Pesona Twins S

Pesona Twins S
Pengganggu


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


"Sat, ada orang!" pekik Stela, mendorong pelan tubuh Satria yang hendak menelusuri lehernya.


"Ajig, siapa sih malem-malem begini ngapain coba?" Satria turun dari ranjang sembari mengacak rambutnya frustasi.


Sebelum membuka pintu ia menyempatkan untuk mengusap bagian celana depannya yang terdapat tonjolan akibat sesuatu yang mendesaknya dari dalam.


"Si_" Satria berdecih kesal, saat mengetahui makhluk seperti apa yang sudah mengganggu aktifitas pentingnya malam ini, ia bukan sejenis makhluk halus, atau sejenis makhluk penjelajah malam lainnya, melainkan Satya saudara kembarnya sendiri.


"Elo,?! ngapain sih?" desisnya.


Sementara yang diajak bicara tampak tersenyum jahil, melipat tangan seraya bersender di daun pintu.


"Hai..!"


"Na*jis gue, ngapain coba udah gila kali lo ya, malem-malem ngetuk pintu kamar orang sembarangan, lo kagak lihat ini jam berapa?"


"Lihat kok, jam satu lebih tiga detik! gue kagak bisa tidur nih, temenin gue nonton bola yuk, tim kesayangan lo yang main lho Sat." bujuknya, Karena yang Satya tahu selama ini Satria tak pernah sekalipun melewatkannya meski dalam keadaan sibuk sekalipun.


Bahkan ia rela beberapa kali bolos sekolah hanya untuk menonton acara pertandingan bola yang dimainkan oleh tim kesayangannya tersebut dalam acara live TV dan media sosial lainnya.


"Gue nggak peduli, malam ini ada yang lebih penting dari itu."

__ADS_1


"Ck!" Satya berdecak, dan tanpa sengaja pandangannya teralihkan pada kancing baju Satya yang hampir keseluruhannya telah terbuka.


"Udah tahap buka-bukaan lo, Ck! kagak sabaran banget sih lo, emang nggak bisa ditunda sampai besok gitu, kasihan kali bini lo, gue yakin dia itu masih dalam tahap penyesuaian sekarang, masa mau langsung di gas." celetuk Satya, yang membuat Satria mendelik tajam kearahnya.


"Lo_"


"Sabar ngab, gini lo maksud gue di cicil aja gitu, hari ini_"


"Lo pikir sistem kreditan di cicil segala, kaya bunda yang suka nyicil buat bayar panci ajaib itu,? mana bisa begitu lah, tanggung! ubi kayu gue kepalang keras."


"Soal ubi kayu mah gampang! tinggal direbus, jadi deh makanan, mayan buat sarapan besok pagi."


"Sialan! ini bukan sembarang ubi, sembarangan aja lo kalau ngomong."


"Kok jadi lo yang ngatur sih, siapa juga yang mau pergi sama elo!"


"Ck elo juga, kenapa keras kepala begini sih, gue cuma mau ngasih tahu cara-cara menyenangkan istri."


"Kagak usah menggurui gue deh lo."


"Eit, jangan salah! gini-gini sekarang gue yang lebih berpengalaman di banding elo, kalau dibandingin sama elo yang cuma punya pengalaman pacaran, nah gue!" Satya menunjuk kearah dirinya sendiri.


"Gue punya pengalaman bikin bini nagih terus pengen nambah lagi."

__ADS_1


"Stres lo ya!"


''Udah gue bilang, gue kagak stres, gue cuma kagak bisa tidur Sat., Udah ah lo mah kelamaan mikir! makanya nurut apa kata bunda, waktu kecil jangan kebanyakan makan jantung pisang." celoteh nya seraya mendorong tubuh Satria menuju ruang TV, meninggalkan pengantin perempuan seorang diri didalam kamarnya.


"Lo tunggu disini," mendudukan Satria di sofa ruang TV, kemudian menyalakan TV tersebut, dan meletakan remotenya ditangan Satria.


"Terus lo mau kemana?" tanyanya, saat Satya hendak keluar dari ruangan tersebut.


"Mau ngambil air dingin dari kulkas."


"Buat apaan, malem-malem begini ngambil air dingin."


"Buat kumur-kumur,! buat elo lah." jawabnya yang langsung melenggang pergi.


Setelah kepergian Satya, Satria menatap remot TV ditangannya dengan tatapan miris, kemudian bersandar pada senderan sofa seraya memijat keningnya, bisa-bisanya di saat-saat seperti ini ia menurut pada sang adik, pasrah menerima kejahilan nya begitu saja.


Tak pernah terbesit sedikitpun dalam bayangannya, bahwa malam pertamanya akan berakhir seperti ini.


Ia mendesah untuk yang kesekian kali, kemudian terlonjak sendiri, saat mengingat bagaimana istrinya didalam kamar.


"Stela?" gumamnya, yang kemudian berlari kembali menuju kamarnya.


Sementara di pintu pembatas antara dapur dan ruang tengah Satya tampak terkikik sendiri.

__ADS_1


*


__ADS_2