
"Kenapa?" tanya Stela, saat menyadari raut wajah Satria yang terlihat gugup sejak pertama ia membawa nya masuk kedalam rumah tersebut.
"Nggak, nggak apa-apa, aku cuma deg-degan soalnya disini pasti banyak anggota keluarga kamu kan?"
"Masa sih seorang Satria bisa deg-degan."
"Aku ini Satria manusia biasa sayang, bukan Satria baja hitam." bisiknya yang disertai kekehan kecil, sementara Stela lagi-lagi merona mendengar Satria menyematkan kata sayang untuk yang kesekian kalinya.
"Ste, akhirnya kamu datang juga, papa kira kamu tidak akan datang." ujar seorang laki-laki berusia kepala empat yang muncul dibelakangnya.
"Pa?" Stela menyalaminya, yang diikuti oleh Satria.
"Oh iya, kenalin ini_" menoleh kearah Satria yang juga tengah menatap kearah nya.
"Euhmz_"
"Pacar, atau temen?" sergah sang papa, dengan diiringi tawa khasnya.
"Satria om, pacarnya Stela." ujar Satria cepat, membuat Stela salah tingkah didepan sang papa.
"Adrian, papa Stela." balasnya.
"Udah lama kalian kenalnya.?"
"Lumayan sih om, tapi pacarannya baru dua hari ini, Stela gadis istimewa, susah sekali mendapatkan hatinya." ungkap Satria jujur, tanpa rasa malu.
Adrian tersenyum, "Masih sekolah?"
"Masih om."
"Sebelumnya kalian teman satu kelas?"
__ADS_1
"Betul om."
"Soal_"
"Maaf pak, pak Ridwan mencari bapak, ingin mengobrol hal penting sebentar katanya." potong seseorang yang menghampiri Adrian dengan langkah sedikit terburu-buru.
"Saya akan segera kesana, secepatnya."
"Baik, kalau begitu saya permisi."
"Hmmm."
"Baiklah, sepertinya saya tidak bisa mengobrol lama-lama, kalian nikmatilah pestanya ya, cari makanan yang kalian suka, Ste papa kedalem dulu." pamit Adrian.
"Iya pa."
"Eh itu dia kak Nira, yuk samperin." menarik pergelangan tangan Satria bergegas menghampiri Nira yang tengah mengobrol dengan beberapa sahabatnya yang turut hadir didalam acara tersebut.
Deg!
Dugaannya benar! ia adalah sosok Nira yang sama.
"Mampus!"
"Kamu bilang apa?"
"Eh, nggak! bukan apa-apa." jawabnya gelagapan, memalingkan wajah, kemudian menarik nafas sebanyak-banyaknya, ia tak mau terlihat gugup terutama didepan Nira.
"Punya nyali juga buat dateng lo?" Nira melipat kedua tangan didepan dada, menatap sinis kearah Stela.
"Aku hanya memenuhi undangan papa." jawab Stela berusaha untuk terlihat tenang seperti biasa.
__ADS_1
"Oh iya, masih ngerasa punya papa lo, padahal dia udah nggak nganggep elo ada tuh."
"Terserah ya Nir, kamu mau bilang apa, aku lagi nggak mau ribut."
"Gue nggak sudi ya, pesta mewah gue tercemar gara-gara kehadiran lo, mendingan lo pulang deh!" mendorong tubuh Stela, hingga membuatnya hampir terjerembab, beruntung Satria dengan sigap menahannya.
Deg!
Nira melebarkan kedua bola matanya, saat menyadari sosok laki-laki yang sejak tadi berdiri dibelakang Stela adalah seseorang yang sampai saat ini masih mengisi penuh seluruh hatinya.
"Sat, ini beneran kamu?" Nira menghampirinya dengan mata yang berkaca-kaca, sudah hampir dua tahun lamanya ia tak lagi bertemu dengan laki-laki itu, semenjak Satria memutuskannya, ia seperti hilang ditelan bumi, tanpa kabar, tanpa berita, ia benar-benar kehilangan kontak dengannya.
"Kamu nggak apa-apa kan?" tanyanya, mengabaikan sapaan Nira, memilih untuk memeriksa bagian tubuh Stela, khawatir jika ia sampai terluka.
"Aku nggak apa-apa," jawabnya lirih, sembari melirik wajah Nira yang tampak basah akibat terkena lelehan airmata.
"Sat, kamu kenal kak Nira?" tanya Stela penasaran, ia sadar cara menatap Nira begitu berbeda, dan lebih jelasnya Nira menyebut-nyebut namanya.
Deg!
Satria terdiam sesaat, bingung dan takut bercampur menjadi satu, jika saja orang yang Ada dihadapannya tidak ada hubungannya dengan Stela, sudah pasti dia akan mengakui bahwa ia merupakan salah satu dari daftar mantannya.
"Dia_"
"Gue, mantannya! oh lebih tepatnya masih pacarnya, karena Satria mutusin gue secara sepihak, dan gue nggak terima, jadi gue rasa status kita masih resmi berpacaran, iya kan sat?" jawab Nira angkuh.
"Lo gila! mana ada begitu, lo tahu setelah kita putus dua tahun yang lalu, gue bahkan udah lima puluh kali pacaran sama cewek lain." jawab Satria tanpa sadar.
.
.
__ADS_1