
"Cari siapa?" ujar pemuda berperawakan tinggi yang baru saja keluar dari pintu kupu-kupu tersebut.
"Euhmz itu_" lidah Cantika mendadak kelu, saat pemuda yang seumuran dengan abangnya tersebut melangkah semakin dekat kearahnya.
"Eh bro, gue telponin kagak diangkat, tahunya lo malah disini, kalau gue tahu lo mau keluar, ngapain coba repot-repot gue telponin elo." ucap Satria, yang membuat Cantika bernafas dengan lega.
"Eh elo Sat, jadi ini_" Pemuda yang sering disapa dengan sebutan Langit itu bertanya dengan isyarat mata.
"Lo lupa sama adek gue?" ujar Satria yang sontak membuat Langit mengerutkan kening, ia mencoba mengingat-ingat kembali masa-masa tiga tahun kebelakang, seingatnya saat itu Satria hanya memiliki satu adik perempuan selain Satya saudara kembarnya.
"Cantika Lang, masa sih lo lupa."
Langit tampak mengangguk, dia bukannya lupa, hanya saja dalam waktu tiga tahun ini, ternyata wajah Cantika sudah berubah banyak, lebih bersih dan tentunya lebih cantik, karena seingat dia saat itu Cantika masih duduk di bangku SD, dan sedikit kumal tentunya.
"Cantika ya, maaf! agak pangling." ucapnya dengan senyum khas seorang Arbi Langit perkasa, yang membuat Cantika meringis canggung.
"Ternyata aslinya lo lebih cakep dibanding gambar lo saat panggilan vidio." celetuk Satria.
"Sialan! bisa aja lo, yaudah masuk yuk, ajak sekalian adek lo kedalem."
"Serius, kagak ngerepotin nih?"
"Ck, elo kayak yang kesiapa aja."
"Lo tunggu dulu disini." menunjukan sofa di hadapan mereka, kemudian pamit ke belakang untuk membuatkan mereka minuman.
"Ngomong-ngomong, pada kemana nih, sepi banget rumah." mata Satria menyapu seluruh ruang tamu, yang memang benar-benar sepi, sangat berbeda dengan keadaan tiga tahun yang lalu dimana ada gelak tawa dari ke lima kakak perempuan Langit."
"Minum dulu nih." Langit meletakan nampan yang berisi dua gelas jus buah, yang langsung diteguk Satria.
__ADS_1
"Beuh seger banget, tahu aja kalau gue lagi haus."
"Bisa aja lo."
"Kak Hanum sama kak Salwa kerja di Jogja, sebenarnya udah married juga sih dua tahun yang lalu."
"Married? seriusan! lah, napa gue kagak diundang ngab?"
"Cuma akad Sat, nggak ada acara apa-apa, lagian dia juga kagak balik kesini, acaranya di rumah suaminya."
"Terus, kak Sita, kak Rena, sama kak Syifa kemana?"
"Kak Sita, seperti yang elo tahu lah, dia lebih suka ngekost sendiri dibanding tinggal sama saudaranya yang lain, kak Rena juga udah Married tahun lalu, kalau kak Syifa sekarang kerja bareng suaminya."
"Terus tinggalnya dimana?"
"Gila ya, dalam waktu tiga tahun keadaan bener-bener banyak yang berubah, lo juga kagak tahu kan kalau sekarang si Satya udah Married."
"S-satya, seriusan lo?"
"Elah, kagak percaya!"
"Jadi, dia ngikutin jejak bang El, kawin muda."
"Ya gitu deh, dan mungkin bentar lagi gue yang bakal nyusul."
"Seriusan lo,?"
"Kalau gue cuma main-main kagak bakalan gue dateng kesini lah, dua hari lagi, dateng ya."
__ADS_1
"Jadi ini seriusan?" Langit tampak belum sepenuhnya percaya, karena ia tidak mungkin lupa dengan sikap playboy Satria sejak dulu.
"Gue jadi penasaran cewek kek gimana sih yang udah buat seorang Satria Aji Arsenio tunduk, dan dengan gampangnya melangkah kejenjang yang lebih serius, asli gue pengen tahu bro."
"Makanya dateng, tempatnya di Villa milik bokap gue yang di ci Bubur, inget kan? masa iya lupa, lo bahkan pernah nginep selama dua malem disana."
"Iya, gue inget kok, ok besok gue dateng."
*
Setelah cukup mengobrol dan berbasa-basi sekedar melepas rindu dan mengenang masa-masa SMP dulu, Satria dan Cantika pun pamit pulang, karena waktu sudah menunjukan pukul tiga sore.
Tak lupa keduanya membeli jajanan pasar yang tidak jauh dari rumah langit untuk dibawanya pulang dan dimakan bersama-sama nantinya.
"Bang, bang Langit ganteng banget ya, gemes deh!" celoteh Cantika.
"Ck, anak kecil udah tahu ganteng! belajar yang bener, nggak usah pacar-pacaran."
"Dih, pinter banget abang ngomongnya, padahal abang sendiri lebih parah." gerutu Cantika.
"Kalau abang tuh beda, jangan ngikutin jejak abang dek, ikutin yang baik-baik nya aja, jangan seperti abang."
"Tapi bang_"
"Langit udah punya pacar." lanjut Satria yang membuat Cantika seketika terdiam.
*
*
__ADS_1