Pesona Twins S

Pesona Twins S
Resepsi pernikahan


__ADS_3

Happy Wedding..


Satria Aji Arsenio dan Auristela Ayudia Putri


Satya Adi Arsenio dan Mutiara Indah Permata


Begitulah tulisan di papan bunga besar yang terpajang didepan rumah Ando dan Nada.


Halaman rumah yang cukup luas itupun kini sudah disulap menjadi tempat yang indah dengan dekor yang sedemikian rupa.


Beberapa tambunan bunga dipasang di setiap sudut tenda pelaminan yang berbentuk balon tersusun dengan rapi.


Meja-meja bulat serta kursi tamu undangan terbalut kain satin berwarna putih gold yang menjadikan suasana semakin terasa elegant.


Ya, hari ini tepatnya setelah satu minggu kelulusan Mutia, Ando dan Nada merayakan resepsi pernikahan putra putrinya, sesuai rencana awal.


Dua pasang pengantin dengan wajah berseri-seri yang menandakan bahwa mereka begitu bahagia menantikan hari ini, mengundang banyak tamu untuk meminta foto bersama mereka.


Karena sangat jarang ada dua pasang pengantin sekaligus, terlebih mereka pasangan kembar.


Tak hanya seluruh keluarga yang hadir, baik tetangga, kolega bisnis, sahabat Ando maupun sahabat putra-putrinya mereka turut hadir menyaksikan resepsi pernikahan si kembar.


Ada yang berdecak kagum, adapun yang menghujat dibelakangnya, terutama mantan pacar Satria yang merasa belum rela jika Satria siplayboy tampan itu menikah diusia muda.

__ADS_1


Terlebih saat tatapan mereka mengarah kearah perut Stela yang sudah membuncit.


Ya, Stela sedang mengandung, dan tepatnya dihari ini usia kandungannya menginjak enam bulan.


Tak ingin jika semua beranggapan jelek terhadap keluarganya, Ando pun menjelaskan perihal akad pernikahan putra putrinya satu tahun yang lalu.


Tak lupa ia juga memperlihatkan catatan, hari, tanggal dan tahun pernikahan mereka, membuat para tamu yang sebelumnya diam-diam menghujat, kini mendadak bungkam.


"Gila ya, dasarnya emang cakep! duduk di pelaminan gitu ya, tambah cakep! anjir gue kapan coba bisa ngerasain duduk disana, tahun kapan coba." celetuk Haikal, yang tanpa sadar memeluk Andre, dengan tangan yang mengelus-elus wajahnya.


"CK, geli gue sumpah! berasa kena bulu padi di elus-elus Lo kek gini, kalau cuma mau duduk doang mah gampang, sono minta izin si kampret, pasti ngijinin kok." Andre mendorong tubuh Haikal yang terasa berat menyender ditubuhnya.


"Masalahnya pasangan nya kagak ada."


"Anjir! ogah." Adam menyahut, seraya menoyor kening sahabatnya, kemudian menoleh saat menyadari kedatangan Langit.


"Lang, sama siapa kesini?" Haikal mencari-cari seseorang yang kemungkinan menjadi pasangan Langit kali ini.


"Gue dateng sendiri, kenapa emangnya?"


"Si Kiran kemana?"


"CK, dia bukan pacar gue."

__ADS_1


"Seriusan lo ah, dia sering cerita kok kalau Lo berdua pacaran."


"Nggak."


"Ah elo, apa susahnya sih tinggal bilang iya."


"CK, kagak percayaan bocah!" Langit menoyor kening Haikal.


"Gala, dek tunggu Aunty, jangan lari-lari." suara seseorang yang tampak familiar ditelinganya membuat Langit menoleh seketika kearah sumber suara.


Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, saling mengunci hingga beberapa saat, sebelum kemudian Cantika memutus pandangan mereka, melanjutkan mengejar Gala dengan wajah datar tanpa ekspresi.


Hari ini Cantika terlihat begitu cantik, wajah imut khas anak SMA nya begitu mempesona, ah lebih tepatnya terlihat seperti anak SMP karena tubuh Cantika sangat mungil, berbeda sekali dengan ketiga kakaknya yang memiliki tubuh tinggi dan tegap.


Ya, gadis itu Cantika, gadis yang pernah mengejar-ngejarnya tanpa lelah, namun kini gadis itu seperti tak lagi mengenalnya, setelah kejadian tiga bulan yang lalu.


Tak lagi mau menyapanya, memberikan gombalan-gombalan receh, menelpon dan mengiriminya pesan chat setiap saat.


Langit memandangi punggung Cantika yang perlahan menjauh dari pandangannya, setelah tiga bulan Cantika tak mengganggunya lagi ia merasakan ada banyak hal yang hilang dalam hidupnya, namun berulang kali ia pun menegaskan pada hatinya, bahwa ia seharusnya senang karena gadis itu akhirnya berhenti mengganggu hidupnya.


*


"

__ADS_1


__ADS_2