
"Akhirnya lo dateng juga, gue kira lo lupa anjir!" Haikal yang sedang menikmati secangkir kopi hitam bersama Andre dan Adam yang sudah memakai seragam baju olah raga yang biasa mereka gunakan saat latihan basket, beranjak mendekati Satria yang baru saja turun dari motornya.
"Kagak mungkin lah gue lupa, buktinya gue dateng!"
"Ya kali aja lo lupa."
"Emang sih gue hampir lupa." jawabnya yang disertai kekehan kecil.
"Wihhh, Stela ikut juga?" tanyanya mengalihkan tatapannya pada Stela yang kini berdiri di belakang Satria.
"Iya sorry, gue bawa cewek gue kesini, nanggung lagi jalan tadi, kalau gue anter dulu takutnya malah telat."
"Yaudah kagak apa-apa, buruan ganti baju gih!" Haikal menepuk pundak Satria mendorongnya ke ruang ganti.
"Titip cewek gue bentar, awas! jangan lo gangguin, kalau hidung runcing lo masih mau utuh." ancam Satria.
"Yoi siap,"
__ADS_1
"Yang aku ganti baju dulu." melirik Stela yang menganggukan kepalanya.
"Sini cantik duduk nih, disamping abang." ujar Andre yang sejak tadi hanya diam, menepuk kursi disebelahnya.
"Eith, jangan mau! gue kasih tahu dia itu orangnya jorok Ste, jarang cebok!" celetuk Haikal yang sontak mendapatkan lemparan bungkus rokok dari Andre.
"Kurang asem lo ya, ngomongin gue yang iya-iya, bercanda Ste, si Haikal ini emang suka kek gitu, otaknya miring dikit, biasa! keseringan makan sardines sama kalengnya sih dia!"
"Ajig, lo kira gue apaan, makan sardines sama kalengnya," gerutu Haikal tak terima, kembali melemparkan bungkus rokok kearah Andre.
"Emang iya kan Kal, ngaku aja deh lo! emak lo sering cerita soalnya sama gue." timpal Adam ikut mengompori, yang disambut gelak tawa oleh Andre.
"Yoi bro!" keduanya tergelak bersama, sementara Stela hanya mengulum senyum seraya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah absurd dari ketiga laki-laki yang merupakan sahabat pacarnya itu.
"Elahhh, cepet banget lo ganti baju! belum juga gue modusin cewek elo, elo udah dateng aja." Andre memasang raut kecewa, saat Satria kembali bergabung.
"Firasatnya kuat kali bro, secara dia sekarang kan udah bucin banget sama cewek! khawatir dong kalau sampai ceweknya ada yang godain." Haikal yang menyahut.
__ADS_1
"Bener tuh, bucin banget sekarang dia."
"Serah deh, jadi gimana mau nongkrong disini terus apa mau masuk kedalem." ujar Satria, karena posisi mereka berlima saat ini masih berada diluar gedung, tepatnya didepan warung penjual berbagai macam menu minuman, salah satunya seperti kopi.
"Yok cabut yok, bulan lalu kita pernah kalah, pokoknya kali ini jangan sampe kalah lagi, mau taro dimana coba muka gue, kagak mungkin kan di titipin di bang Edo kang bikin kue ulang tahun didepan rumah gue." ucap Haikal yang berjalan terlebih dulu, sambil meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.
"Ide bagus tuh Kal, buat inspirasi bang Edo bikin kue model baru dengan karakter muka elo, kan cucok tuh." celetuk Adam.
"Mana ada cucok, cucok apanya? yang ada toko bang Edo langsung gulung tikar karena pelanggannya malah pada kabur takut lihat kue karakter muka lo, secara muka lo ini udah mirip kek cor-coran yang belum rata iya nggak sih?" timpal Andre yang langsung mendapatkan toyoran dari Haikal.
"Lo sahabat gue paling durjana emang ya! emangnya kagak bisa lo sedikit aja berbohong biar gue seneng gitu, dengan ngatain gue ganteng misalnya."
"Sorry Kal, gue ini tipe orang yang suka jujur, jadi nggak mungkin kan kalau gue tiba-tiba harus bohong, nggak banget."
"Sialan, sok bijak lo! ngeselin."
*
__ADS_1
*