
"Ste,?" sebuah suara yang sudah tidak lagi asing di indra pendengarannya membuat Stela menoleh kearah suara.
"Lo, lo ngapain kerumah gue?"
"Sengaja."
"Mau ngapain?"
"Mau ketemu pacarlah." jawabnya santai seraya melipat kedua tangan didepan dada sembari menatapnya lekat.
"S-siapa yang pacar siapa?" tanya Stela sedikit salah tingkah.
"Auristela Ayudia Putri."
"Kata siapa kita pacaran."
"Mungkin sekarang belum, tapi sebentar lagi."
"Cowok aneh."
"Jalan yuk!" ucapnya tak mempedulikan Stela yang terlihat malas dengan kehadirannya.
"Mumpung sore, besok kan kita sama-sama sibuk." lanjut Satria berusaha membujuk.
"Tapi_"
"Please Ste, lo nggak kasihan sama gue yang udah jauh-jauh datang kesini."
"Siapa suruh, gue kan nggak minta buat lo dateng kesini."
"Jadi_"
"Ok, kita jalan!" sentak Stela saat melihat raut wajah Satria yang terlihat menunduk penuh kecewa.
"Beneran mau?"
"Hmmm." jawab Stela malas, berbeda dengan Satria yang terlihat ceria dan senyum-senyum sendiri.
*
*
"Ini tempat apa?" tanya Stela, saat Satria membawanya kesebuah bangunan tua yang terlihat jadul namun masih terawat, dan ia yakini bukanlah sebuah rumah.
"Ini studio musik milik bokap gue."
"S-studio?"
"Iya, dulu waktu bokap gue masih muda dia cukup terkenal dengan nama band theArchturus nya"
"Lo seriusan?"
"Gue selalu serius kali sayang."
Deg!
__ADS_1
Wajah Stela mendadak terasa panas saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Satria.
Sementara laki-laki tampan itu terlihat santai, mendorong pintu Studio setelah berhasil membuka kuncinya.
"Ayo masuk!"
"I-iya."
"Terasa legend banget nggak sih disini?" ujar Stela setelah melihat-lihat seluruh isi studio tersebut.
"Dari kecil gue suka banget musik." lanjut Stela yang membuat Satria seketika menoleh kearah nya.
"Oh iya."
"Hmmmm."
"Boleh nggak kalau gue pinjam gitarnya sebentar.?"
"Boleh, ambil aja!"
"Serius?"
"Iya dong."
Stela pun mengambil salah satu gitar yang bertuliskan nama Ando dibelakangnya, dan mulai memetik gitar tersebut, dengan penuh penghayatan, membuat Satria kagum dibuatnya, tanpa sadar ia terus tersenyum sembari memandanginya.
Bertepuk tangan, seolah memberi pujian atas ketakjubannya terhadap Stela, tak menyangka gadis seperti Stela sangat pandai dalam bermain gitar.
"Lo kok bisa main gitar sih?"
"Syihab siapa?"
"Kakak tiri gue."
"Oh."
"Dulu pacar-pacar lo juga pernah dibawa kesini.?"
"Ngapain?"
"Ya seperti gue lihat-lihat disini."
"Menurut lo gimana,?" tanya balik Satria yang kini memepetkan tubuh nya kearah dinding.
"G-gue."
"Cuma lo yang gue bawa kesini Ste, bahkan sahabat gue pun belum pernah sekalipun gue bawa kesini."
Deg!
Stela menjadi gugup, saat tubuhhya dan tubuh Satria hanya menyisakan jarak beberapa centi saja, bahkan ia dapat merasakan hembusan nafas Satria yang terasa hangat menerpa wajah nya.
"Ste?"
"Hmmm."
__ADS_1
"Gue sayang sama lo."
"Kayaknya disini gerah deh, gue keluar dulu ya!" Stela melangkah setengah berlari kearah luar, untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Semakin hari berada didekat Satria, membuat ia merasakan banyak hal aneh.
*
*
"Eh kak Kinar, kapan dateng kak?" seru Satria yang baru saja pulang setelah mengantarkan Stela kerumah nya terlebih dulu.
"Belum lama sih, dari mana aja Sat, pasti abis pacaran ya!"
"Abis jalan sama calon pacar." jawabnya yang membuat Kinar terkekeh.
"Lucu banget calon pacar."
"Kok nggak masuk sih kak, oh iya itu cebong bentar lagi mau brojol ya, gede banget." menunjuk kearah perut Kinar yang membuncit.
"Bentar lagi, kakak lagi nungguin bi Sari dulu ngambilin bibit bunga krisan dibelakang, ini bentar lagi mau lahir sekitar dua minggu sih kalau perkiraan Dokter." seraya menyentuh perut nya.
"Berat kagak sih kak?"
"Kenapa kalau berat emang, mau nyoba gantiin?"
"Nggak deh, entar gue kagak bisa maen basket lagi, bulet kek gajah bengkak."
Dan ucapan frontal Satria sontak membuat Kinar mendengus, namun ia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan adik iparnya itu.
"Tapi seru juga kali ya kak, kalau cewek gue begini."
"Eh sembarangan, nikahin dulu baru."
"Iya-iya.'
"Oh iya, si gembul ikut kan?"
"Ikut, lagi dimandiin ayah nya abis main tanah tadi."
"Ok, kalau gitu gue kedalem dulu ya kak."
"Hmmm."
*
"Dol!"
"Eh kuda, kuda, kuda!'' Satria yang kaget pun repleks memeluk pintu, sementara Gala dan Kinar tertawa bersama.
"Awas! berani ya ngerjain om?" Satria pun bergegas mengejar Gala yang kini berlari menuju ruang tamu, untuk mencari perlindungan dari sang om yang terus mengejar nya.
"Oma tolong, Gala dikejar om kuda." teriak Gala yang langsung naik kepangkuan sang oma.
.
__ADS_1
.