sang adik Cantika untuk les.


Ya, dia adalah Mutia, gadis manis, yang berasal dari Bandung, yang bercita-cita melanjutkan sekolah di Jakarta, tanpa ditemani orang tua ataupun saudara.


Cantika mendapat rekomendasi les tersebut dari teman disekolahnya yang bernama Elena, karena rumah nya memang bersebelahan dengan kostan yang ditempati Mutia.


Minim nya pengalaman tentang pacaran, dan cara mendekati seorang perempuan membuat Satya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan.


Melihat senyumnya dari jauh saja, sudah lebih dari cukup untuk Satya, dan ia berjanji Akan mengungkapkannya suatu hari nanti.


Setelah puas memandangi gadis pujaannya selama hampir satu jam, Satya pun memutuskan untuk mampir kerumah Sam sahabat nya, yang letaknya tidak jauh dari sekitaran sana.


Namun baru dua menit ia melajukan motor nya kedua alis Satya menyatu, ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengan kuda besi kesayangannya itu.


Gegas ia menepikan kembali motor nya kepinggir jalan.


"Bocor!"


"Anjir lo kagak ngertiin sikon gue banget sih bro, dimana coba sekitaran sini ada bengkel Arrggh.. sial!" umpatnya seraya menendang motornya.


"Kenapa motornya kak?"


Deg!


Tubuh Satya membeku seketika, saat suara lembut nan khas itu menyapa indra pendengarannya, meskipun jarang bertemu namun, ia tahu persis siapa pemilik suara itu.


Mutia!


"Saya tahu kok bengkel di sekitaran sini, mau saya antar! sekalian saya juga lagi mau servis." lanjut gadis tersebut, saat Satya hanya diam tak bergerak dan tidak menoleh kearah nya sama sekali.


Malu!


Hanya satu kata yang ada didalam pikiran Satya saat ini, jika saja di sekitaran sana ada empang atau kobangan air mungkin dia akan memilih menenggelamkan tubuh nya di sana, karena saking malunya.

__ADS_1


"Kak, gimana? mau saya antar kebengkel ayo! saya temani pelan-pelan." tambah gadis itu seraya melajukan kembali motor matic yang saat ini ditumpanginya.


"I-iya." jawabnya terbata.


Karena tak mau menambah kondisi motornya semakin memburuk, Satya pun mendorong motornya tersebut hingga sampai di bengkel, beruntung letak bengkel nya ternyata sangat dekat, hanya berbelok sedikit memasuki sebuah gang.


"Neng Muti, kenapa motornya neng, ngambek lagi?" sapa pekerja bengkel yang sering dipanggil dengan sebutan mang Kojek itu, kebetulan sore ini keadaan bengkel sepi, dan seperti nya mereka sedang beristirahat.


"Iya ni mang, motornya ngeselin, kayaknya pengen ketemu mamang mulu deh." keluh Mutia, yang membuat mang kojek serta tiga pekerja bengkel lainnya ikut terkekeh.


"Bukan motornya kali yang mau ketemu mamang, tapi si enengnya ini mah."


"Si mamang bisa aja." Mutia ikut terkekeh.


"Oh iya kak Satya ban motornya bocor kan, coba minta benerin ke mang Ilyas ya!" ujarnya pada Satya yang terlihat salah tingkah.


"I-iya, makasih ya!"


"Sama-sama kak." balasnya seraya tersenyum manis, yang sontak membuat Satya memalingkan wajah nya.


Nggak kuat!


Sambil menunggu motornya di perbaiki, Satya pun memilih duduk disebuah kursi panjang yang terbuat dari kayu, tepatnya dibawah pohon beringin yang cukup besar, didepan bengkel tersebut.


Tidak Satya sangka, Mutia menyusul bergabung di kursi yang sama, gadis itu terlihat ceria dan Satya yakini mudah akrab dengan siapa pun.


"Gimana kabarnya Cantika kak sehat?" tanya nya, karena minggu kemarin Cantika tidak mengikuti les karena keadaannya memang kurang sehat.


"B-baik kok, udah bawel lagi sekarang."


"Syukur kalau begitu, saya kangen sama dia, anaknya pintar, cepat tanggap, lucu, baik lagi." ungkap Mutia.


"Oh iya kak, kak Satya tahun ini lulus SMA ya, udah kepikiran belum, mau kuliah dimana kak?"


"KUA."

__ADS_1


"Hah?" Jawaban Satya tentu membuat Mutia kebingungan, hingga mengerutkan kening.


"Eh itu, m-maksudnya_" Satya yang menyadari ada yang salah dengan ucapannya pun seketika gelagapan dan salah tingkah.


"M-maksudnya belum tahu, iya belum tahu."


"Oh begitu?" Mutia hanya ber oh saja meski ia sendiri masih kebingungan dengan sikap Satya yang menurut nya sangat aneh sejak tadi.


"Neng, udah beres nih motornya!"


"Iya mang."


"Kak saya kedalem dulu ya." pamitnya yang diangguki Satya.


Setelah kepergian Mutia, Satya menjambak rambutnya, kemudian menyentak nafas nya kasar, "Duh bodoh banget sih lo Satya."


"Pacar nya ya neng? cakep, cocok deh sama si nengnya, meski mamang patah hati, tapi rela kok.'' ujar mang Kojek, saat Satya ikut menghampiri untuk melihat motornya yang juga sudah selesai di perbaiki.


"Bukan kok mang, ini kakaknya Cantika yang waktu itu pernah ketemu mamang di mini market."


"Oh yang waktu itu beli es cream segede gaban itu ya."


Mutia terkekeh, "Iya mang."


"Tapi kalau kalian pacaran juga mamang dukung kok, cocok!" lanjut mang Kojek yang seketika membuat Satya kembali salah tingkah.


*


Apa kabarnya readers tercinta🥰


Semoga selalu dalam keadaan sehat ya! Aamiin..☺☺


Gimana nih yang menjalankan ibadah puasa, masih lancarkah? semoga masih tetap semangat ya! 😊😊😊


Bantu Author untuk tetap semangat juga ya, dengan cara like, komen, dan dukungannya Terimakasih😘😘😘

__ADS_1


.


.


__ADS_2