
[Hidup memang penuh dengan perjuangan] kutipan kata tersebut bukan hanya sekedar kiasan dasar dari segala beban hidup yang mengacu kepada polemik roda kehidupan dan segala macam permasalahan.
Khaira Ningrum adalah seorang gadis sederhana, ia berjuang untuk hidupnya menuntut pada kebahagiaan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Namun, rasa bahagia itu sendiri tak serta merta ia dapatkan dari orang lain, dari barang mewah, maupun dari pasangan dan dari keluarga yang harmonis.
Setelah mengalami pertumbuhan yang membuatnya melalui perjalanan hidup yang tidak mudah. Ia mengerti satu hal, bahwasanya kebahagiaan datangnya berawal dari diri sendiri.
Ia hanya tinggal dengan seorang Ayah yang sudah renta, karena sang Ibu minggat entah pergi kemana sejak usia Khaira enam tahun.
__ADS_1
Membuat Khaira beranggapan bahwa wanita yang telah melahirkannya tidak ingin hidup susah bersama sang Ayah.
“Apakah aku salah, jika aku beranggapan wanita itu matre?” Khaira merenung sejenak, tapi kemudian ia menyadari kalau hidup memang butuh materi, “tapi memang manusia nggak bisa hidup tanpa uang dan materi. Meskipun uang nggak serta merta bisa membeli segalanya apalagi kebahagiaan? tapi memang semuanya butuh uang.”
Dari kehancuran keluarga yang tidak harmonis. Itulah sebabnya Khaira memandang rendah terhadap ikatan pernikahan. Dan membuatnya tidak memikirkan tentang pernikahan dan tidak ada rencana untuk berumah tangga.
Sampai pada suatu ketika, Khaira dihadapkan pada suatu pilihan yang mengharuskannya memilih untuk menerima hukuman yang membuatnya malu seumur hidup atau menikah dengan pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.
__ADS_1
•••
Jika merasa penasaran, yuk segera singgah dan tinggalkan jejak di karya baru dibawah ini ⬇️
Terimakasih.•_•
__ADS_1