Pesona Twins S

Pesona Twins S
Mama mertua


__ADS_3

"Gimana yang, jadi ketemu sama mama?" tanya Satria yang sedang membuka seragam sekolahnya saat baru saja tiba dirumah lima menit yang lalu.


Stela mengangguk, berdiri dari sisi ranjang membantu suaminya membukakan kancing seragamnya, dan memberikannya baju ganti.


"Udah."


"Kapan aku mau dikenalin?"


"Eummz b-besok!"


"Serius yang?" Satria tampak antusias.


"Iya."


"Kamu boleh megang kok kalau mau."


"Apanya?" Stela yang memang sedikit tidak fokus mendongak menatap suaminya dengan bingung.


"Ini." tangannya bergerak menyentuh punggung tangan Stela, yang ia yakini bahwa gadis itu tidak sadar telah menyentuh bagian perutnya yang sedikit kotak-kotak, ya hanya sedikit, ia tidak cukup rajin berolahraga agar membentuk perutnya seperti roti sobek yang dimiliki kebanyakan pria dewasa pada umumnya.


Terlebih di umurnya yang baru menginjak delapan belas tahun.


Namun, meski begitu hal tersebut tidak mengurangi kadar ketampanan dan pesonanya sebagai seorang lelaki, ia memiliki tubuh yang cukup tinggi putih, dengan dada yang bidang, mulus tanpa cela.


"Ap-apaan, a-aku_" repleks Stela menarik tangannya, kemudian memalingkan wajahnya yang terasa memanas, bisa-bisanya ia melamun, namun tangannya bergerak tak terkendali.


Satria mengulum senyum, sebagai mantan playboy senior ia tentu tahu banyak bagaimana membuat seorang gadis tersipu, dan ternyata hal itupun berlaku pada istrinya.


Dan ia merasa cukup senang.

__ADS_1


Karena ia yakin, dirinyalah satu-satunya laki-laki yang mampu membuatnya tersipu seperti sekarang.


"Padahal kalau mau megang nggak apa-apa lho yang, pegang nyampe bawah juga boleh." lanjutnya yang disertai kekehan kecil, membuat Stela semakin tersipu, dan replek memukul tangannya.


"Awww sakit yang."


"Rasain! makanya jangan me sum!"


"Aku bukan me sum lho, serius! aku cuma ngasih kamu izin, kalau mau megang lebih lama boleh, nyampe yang paling bawah juga ***_"


"Satria...!" sentaknya, yang membuat Satria seketika mengatupkan rahangnya menahan tawa.


"Iya-iya, yaudah sekarang gini aja, aku kan lagi nggak ke Cafe yang, gimana kalau ketemu mama kamunya siang ini aja?''


Stela terlihat berpikir, hingga menit kemudian ia mengangguk setuju, " Yaudah."


*


Sementara di belakangnya Satria tampak santai, sesekali meng scrool layar benda pipih yang berada digenggamannya.


"Mungkin mama kamu lagi tidur kali yang." ucapnya, sembari memasukan benda tersebut kedalam saku kemejanya.


"Mama nggak suka tidur siang." jawabnya, seraya menekan kembali bel rumahnya.


Dan tak berselang lama Cintya keluar, menatap Stela dan Satria bergantian.


"Ma?"


"Ini_" Cintya menunjuk Satria dengan tatapan yang mengarah pada Stela.

__ADS_1


"Ini Satria ma, suami aku."


"Hallo ma, apa kabar? saya Satria suami Stela." dengan sigap Satria meraih tangan Cintya kemudian menyalaminya.


Sementara itu Cintya tampak kaku dan gelagapan, "I-iya ba-baik." ucapnya terbata-bata.


"Ayo masuk!" setelah mampu menguasai dirinya kembali, Cintya mempersilahkan keduanya untuk masuk.


"Biar Stela yang buat ma." Stela menahan tangan Cintya yang hendak pergi ke dapur, yang ia yakini ingin membuatkan minum untuknya dan Satria.


"Mama duduk aja disini, katanya mama mau kenal sama Satria."


"Y-yaudah."


Seperginya Stela kedapur, keduanya tampak canggung, bahkan banyaknya pertanyaan yang sudah Cintya siapkan ketika bertemu dengan menantunya itu menguap begitu saja.


"Umz, mama mau tinggal lama disini?" ujar Satria, berusaha memecah keheningan yang terasa dingin dan tidak mengenakan itu.


"Nggak, mungkin hanya tiga hari."


"Kenapa nggak tinggal lebih lama aja ma, saya yakin Stela masih ingin bersama mama disini, saya sendiri nggak keberatan kalau Stela harus bermalam dengan mama hingga beberapa hari."


"Mama banyak pekerjaan, yang nggak bisa mama tunda." bohongnya, sejak kepulangan Stela dan Adrian tadi pagi ia sudah merenungi banyak hal, termasuk keputusan untuk menyetujui pernikahan putrinya dengan siapapun ia menikah.


Baginya cukup sudah ia menyiksa putrinya dengan keegoisannya selama ini, dan kini ia akan mendukung apapun yang akan membuat Stela bahagia.


*


*

__ADS_1


__ADS_2