Pesona Twins S

Pesona Twins S
Jadi pacar gue


__ADS_3

"Ini sih bukan makanan orang sakit, tapi buat gue yang dalam keadaan sehat walafiat." Andre merebut makanan pedas tersebut dari tangan Haikal.


"Ck jadi lo yang makan sih?" gerutu Haikal.


"Dari pada sayang nggak ada yang makan, kan mubadzir."


"Oh iya Sat, sebenernya lo sakit apa sih bro,?" Andre menoleh kearah Satria yang sejak tadi hanya diam, memperhatikan ketiganya.


"Gue lagi males di ejek, jadi gue rasa gue kagak perlu cerita apa-apa." jawab Satria malas.


"Ck, lo kok gitu sih sekarang Sat.?"


"Lagi males cerita gue bilang."


"Ck, ok deh! tapi kagak papa kan kalau seblak ceker nya gue abisin, lo kagak bakalan minta gue buat ganti rugi seblaknya jadi satu ember kan?" ujar Andre dengan mulut penuh.


"Ck!"


*


*


Setelah empat hari beristirahat, hari ini Satria memilih untuk kembali sekolah seperti biasanya, selain keadaannya sudah lebih baik, ia pun sudah sangat bosan berada dikamarnya yang kini terasa berubah menjadi ruang rawat inap, karena kini kamar tersebut tercium bau obat-obatan di setiap sudutnya.


Satria melangkah pelan menyusuri lorong sekolah, mengabaikan beberapa sapaan dari beberapa anak gadis yang menyapanya dengan riang.


"S-sat?"


Satria tertegun, saat gadis yang menyapa berikutnya adalah Stela, gadis yang sudah menolaknya beberapa hari lalu.


Deg!


Kini gantian Stela yang tertegun ditempatnya, karena dengan sangat jelasnya Satria pergi begitu saja, bahkan mengabaikan sapaannya.

__ADS_1


Stela terdiam, memandangi punggung Satria yang semakin menjauh, laki-laki itu terus melangkah tanpa menoleh kearahnya barang sedetikpun.


Dan saat ia hendak memasuki kelas, tatapannya teralihkan pada sosok Satria yang tengah mengobrol dengan Tiara yang bergelayut manja, memegangi tangannya posesif.


Satria terlihat tidak risih sama sekali dengan perlakuan Tiara, bahkan kali ini ia terlihat menanggapi apapun yang diucapkan Tiara.


Tanpa Sadar membuat hatinya mendadak sesak.


Apakah semudah itu? batinnya.


Satu minggu berlalu, dan selama itu pula Satria dan Stela tak pernah lagi bertegur sapa, bahkan tak sekalipun Satria menghubunginya lagi seperti biasa.


Bagi Stela kini laki-laki itu telah berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya, terasa dingin dan tak tersentuh.


Sore hari setelah butiknya tutup, Stela memilih pulang dengan berjalan kaki, untuk mendatangi taman bunga yang sering ia datangi ketika merasa sedang bosan dan ingin menenangkan perasaannya.


Kebetulan taman tersebut berada dilingkungan belakang perumahan padat yang hanya dijangkau dengan berjalan kaki dan pengendara motor.


Deg!


"Lep_" Stela membeku saat tahu siapa yang telah menariknya masuk kedalam bangunan kosong yang mirip bekas toko sembako tersebut.


"S-satria." ucapnya lirih.


"Iya ini gue!" balas Satria tersenyum getir, dengan kedua tangan yang memegangi bahu Stela memepetkannya di dinding.


"K-kenapa lo ada disini?" tanyanya lirih, yang nyaris seperti sebuah bisikan.


"Karena ada elo disini."


Deg!


"Ste, gue cuma mau bilang, kalau sampai saat ini gue belum bisa lupain elo sedikitpun, bukannya malah lupa, cinta gue ke elo justru malah bertambah besar, dan lo tahu ini nyiksa gue banget Ste, bilang ke gue, gue harus apa?" Satria menunduk sedih.

__ADS_1


"Gue udah berusaha Ste."


"Gue udah berusaha buat lupain elo, gue sengaja nggak pernah hubungin elo lagi, gue mengabaikan apapun yang berhubungan tentang elo, bahkan gue sampe nyoba buat ngebiarin Tiara ada disisi gue, tapi semuanya gagal Ste."


"Gue terlalu sayang sama elo, gue jatuh cinta Ste, tolong kasih gue kesempatan."


Deg!


"Gue nggak perlu dicintai, cukup gue yang mencintai, tapi bisa kan, jadi pacar gue?" ucapnya penuh permohonan.


"Ste, jawab!"


"G-gue, gue nggak bisa." Stela menggelengkan kepala yang sontak membuat Satria berbalik membelakanginya, mengusap kasar air mata yang jatuh begitu saja tanpa izinnya, menunduk dengan tubuh yang mendadak lemas.


"Ok, gue ngerti!" ucap Satria dengan suara bergetar, melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun, sementara Stela hanya bisa memandangi punggung laki-laki tersebut, hingga menghilang dari pandangannya.


*


*


Hallo readers tercinta, apa kabarnya? semoga selalu dalam keadaan sehat ya๐Ÿ˜Š


Minal Aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin..


Selamat hari raya idul Fitri bagi yang merayakannya..


Semoga ibadah puasa kita sebulan penuh kemarin, diterima oleh Allah SWT.


Mohon maaf juga pada readers tercinta semuanya, mungkin beberapa hari ini akan jarang Up juga ya, ๐Ÿ˜


.


.

__ADS_1


__ADS_2