
"Gue heran deh sama lo Sat, bentar-bentar sedih, bentar-bentar seneng, aneh emang!" kata Satya gemas, setelah memperhatikan saudaranya yang sejak tadi senyum-senyum sendiri, sembari menghabiskan es cream satu wadah besar ditangannya, yang ia yakini adalah milik sang adik Cantika.
"Sirik aja lo, suka-suka gue dong!"
"Ck, dasar."
"Eh lo tahu nggak?"
"Nggak!"
"Elah, elo ngeselin banget."
"Ya elo belum juga cerita, jadi mana mungkin gue bisa tahu." ungkap Satya kesal, membuat Satria berpikir sejenak.
"Oh iya, tumben omongan lo bener."
"Ck"
"Gue udah jadian dong sama Stela, dapet bonus pelukan lagi, anjirr seneng banget gue." ucap Satria, yang membuat Satya mengerutkan keningnya.
"Serius lo! secepat itu, yakin kalau dia udah nerima cinta lo?"
"Ya, kalau masalah cinta atau nggak nya gue juga kagak tahu pasti sih, tapi yang terpenting buat gue saat ini dia udah jadi milik gue!" jawab Satria, mengingatkan Satya pada seseorang.
"Ok, kalau gitu gue pergi dulu." Satya beranjak, menepuk pelan pundak saudaranya, sebelum kemudian melangkahkan kakinya keluar rumah.
Satya bergegas menaiki motor gede kesayangannya, melajukannya menuju tempat tinggal seseorang yang telah memenuhi hati dan pikirannya beberapa hari ini.
Hingga motor gedenya berhenti didepan kost-kostan berwarna cherry pink, yang letaknya paling ujung diantara kostan lainnya.
__ADS_1
Tepat saat ia selesai mengetuk pintu sebanyak tiga kali, penghuni kostan tersebut keluar, dengan raut wajah yang terlihat kaget.
"K-kak, Sa-satya, a-apa kabar?" tanyanya dengan suara terbata.
"Lama nggak ketemu ya, gimana sama waktu yang satu minggu ini, aku rasa udah melebihi waktu yang ditentukan, bukan?" Satya melipat tangan didepan dada, menatap gadis pujaan dihadapannya yang tak lain adalah Mutia.
"Kak_"
"Apa jawabannya?"
"Kak_"
"Aku harap jawabannya iya."
"Kak, kakak yakin sama perasaan kakak itu, kenapa harus aku, bukankah diluaran sana ada banyak gadis yang lebih cantik yang tentunya terlihat serasi jika bersanding dengan kak Satya."
"K-kalau jawaban aku, nggak! gimana?" Jawab Mutia lirih, sembari memperhatikan raut wajah Satya yang berubah sendu.
"Jadi, aku ditolak?" tanyanya dengan suara bergetar, seperti menahan tangis, menunduk lesu menatap ujung kedua sepatunya yang berwarna hitam.
"Ok, aku ngerti! tapi aku menganggap ini sebagai uji coba pertamaku, selanjutnya aku akan mengatakan hal yang sama setiap hari sampai kamu benar-benar mau jadi pacarku."
"Kalau begitu aku pulang dulu, jaga diri kamu baik-baik, selamat malam, dan selamat beristirahat." lanjutnya, tanpa menunggu jawaban dari Mutia, bergegas menaiki motornya, tersenyum sekilas kearahnya, sebelum kemudian melesat pergi.
Selama di perjalanan, Satya beberapa kali menarik nafasnya panjang, mencoba memberi kelonggaran di dalam dada yang terasa sesak, tak menyangka ia akan mengalami kisah cinta yang terasa rumit dan pelik seperti itu.
*
"Dari mana aja sih lo, maen pergi aja tadi?" sergah Satria, saat Satya melewatinya begitu saja.
__ADS_1
"Terus itu muka lo kenapa, kusut banget kek tisu bekas ngelap ingus?" lanjut Satria, sembari mengikuti langkah saudara kembarnya tersebut.
"Mendingan lo diem deh, soalnya lo kagak bakalan bisa ngehibur gue." Sentak Satya, membuat Satria mengerutkan keningnya.
"Lo kenapa si, kesurupan?" meletakan punggung tangannya didahi Satria yang memang terasa hangat.
"Iya bener! anget nih jidat lo, abis maenan di hutan mana sih lo tadi, kok bisa kek gini." lanjut Satria penasaran.
"Bukan urusan lo!" ketusnya, kemudian melanjutkan langkahnya menuju lantai dua dimana kamarnya berada.
"Abang, bibi bilang Es cream Tika dimakan abang ya?" teriak Cantika dengan gaya mencak-mencak.
Sementara yang ditanya terlihat berpikir, kemudian menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali.
"Iya sih." jawabnya sambil meringis.
"Kok dimakan sih, itu kan punya Tika, belinya jauh tahu." ucap Cantika dengan bibir mengerucut, disertai memasang wajah yang terlihat sangat kesal.
"Sorry dek, abang lupa!"
"Ck mana bisa begitu,?"
"Namanya juga lupa kan dek."
"Lain kali aku taroin saos cabe juga tuh di freezer, kali aja abang lupa lagi, terus di minum sampai habis."
*
*
__ADS_1