Pesona Twins S

Pesona Twins S
Resepsi pernikahan 2


__ADS_3

Setelah melakukan sesi foto bersama, Cantika memilih pergi dari acara, memasuki kamarnya, kemudian mengunci pintunya dari dalam.


Menaiki tempat tidur, menarik selimut, kemudian menyembunyikan tubuhnya disana.


Dan menangis sejadi-jadinya.


Ia tak bisa membohongi perasaannya pada Langit, meskipun laki-laki itu berulang kali melukai perasaannya.


Cintanya pada Langit memang sebesar itu, ia tak peduli dengan apapun.


Anggap saja dirinya gadis bodoh yang labil.


Cukup lama ia menangis hingga beberapa menit kemudian ia memutuskan untuk bangun merapikan barang-barang yang belum sepenuhnya masuk kedalam koper.


Menyentak napas kasar, saat disela aktifitas nya lagi-lagi bayangan Langit memenuhi kepalanya.


Ia masih mengingat dengan begitu jelas, betapa tampannya Langit saat mengenakan kemeja biru muda yang dipadukan dengan jeans hitam dan sneakers dengan warna yang senada, khas sekali anak kuliahan.


Dan pertemuannya tadi dengan Langit, akan menjadi pertemuan terakhir dengannya, karena besok pagi ia akan berangkat ke Jogja untuk melanjutkan sekolahnya disana.


Hingga ke jenjang berikutnya.


Sampai ia bisa membuktikan bahwa dirinya gadis yang kuat dan mandiri.


*


*


"Kamu cantik yang kalau diginiin, eh tapi tiap hari juga kamu emang cantik sih." puji Satria yang kini menatap istrinya lembut, sejak dinyatakan hamil Stela memang terlihat berkali lipat lebih cantik dari sebelumnya, selain itu tubuh kurusnya kini terlihat semakin padat dan berisi.


"Bohong kan, kemarin bilangnya juga aku gendutan kan?"

__ADS_1


"Iya, emang!"


"Tuh kan." Stela merajuk dengan bibir mengerucut, yang tentu membuat Satria merasa semakin gemas terhadap istrinya, jika saja saat ini tidak sedang berada didepan orang banyak, ia tentu sudah melahap habis bibir milik istrinya itu.


"Kamu tambah se xy tahu nggak yang, kalau begini."


"Bohong!"


"Serius sayang."


"Bohong."


"Mau bukti apalagi sih yang, kalau aku tuh cuma beneran cinta mati sama kamu, apa bukti ini kurang buat kamu." menyentuh perut buncit Stela lembut.


"Tapi kan__"


"Yang denger! selama kamu hidup bersama ku, apa pernah aku berhubungan dengan cewek lain, nggak kan?"


Stela mengangguk membenarkan, apa yang dikatakan suaminya memang benar adanya, Satria tak pernah berhubungan dengan wanita manapun, keseharian nya hanya kuliah, bekerja, kemudian menghabiskan waktu bersamanya dirumah.


"Nanti kalau anak kita lahir kira-kira mirip siapa ya?"


"Mirip gue." sahut Haikal yang baru saja menaiki pelaminan, membuat Satria mendengus.


"Enak aja, jangan mirip elo lah."


"Lah emangnya ada apa gerangan sama gue, gue ganteng kok."


"Kalau ganteng, mana mungkin sampai sekarang setatusnya masih jomblo."


"CK, elo ngomong suka bener sih Sat.''

__ADS_1


"Iyalah, kalau bohong nanti jadi fitnah, makanya gue kalau ngomong suka jujur."


"Ajig, bisa kagak sih Lo bohong dikit, biar gue seneng." keluhnya.


"Udah dibilangin gue orangnya nggak bisa bohong."


"Oh iya ngomong-ngomong itu anak cebong udah berapa bulan, udah benjol begitu?" celetuk Andre yang berdiri di belakang Haikal.


"CK Lo pikir bisulan, benjol! dan itu bukan anak cebong ya, tapi anak gue."


"Iya tahu, kan elo yang bikin, tapi gue salut sama elo bisa juga ya Lo nyetak junior."


"Punya si Satria tajem bro, sekali bidikan langsung gol." timpal Adam seraya terkekeh.


"Iyalah, senjata gue udah terbukti paling super, nggak bakalan gagal." sahut Satria bangga.


"Terus punya lo gimana Kal, gue denger-denger dari emak lo katanya punya lo bengkok seriusan?" lanjut Andre menatap Haikal yang langsung menoyor kepalanya.


"Sembarangan!"


*


*


Kelanjutan kisah Cantika dan Langit, dibuat dengan novel terpisah ya, dengan judul dibawah ini.πŸ‘‡


*



Silahkan diintip 😊 terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


*


*


__ADS_2