Pesona Twins S

Pesona Twins S
Kelahiran baby Nafisa (End)


__ADS_3

Satria bersungut-sungut menatap hewan berbulu dihadapannya yang terlihat tak sabaran melahap makanan diatas piring yang dibawanya.


Ya, pada akhirnya mau tidak mau, ia pun menyanggupi permintaan Satya, lebih tepatnya permintaan Mutia yang saat ini tengah mengidam hal yang tak biasa tersebut.


"Sumpah ya anak Lo kayaknya mau balas dendam ke gue karena dulu Stela sering ngidam di beliin rujak bebek yang ada di Bandung sama elo." keluh Satria yang mulai memakan makanan di piring yang sama bersama kucing berwarna abu tua milik Mutia yang menatapnya seolah menganggap dirinya musuh besar, karena telah merebut makanannya.


"CK, mana gue tahu Sat, memangnya ibu hamil moodnya bisa di prediksi?"


"Nggak juga sih, gue udah ngerasain sih soalnya." jawab Satria membawa ingatannya pada masa-masa Stela mengidam saat hamil kedua anaknya Zahran dan Zayyan, dimana saat itu ia hampir kewalahan mengimbangi mood Stela yang berubah-ubah.


Ia bahkan pernah disuruhnya membuat gulai kambing, sesuatu hal yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya, lebih parahnya selesai dimasak Stela tidak mencicipi walau seujung sendokpun, justru malah menyuruhnya untuk menghabiskan seluruh makanan tersebut hingga habis.


Beberapa gelas ia teguk untuk melancarkan tenggorokan nya agar terasa sedikit lebih lega, ia bersumpah makanan hasil dari masakannya itu tidak berbeda seperti kolak! sangat kemanisan, namun mengandung aroma bau khas kambing.


Satya menutup mulut, untuk menyembunyikan tawanya yang tertahan saat melihat saudaranya yang terlihat susah payah menelan makanan yang sama di piring kucing peliharaan istrinya.


Dan setelah makanan itu tersisa setengahnya, rupanya Satria benar-benar tidak lagi punya kekuatan untuk menahan sesuatu yang sejak tadi terasa bergejolak menggelitik dari bagian perut hingga tenggorokan nya.


"Maaf ya kak." ujar Mutia dengan raut wajah bersalah, begitu Satria kembali dari kamar mandi dengan tubuh sempoyongan dan terlihat lemah.


"Ok nggak apa-apa, nggak masalah!" Satria mengibaskan tangannya yang mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja.


*

__ADS_1


*


"Nafisa?" ujar Mutia dengan senyum merekah menatap putri kecilnya yang telah lahir satu jam yang lalu.


"Iya, bagus kan sayang?" Satya mengelus pipi merah putrinya yang terasa sangat halus.


"Doain gue ya, semoga kali ini gue bisa punya anak cewek juga." ujar Satria yang sejak pagi tadi sudah berada disana menemani Satya dan Mutia di rumah sakit, karena Ando dan Nada sedang menemani Cantika di Jogja yang tengah dirawat, karena terkena penyakit tifus.


"Gimana Sat, bini Lo udah diperiksain belum?"


"Udah, dan hasilnya positif, makanya hari ini dia belum bisa datang jengukin baby Nafisa, soalnya hamil yang kedua ini dia mabuk parah."


"Tidak apa-apa kak, seharusnya kak Satria juga tidak perlu berlama-lama disini kasihan kak Stela." Mutia berujar.


"Tolong bilangin juga rasa terimakasih aku sama kak Stela." ucap Mutia yang diangguki Satria.


*


Nada dan Ando tersenyum dengan mata berkaca-kaca, saat menggendong baby Nafisa yang kini berusia satu minggu, sangat disesalkan baginya karena untuk pertama kalinya ia tidak bisa menemani dan menyaksikan langsung kelahiran cucunya dikarenakan putri bungsu mereka yang berada di Jogja sempat keritis dan demam tinggi hingga beberapa hari.


Dan setelah dinyatakan sehat, ia bergegas kembali ke Jakarta, dan langsung menemui cucu perempuannya yang sangat cantik dan persis sekali dengan Mutia, hanya matanya saja yang mirip ke Satya.


"Ketiga anak laki-laki bunda akhirnya punya anak juga, tinggal nungguin dari yang anak gadis." ucap Nada yang tak berhenti tersenyum menatap cucu mungilnya tersebut.

__ADS_1


"Jangan dulu lah, lagian Cantika masih kuliah juga." sahut Satya.


"Bunda harap juga begitu, belum rela juga sih anak bunda diambil orang." lanjut Nada yang disambut gelak tawa dari mereka.


*


*


Terimakasih yang sudah mengikuti dan mampir ke karya Author yang satu ini πŸ₯°


Juga terimakasih untuk semua dukungan dan suport kalian selama ini, I ❀️ U


Mohon maaf jika kurang berkesan dan masih banyak sekali kekurangan nya😁


*


Jangan lupa mampir juga di kisah Cantika dan Langit yang merupakan Sequel terakhir dari novel Suamiku Anak SMA, dengan judul dibawah ini.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


"Menggapai Langit."


*

__ADS_1


*


__ADS_2