Pesona Twins S

Pesona Twins S
Canggung


__ADS_3

Selesai acara, Satya dan keluarganya membawa Mutia kerumah mereka sedangkan orang tua dan keluarga Mutia sendiri hari itu juga memutuskan untuk segera kembali ke Bandung.


"Muti, mulai sekarang kamu akan tinggal dirumah bunda ya, jangan sungkan apapun yang menurut Muti tidak nyaman langsung bicarakan sama bunda atau ayah, Muti juga bisa kasih tahu bunda jika Satya anak bunda itu tidak peka sebagai lelaki."


"B-baik bun." jawab Mutia lirih.


"Ayah tahu, dalam berumah tangga itu pasti ada perasaan tak nyaman ketika kita masih satu rumah dengan orang tua ataupun anggota keluarga kita yang lain, ayah sendiri pernah berada di posisi itu, ayah paham sekali! tetapi nak, ayah mohon bertahanlah dan bersabar sebentar hingga Satya lulus sekolah dan memiliki rumah sendiri." Ando menatap gadis yang baru saja sah menjadi menantunya itu.


"Iya nak, kami akan sangat senang sekali jika Muti mau tinggal bersama kami, setidaknya Cantika memiliki teman untuk mengobrol, dan tidak kesepian." sambung Nada.


Sementara Cantika yang duduk di sebelah Satria tersenyum senang, sembari mengatupkan tangan sebagai tanda permohonan agar Mutia mengiyakan keinginan kedua orang tuanya.


"Muti bersedia kan nak,?" tambah Nada.


"Iya bunda." jawab Mutia, yang membuat mereka mendesah lega terutama Satya.


"Yasudah kalau begitu, Satya bawa istrimu kekamar, bantu dia untuk merapikan barang-barangnya."


"Iya bun, kalau begitu aku sama Muti keatas dulu." pamitnya.


Satya menenteng koper yang berisi barang-barang milik Mutia yang dibawa langsung dari Kostan tadi pagi, tidak semua memang! masih banyak barang lainnya yang tersisa di kostan, mungkin besok atau lusa Mutia akan mengambil sisanya.


"Ini kamar aku Mut." ujar Satya setelah membuka lebar pintu kamarnya, ''Ayo masuk!"

__ADS_1


"Ayo!" menarik pergelangan tangannya saat gadis itu hanya diam berdiri diambang pintu kamar, dan terlihat ragu.


Mutia menatap sekeliling kamar Satya yang terlihat rapi dan tidak terlalu banyak barang, kamar yang di cat dengan warna abu muda itu tampak terasa teduh di pandangan mata.


Namun jantungnya mendadak berdetak tak karuan, saat menyadari bahwa mulai saat ini ia akan tidur dikamar serta di ranjang sama dengan seorang laki-laki yang bergelar suami.


"Kok malah bengong sih, ayok aku bantuin nata barang-barangnya."


Satya membuka sebuah lemari kosong yang tentu sudah disiapkannya tiga hari sebelum mereka menikah.


"Ng-nggak usah kak, biar aku sendiri aja yang nata."


Tak ingin berdebat, dan tentunya tak mau membuat sang istri merasa canggung Satya pun memilih untuk mengambil handuk kemudian memasuki kamar mandi.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Satya yang terlihat segar dengan rambut basahnya.


Sementara Mutia memalingkan wajahnya saat menyadari tubuh Satya hanya tertutup dibagian pinggang hingga lututnya.


"Sorry, aku lupa bawa baju ganti." cicit Satya, ia sendiri rupanya lupa jika saat ini dikamarnya bukan hanya ada dirinya.


"I-iya kak." jawab Mutia tanpa menoleh, menyembunyikan wajahnya yang mendadak terasa memanas.


Hingga malam tiba keduanya sibuk dengan aktifitasnya masing-masing, Satya yang sibuk menghafal karena sebentar lagi akan memasuki ujian akhir, sedangkan Mutia sibuk berbalas pesan chat dengan sahabatnya.

__ADS_1


Pukul 20:21 Satya merapikan bukunya yang menandakan bahwa ia sudah selesai dengan urusan belajarnya, membuka lemari mengambil selimut cadangan, kemudian menaiki ranjang yang sama yang ditempati Mutia.


Mutia yang melihat pergerakan suaminya, merapatkan selimut dengan hati berdebar, ia belum siap untuk melakukan kewajiban pertamanya sebagai seorang istri, alasannya karena ia takut, dan tentunya Mutia belum bisa memastikan perasaannya untuk Satya itu seperti apa.


"Jangan begadang, besok sekolah, selamat tidur." ucap Satya sebelum laki-laki itu merebahkan tubuhnya terbang ke alam mimpi.


Sementara Mutia mengerutkan kening, ia mendesah kecewa, saat melihat wajah lelap suaminya, ia sendiri bingung kecewa karena apa.


*


*


Hallo readers tercinta, lama tidak menyapa☺🤗


Semoga selalu dalam keadaan sehat ya! 😊


Terimakasih yang sudah mengikuti perjalanan kisah cinta Twins S hingga kini, terimakasih juga yang selalu memberikan hadiah, vote, like, serta komen kalian tanpa di minta😊


Maafkan author jika cerita ini terlalu membosankan, 😁


Peluk jauh dari author🤗🤗🤗


*

__ADS_1


*


__ADS_2