
Setelah berpamitan pada sang bunda, Satria pun meminta izin untuk pergi sekaligus meminta izin untuk membawa salah satu mobil milik sang ayah untuk menjemput sang pujaan hatinya.
Satria tersenyum, dengan kedua bola mata melebar tak berkedip selama beberapa detik, saat sosok sang pujaan hati melangkah anggun menghampirinya.
Pagi ini gadis itu nampak sangat cantik dan manis, menggunakan dress selutut berwarna navy, yang serasi dengan kemeja jeans yang dikenakan Satria.
"Pagi, pacar?" sapanya lembut, membuat Stela tersipu, hingga memunculkan rona merah di wajah cantik nya.
"Eumz pagi."
"Kamu cantik banget hari ini."
"Makasih."
"Berangkat sekarang yuk, takut telat!" Stela berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Bukan nya acaranya masih satu jam lagi ya?" tanya Satria bingung, seraya melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Eumz, iya sih! tapi nggak masalah juga kan kalau kita dateng lebih awal."
"Ok sayang, berangkat!" Satria bergegas membukakan pintu mobil, dan mempersilahkannya untuk segera masuk.
"Kamu kok tumben bawa mobil, aku pikir kamu nggak bisa nyetir lho." Stela berusaha mencairkan suasana, setelah mobil tersebut bergerak beberapa menit yang lalu.
"Lagi pengen aja nyoba bawa mobil, biasanya emang jarang sih, aku lebih suka bawa motor! dan setelah aku pikir-pikir, cuaca pagi ini agak panas dari biasanya, kasihan kamu nya, jadi pilihan bawa mobil emang udah paling bener!" jawab Satria membuat Stela menatapnya dari samping.
Memandangi wajah tampan, yang memang Stela akui Satria benar-benar terlihat sangat tampan.
__ADS_1
"Sat?"
"Hmmm, kenapa?" Menoleh sekilas, setelahnya kembali fokus mengendalikan kemudi.
"Dulu, kamu_" Stela menjeda ucapannya, sedikit ragu untuk melanjutkan kata-katanya.
"Kenapa, tanya aja! aku pasti akan berusaha buat jawab semua pertanyaan kamu."
"D-dulu kamu sering jalan sama semua mantan-mantan kamu?"
Terlihat Satria menghela nafas, ia terlalu malas untuk membahas masa lalunya, namun ia juga tak ingin membuat Stela kecewa karena tidak menjawab pertanyaannya.
"Gini sayang, jujur ya! mantan aku itu banyak, tapi semuanya nggak bertahan lama, karena_"
"Karena apa?"
"Paling lama ya cuma bertahan sebulan."
"Apa dia Tiara?"
Deg!
Ckiittt!
Satria mengerem mobilnya secara mendadak, menoleh menatap tepat pada kedua manik hitam bening milik Stela. "Kamu kok_"
"Aku tahu, dia juga pernah ngelarang aku buat nggak deket-deket sama kamu."
__ADS_1
"Terus kamu?"
"Ya awalnya aku iya in aja, tapi setelah aku pikir-pikir, untuk apa juga mengikuti kemauannya." jawab Stela santai, membuat Satria tersenyum dan mengusap lembut kepala nya.
"Aku salut sama kamu, karena setahu aku cewek seantero SMA Samudera nggak ada yang berani ngelawan dia selama ini."
"Masa sih, kenapa?"
"Nanti setelah kamu lebih lama di Samudera, kamu akan tahu sendiri."
*
Tak berselang lama, mobil yang ditumpangi keduanya telah sampai dihalaman utama yang merupakan rumah milik ayah kandung Stela.
"Kok kita kesini, serius ini alamatnya?" tanya Satria bingung, pasalnya rumah tersebut terasa familiar baginya.
"Kenapa, kamu kok kelihatan tegang begitu?" Stela balik bertanya.
"Yaudahlah kita bahas yang lainnya nanti aja, sekarang kita masuk dulu, aku mau kenalin kamu sama Nira dan juga Stefany."
"Tunggu Ste, Nii-nira, Nira siapa?" Satria menahan langkah nya.
"Kakak ku." jawabnya seraya menarik tangan Satria agar mengikutinya.
Sementara Satria berusaha mengikuti langkah Stela dengan perasaan tak karuan, dalam hati merapalkan doa-doa berharap orang yang dimaksud Stela bukan lah orang yang sama.
.
__ADS_1
.