Pesona Twins S

Pesona Twins S
Bertemu Langit


__ADS_3

"Sat, sekali-kali ajak istri kamu ke pabrik atau ke Cafe, biar dia nggak terlalu bosan berada didalam rumah terus." ujar Ando, pada Satya ketika sedang sarapan bersama pagi ini.


"Baik yah." jawab Satya, yang menoleh kearah istrinya dengan senyum manis seperti biasa.


"Masa hal kecil gitu aja, kamu musti dikasih tahu Sat, jadi laki-laki itu harus pintar-pintar menyenangkan hati istri, jangan kamu terus yang minta di senangkan."


"I-iya yah."


"Dan kamu Satria, kamu harus tepati janji kamu sama ayah, berhenti main-main, dan belajar bertanggung jawab, karena tiga hari dari sekarang status kamu akan berubah menjadi suami, paham?"


"Iya yah."


"Itu berarti, hari pernikahan abang tinggal tiga hari lagi yah?" tanya Cantika, yang sejak tadi menyimak obrolan ayah dan kedua abangnya itu.


"Iya nak."


"Wah, nanti dirumah tambah rame dong ya."


"Iya dong, Tika harus hormat juga ya sama kak Stela." ujar Nada tersenyum hangat seperti biasa.


"Siap!"


*

__ADS_1


"Masih lama nggak mang, Tika bisa telat nih!" keluh Cantika, saat mobil yang akan ditumpanginya tiba-tiba diam tak mau bergerak, sementara sang ayah sudah berangkat terlebih dahulu, begitupun dengan sang bunda, Satya dan juga Mutia.


"Kenapa mobilnya mang, mogok?" tanya Satria yang hendak berangkat kesekolahnya, dengan tas yang tersampir di bahu.


"Aduh iya nih den, mamang udah berusaha nyari sumber masalahnya tapi nggak ketemu, mungkin karena mamang bukan ahlinya kali ya."


"Yaudah nggak apa-apa mang, Cantika biar saya yang anter, nanti siang saya juga yang akan jemput, kebetulan siang ini saya mau mampir kerumah temen, mau sekalian bawa Cantika juga."


"Apa tidak apa-apa den, bapak sama ibu nggak akan marah."


"Udah nggak apa-apa, nggak bakalan marah! lagian kan Cantika pergi sama saya mang, bukan sama orang lain."


"Yasudah kalau begitu, terimakasih den! maaf ya, maafin mamang juga ya non."


"Iya non, hati-hati."


*


Satria menepati janjinya, terbukti tepat pukul 12:30 dia sudah berada didepan gerbang sekolah Cantika, membuat beberapa gadis sekelas Cantika tampak saling dorong untuk melihat siapa pemuda tampan yang menjemput Cantika siang ini.


Pesonanya memang selalu hidup dimata para gadis, namun saat ini Satria tak lagi berminat untuk sekedar tebar pesona atau menggombali gadis mana pun seperti biasanya.


Hatinya telah terperangkap dan tersimpan hanya untuk satu gadis saja, yaitu Auristela Ayudia Putri.

__ADS_1


"Seriusan ini mau kerumah bang Langit bang?" tanya Cantika yang mendadak gelisah, ketika Satria mulai melajukan motornya yang mengarah kerumah Langit.


"Iya, kan dari kemarin abang udah bilang dek."


"Tika pulang aja deh bang."


"Lho kenapa? bukannya kamu suka banget sama jajanan yang di samping rumah bang Langit."


"Nggak tahu kenapa sekarang lagi nggak pengen."


"Nggak apa-apa kalau nggak mau kepasar, tapi abang tetep harus bawa kamu dulu mampir kerumah Langit, abang males bolak-balik nya dek, bentar doang kok, nggak apa-apa kan?"


"Y-yaudah deh."


Tak berselang lama motor yang ditumpangi keduanya memasuki halaman yang masih tetap sama dari sejak tiga tahun yang lalu, hanya saja kini tanaman hias dibagian depannya tampak sudah semakin penuh, dengan berbagai macam bunga-bunga yang tengah bermekaran.


"Abang yakin, bang langit udah balik kesini?" ujar Cantika seraya membuka helm, kemudian pandangannya menyapu sekitar rumah Langit yang tampak sepi.


"Bentar, abang telpon dulu." merogoh ponselnya dari dalam saku celana, kemudian berjalan sedikit menuju samping rumah Langit, karena sinyalnya mendadak jelek.


Sementara itu, Cantika menunggu di teras, hingga suara pintu kupu-kupu dibelakangnya terbuka, dan repleks membuatnya menoleh dengan hati berdesir.


*

__ADS_1


*


__ADS_2