
"Sat, semangat!" seperti biasanya Tiara akan menghampiri Satria, membuat gadis-gadis yang mencari perhatian dari Satria mundur seketika.
Dikarenakan mereka sudah tahu persis siapa Tiara, ratu di sekolah Samudera yang mengaku sebagai kekasih dari seorang Satria.
"Ra, lo ngapain sih deketin mulu si Satria, lo udah tahu kan dia punya pacar sekarang?" ujar Haikal yang menatapnya dengan kesal.
"Cuma pacar kan, bukan istri! lagian yang udah nikah aja masih bisa bercerai, apalagi statusnya yang cuma pacaran, dan lagi gue nggak harus ya dengerin omongan lo, hello! siapa elo." balas Tiara yang membuat Haikal semakin merasa kesal olehnya.
"Lama-lama lo udah bener-bener mirip kek nenek sihir ya Ra, gila aja!"
"Jangan sembarangan lo ya kalau ngomong, ngatain gue nenek sihir segala, awas aja kalau gue udah balikan sama Satria gue bakal bikin dia jauhin elo, lihat aja nanti."
"Oh ya, ih atuuttt!" Haikal bergidik ngeri, namun detik kemudian ia tergelak, mencondongkan wajahnya kearah Tiara. "Coba aja kalau bisa!"
Setelah mengatakan hal tersebut, ia melenggang pergi menghampiri Satria yang sudah berbaris bersama tim yang lain.
"Sialan!" Tiara mengepalkan tangan dengan perasaan kesal, kemudian menoleh menatap Stela yang terlihat santai di kursi penonton bagian depan, yang di sampingnya biasa ia gunakan untuk duduk saat menonton pertandingan.
__ADS_1
"Punya nyali juga ya lo dateng kesini." ujar Tiara, membuat Stela menoleh ke kiri dan ke kanan untuk memastikan dengan siapa Tiara mengajak untuk berbicara.
"Lo ngomong sama gue?" Stela menunjuk dirinya sendiri, saat menyadari di kursi paling depan hanya ada mereka berdua, karena penonton yang akan mengisi kursi jajaran paling depan belum seluruhnya datang.
"Lo pikir sama siapa lagi?" sentak Tiara kesal, ia merasa bahwa Stela menyepelekan kehadirannya.
"Oh."
Jawaban Stela sontak membuat Tiara melongo, kenapa hanya begitu tanggapannya, pikirnya tak percaya.
"Lo tahu kan gue sama Satria pernah pacaran, kebayang kan hebohnya ratu disekolah pacaran sama pangeran tertampan disekolah." Tiara masih berusaha memancing Stela untuk membuatnya emosi.
Stela menghela nafas, berusaha untuk terlihat biasa saja didepan Tiara, ia sendiri sudah dapat menebak bahwa Tiara hanya ingin memancing keributan seperti biasanya.
"Itu kan dulu ya, bukan berarti berlaku juga buat sekarang, karena seperti yang lo lihat kalau kenyataannya sekarang ini Satria lebih memilih gue buat jadi pacarnya, bahkan lebih dari itu."
Deg!
__ADS_1
"M-maksud lo le-lebih dari itu gimana?" Tiara mendadak gugup, entah mengapa sesuatu terasa menggelitik hatinya.
"Biar elo nggak penasaran, gue kasih tahu aja kali ya! lo tahu Satria ngajak gue lebih dari sekedar pacaran, yang berarti dia ngajak gue ke hal yang lebih serius! married misalkan!" ucap Stela santai, namun ia dapat melihat raut terkejut yang muncul dari wajah Tiara.
"Sekarang lo paham bukan, kalau mantan itu nggak lebih berarti dibanding yang ada disampingnya saat ini." Stela tersenyum sinis.
"Lo!"
"Kenapa, nggak terima! tapi itu kenyataannya, gue kasih lo kesempatan kalau emang bisa bikin dia mau balik sama elo." ucapnya santai namun penuh arti, membuat Tiara semakin menggeram kesal.
Tiara pikir, Stela adalah gadis yang mudah ditindas atau akan mundur saat ia melayangkan sebuah ancaman seperti yang ia lakukan pada beberapa gadis yang pernah dekat dengan Satria sebelumnya.
Akan tetapi ternyata dugaannya salah besar!
*
*
__ADS_1