
"Mau kerumah Stela?" sapa Satya, saat melihat Satria yang tengah bersiap-siap untuk pergi.
"Hmmm." jawabnya datar.
"Jelek banget tuh muka.''
"Serah!" jawabnya ketus, kemudian mulai menyalakan kuda besi kesayangannya.
"Tunggu Sat." Satya berusaha menahan motor Satria yang hendak dilajukannya.
"Apa sih lo, gue lagi kagak mood berdebat sama lo."
"Lo bakalan nyesel kalau nggak mau dengerin omongan gue kali ini."
"Serah, gue nggak peduli."
"Eh tunggu, tunggu! keras kepala banget sih lo, gue cuma mau tanya, itu ikan yang lo bawa yakin cewek lo bakalan suka,?"
"Urusannya sama lo apa,?"
"Gue kasihan aja sama lo, lo kagak bisa apa bedain mana ikan hias sama ikan yang biasa di goreng."
"Maksud lo apaan sih?"
"Lo lihat baik-baik ikan yang lo bawa sama ikan yang gue bawa." Satya menunjukan seekor ikan yang dibelinya dari tukang jual ikan hias keliling yang sering lewat didepan rumah.
Kesal! namun penasaran, akhirnya Satria pun memutuskan untuk turun kembali dari motornya, kemudian membuka plastik yang berisi ikan miliknya.
"Apa menurut lo ikannya sama?" ucap Satya setelah saudaranya itu memperhatikan bentuk ikan miliknya dan juga milik Satya.
"Kok beda sih ya, ikan gue gede tapi panjang-panjang, punya lo gemuk, bulet, matanya juga belo."
"Ya jelas bedalah, punya lo itu ikan mas yang sering di goreng bi Sari."
__ADS_1
"Lo mau ngerjain gue?" sentak Satria tak Terima, padahal dalam hati ia mengakui bahwa ikan milik Satya adalah ikan yang lebih mirip seperti yang ada di taman tadi.
"Ngapain banget ngerjain lo, kerjaan gue juga banyak."
"Jadi lo serius?!"
"Gue nyesel punya kembaran kek elo, cakep! tapi bodoh."
"Ajig, gue kagak bodoh."
"Lah itu sih buktinya."
"Terus gimana dong,?"
"Ya kasih aja ke Stela." jawab Satya santai.
"Lo gila! lo mau kalau gue diketawain sama dia." ucap Satria membuat Satya tersenyum mengejek.
"Seharusnya gue nggak perlu kasih tahu lo tadi, biar aja lo di ketawain, atau diputusin mungkin sama Stela, asli nyesel gue!"
"Ok, tinggalin semua ikan lo! nih, anggap aja tukeran sama gue." menyerahkan seekor ikan miliknya yang berwarna orange cerah.
Tak banyak kata yang ia ucapkan, bergegas mengambil ikan dari tangan Satya kemudian segera melajukan motornya menuju rumah Stela.
Sementara Satya tersenyum puas menenteng ikan sebanyak 3kg tersebut menuju dapur, "Bi, gorengin ikannya ya."
*
*
"Aku cuma mau nganter ikan yang kamu mau." ujar Satria datar, ketika pintu rumah Stela terbuka dari dalam.
"M-makasih."
__ADS_1
Satria mengangguk kecil sebagai jawaban, kemudian membalikan tubuhnya hendak keluar dari halaman rumah Stela.
"Kamu marah?" ujar Stela lirih, membuat langkah kakinya kembali terhenti, namun tak menoleh sedikitpun.
"Aku nggak punya alasan untuk marah kan?."
"Lalu ini apa,?" Stela menghampiri Satria dengan mata berkaca-kaca.
"Aku kenapa?" Satria balik bertanya dengan wajah lelahnya. ya, Satria merasa lelah fisik, hati, maupun pikirannya.
Alih-alih menjawab, Stela memilih untuk diam, membuat laki-laki itu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.
*
Setelah hari itu, Satria tak lagi menemui atau sekedar menghubunginya seperti biasa, bahkan ketika bertemu disekolah pun Satria enggan menyapa, dan lebih memilih untuk menghindarinya.
"Ini ada titipan." ujar seorang laki-laki yang Stela ingat ia duduk di bangku yang berada di belakang Satria.
"Dari siapa?"
"Dari Satria, tapi nanti dibukanya kalau kamu udah nyampai rumah ya." jelasnya, kemudian laki-laki itu menghambur ke pelataran parkir sekolah untuk mengambil motornya.
Sementara itu Stela mencari-cari wajah Satria yang tak nampak lagi sejak lima belas menit yang lalu, mungkin laki-laki itu sudah pulang, pikirnya.
Sesampainya dirumah Stela mendudukan dirinya diatas sofa, kemudian membuka tasnya mengambil bingkisan yang diberikan laki-laki tadi.
Perlahan ia mulai merobek kertas yang biasa digunakan untuk membungkus kado, yang isinya ternyata adalah sebuah undangan pernikahan Satya dan Mutia.
Stela menghela nafas, kemudian ia kembali merogoh tasnya mencari benda pipih miliknya untuk menghubungi Satria.
Namun setelah beberapa kali ia mencoba menghubungi, jawaban operator tetap sama, nomor Satria sedang tidak aktif.
*
__ADS_1
*