Pesona Twins S

Pesona Twins S
Pasangan kecil


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pun telah tiba, tepatnya di hari minggu pagi ini Satya dan Mutia melangsungkan akad nikah yang hanya dihadiri oleh keluarga inti, dan beberapa orang tetangga agar tidak menimbulkan fitnah ketika sewaktu-waktu keduanya tinggal bersama.


Senyum indah terbit dari bibir para saksi dan tamu, saat menyaksikan betapa serasinya pengantin kecil yang tengah gugup di hadapan mereka.


Mutia tampak begitu cantik menggunakan gaun putih sederhana namun elegant, begitupun Satya pemuda berumur delapan belas tahun itu tampak gagah dan tampan dengan setelan jas yang dikenakannya.


Dan ketika ijab qabul akan dimulai dan diberi arahan oleh penghulu Satya begitu khusyu mendengarkan, sementara sang bunda yang berada di sampingnya meneteskan air mata haru, tak menyangka bahwa putra ketiganya akan menikah secepat ini.


Berkurang sudah nama yang tertera di kartu keluarganya, yang kini hanya menyisakan dirinya, Ando, Cantika, Satria, dan mungkin sebentar lagi Satria pun akan menyusul adiknya untuk berkeluarga.


Lamunan Nada buyar, ketika kata "SAH" keluar dari mereka yang menyaksikan acara ijab qabul putranya tersebut.


Acara dilanjut dengan berdoa bersama, kemudian saling memberi salam antar keluarga, begitupun dengan kerabat, dan juga tetangga yang turut hadir disana.


"Butuh jamu kuat nggak Sat?" goda bu Salma yang merupakan tetangga disamping rumahnya.


"Nggak usah pake jamu juga udah pasti kuat diamah." pak. Edi sang suami dari bu Salma menjawab dengan kekehan kecil, yang mengundang gelak tawa dari mereka.


"Kalau bisa jangan KB, biar aja punya anak masih muda, jadi entar umurnya nggak beda jauh," timpal Mbak Eli yang juga merupakan tetangga sebelah rumahnya.


"Mereka masih sekolah lho mbak." Nada yang menjawab.

__ADS_1


"Eh iya juga sih."


"Perlu diajarin nggak?" bisik El, membuat Mutia yang mendengarnya semakin gugup dengan wajah merona.


"Kagak perlu diajarin, gue udah bisa kok." Satya balas berbisik.


"Yakin?" mengangkat sebelah alisnya, dengan gaya menggoda.


"Asal lo tahu, punya gue nggak kalah tajem bang." jawabnya, yang membuat El tergelak tanpa ia sadari, dan sontak mendapat bonus cubitan dari istrinya.


"Abang apaan sih, ketawa-ketawa segala, masih banyak tamu juga." protes Kinar yang duduk disampingnya.


"Denger bang! meskipun gue masih muda tapi gue jamin senjata gue kagak beda jauh dari orang dewasa."


Jawaban spontan Satya tersebut sontak membuat tawa El kembali pecah, tak menyangka adiknya yang terkenal kalem itu mampu membalas kata-kata frontalnya.


Sementara Satya sendiri setelah melewati masa-masa menegangkan saat acara ijab qabul tadi begitu semangat membalas semua ucapan konyol sang abang.


"Buktiin ke gue!" lanjut El, yang kemudian beralih menatap istrinya yang mengerucutkan bibir karena kesal.


Kemudian tatapan mereka teralihkan pada sosok menawan yang baru saja masuk dari arah depan, gadis itu tersenyum canggung, mendekat untuk menyalami mereka satu persatu.

__ADS_1


Semua mata memandang heran pada sosok gadis yang baru pertama di lihatnya itu.


Sementara Satria yang sejak tadi duduk disebelah sang ayah pun beranjak menghampiri gadis tersebut, meraih tangan Stela membawanya ke hadapan kedua orang tuanya.


"Kenalin bun, yah, Stela pacar aku." ucapnya dengan wajah datar.


"P-pacar?" tanya Nada, sembari memandangi keduanya secara bergantian, membuat Stela semakin gugup dan malu.


"Kamu serius Sat?" lanjut Nada, karena untuk pertama kalinya Satria mengenalkan seorang gadis ke hadapannya, Satria memang terkenal sangat playboy, namun sekalipun anak laki-laki nya itu tak pernah membawa pacarnya kerumah, terutama mengenalkan pada ia dan ayahnya.


"Serius bun,"


"Wah, bentar lagi mbak Nada sama mas Ando punya mantu lagi nih." celetuk mbak Eli.


"Resepsiannya nanti dibarengin aja, biar seru!" timpal bu Salma yang disetujui oleh yang lainnya.


Sementara Nada dan Ando hanya tersenyum kecil menanggapi celotehannya.


*


*

__ADS_1


__ADS_2