Pesona Twins S

Pesona Twins S
CCTV


__ADS_3

Grep!


Stela langsung memeluk Satria, begitu cowok ganteng nya itu keluar.


"Aku minta maaf Sat, maaf untuk semuanya, maaf karena aku masih meragukan kamu, maaf karena aku nggak menganggap kamu sebagai satu-satunya orang yang bisa aku percaya, aku sayang kamu sat."


Deg!


Satria terpaku, namun detik berikutnya ia tak mampu lagi untuk menyembunyikan senyum bahagianya.


Kemudian membalas pelukan Stela yang terasa begitu hangat dan nyaman baginya.


"Sat?" Stela mengurai pelukan kemudian mendongak menatap wajah Satria dari jarak yang sangat dekat.


"Kamu kok diem aja, kamu nggak mau maafin aku?"


"Maunya gimana?" tanyanya yang kini memasang wajah datar.


"Ya_ ya di maafin."


"Nggak semudah itu Auristela Ayudia Putri." ucapnya penuh penekanan.


"J-jadi kamu nggak mau maafin aku."


"Bisa aja sih, tapi dengan satu syarat." Satria menyunggingkan senyum tipis, yang membuat Stela menatapnya curiga.


"A-apa syaratnya?"


"Ikut aku." Satria menggenggam satu tangan Stela menariknya kesamping rumah.


"K-kita mau ngapain Sat?" tanya Stela gemetar bahkan kedua telapak tangannya terasa lembab dengan keringat dingin, saat Satria mulai memepetkan tubuhnya kearah tembok, yang menjadi dinding bagian samping rumahnya.

__ADS_1


Tak mengatakan apapun, Satria menarik tengkuk Stela, memandanginya beberapa saat sebelum kemudian mendaratkan satu ke cupan ringan dibibir gadisnya, dan dirasa tak ada penolakan Satria mulai bergerak me ***** dan menyesap bibir mungil tersebut hingga kebagian terdalam.


Tidak hanya sekali, namun berkali-kali, ia seolah tak ingin berhenti, seperti mendapatkan sesuatu yang terasa nyaman, dan tak bisa melepaskannya begitu saja.


Kemudian ia mulai melepaskannya saat dirasa Stela mulai kewalahan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.


Keduanya kembali berpandangan dengan degup jantung yang sama-sama berdetak hebat, seolah akan melompat dari tempatnya.


"Sat, a-apa kamu sering melakukan ini sama banyak cewek di luar?" tanyanya gugup, namun ia akan sangat penasaran jika tak bertanya langsung.


Satria tersenyum miring, seraya mengusap sisa saliva yang menempel di bibir gadisnya menggunakan ibu jarinya.


"Kenapa kamu nanya gitu?"


"K-karena itu, ummz t-tadi kamu kelihatan lihai banget." sahut Stela lirih, dan repleks memalingkan wajahnya, kearah lain.


Satria tergelak, kemudian meraih dagu Stela agar kembali menatapnya.


Sementara Stela termangu menatapnya tak percaya, mana mungkin laki-laki playboy sekelas Satria hanya melakukannya sekali ini. batinnya.


"Kamu nggak percaya yang?" Satria memicing memperhatikan raut wajah Stela yang terlihat kaku.


Stela menggeleng kecil, "Nggak!"


"Aku udah jujur lho yang, sumpah! ini pertama kalinya aku nyium cewek, kecuali nyium Cantika adek aku."


"Bohong!"


"Apa perlu aku kumpulin semua mantan aku terus kamu tanyain mereka satu persatu, gimana?"


"Kamu gila!"

__ADS_1


"Aku serius, supaya kamu tahu kalau dari sekian banyaknya cewek yang pernah aku pacarin, nggak ada satupun yang aku sentuh, ya kecuali pegangan tangan, itu juga kalau mereka yang punya inisiatif duluan."


Deg!


Hati Stela berdesir, merasakan sesuatu yang terasa asing, haruskah ia berbangga diri jika memang yang dikatakan Satria itu benar!


Akan tetapi hatinya tak mudah untuk percaya, bukankah laki-laki selalu berkata demikian, didepan semua gadis yang menjadi pacar barunya.


Namun disisi lain entah mengapa hatinya meminta agar percaya pada laki-laki yang berdiri dihadapannya tersebut.


Laki-laki yang akhir-akhir ini mampu memporak-porandakan hatinya, sekaligus laki-laki yang membuatnya selalu memiliki perasaan tak tenang jika mengabaikannya.


"Aku tahu kalau berhubungan dengan masa laluku, kamu nggak akan gampang percaya yang, jadi aku bakalan ngebiarin kamu sampai bener-bener percaya dan nyaman ada disamping aku seiring berjalannya waktu." ujar Satria membuyarkan lamunan Stela.


"Sat?"


"Ya."


"Aku bakalan kasih kamu kepercayaan lima puluh persen_"


"Lho kok cuma 50% nggak adil dong yang, 50% nya lagi kemana?" protes Satria.


"Ihs, kan bertahap."


"Segitunya yang, oh iya kok jadi nggak romantis gini sih, sekali lagi boleh ya yang." Satria hendak mencondongkan wajahnya kembali sebelum kemudian suara mang Ujang mengurungkan keinginannya.


"Den maaf, mamang cuma mau ngasih tahu kalau beberapa hari yang lalu bapak nyuruh si Dirman buat masang CCTV sekitar sini," ujar mang Ujang yang sontak membuat keduanya saling berpandangan.


*


*

__ADS_1


__ADS_2