Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 100


__ADS_3

Para pelayan segera bergerak dengan cepat ke arah gazebo yang ditunjuk oleh Qing Yuan, mereka harus segera mempersiapkan hidangan yang akan dinikmati oleh kedua orang majikan mereka, terlebih sejak tadi selir Feng Ling memang belum memakan apapun, saat masih berada di paviliun.


Sepertinya selir dari Kaisar Wei Huang itu saat ini tengah mengalami depresi dan banyak pikiran, karena terbebani oleh masalah pengangkatan permaisuri kekaisaran.


Selir Feng Ling berjalan dengan sangat santai ditemani oleh Qing Yuan yang kali ini turut mengikuti langkahnya, pemuda itu sama sekali tidak ingin berjajar dengan sang selir, melainkan dia sengaja berjalan di belakang wanita itu, untuk meminimalisir adanya rumor yang tak sedap tentang dirinya dengan selir Feng Ling.


Terlebih hingga saat ini Kaisar Wei Huang masih belum juga mengeluarkan keputusannya, untuk memilih salah seorang dari kedua wanita itu agar segera dijadikan permaisuri kekaisaran.


Akhirnya keduanya pun sampai di gazebo, dengan segera mereka mendudukkan diri di atas kursi yang telah tersedia, sambil memandang banyaknya hidangan yang telah dipersiapkan oleh para pelayan.


Selir Feng Ling mempersilahkan Qing Yuan untuk memilih terlebih dahulu makanan yang akan dicobanya, sedangkan dirinya saat ini mulai menempatkan beberapa mangkuk kosong di hadapan putra dari Kaisar Wei Huang itu.


Qing Yuan hanya tersenyum tipis, sepertinya saat ini pemuda itu telah menyadari apa yang dipikirkan oleh selir Feng Ling sehingga mengajaknya untuk makan bersama.


Jika bukan karena membutuhkan dukungan untuk pemilihan permaisuri, wanita itu tidak mungkin bersedia untuk berdekatan dengannya. Jangankan untuk berbasa basi dan duduk satu meja, bahkan melirik saja selama ini wanita itu terkesan enggan.


Qing Yuan bersama selir Feng Ling akhirnya menikmati makanan dengan sangat lahap, keduanya sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun dan hanya terdengar suara dentingan sendok saja.


Adab meja makan benar-benar diperlihatkan oleh selir Feng Ling dan juga Qing Yuan, keduanya tetap berfokus pada makanan yang saat ini ada di mangkuknya, daripada memperhatikan reaksi yang ditunjukkan oleh masing-masing pihak yang berada di hadapannya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya keduanya selesai menikmati hidangan yang telah disajikan. Sambil meneguk segelas air putih, Qing Yuan segera melirik ke arah selir Feng Ling untuk mempertanyakan kedatangannya yang tiba-tiba.


"Katakan! Apa yang pangeran ini bisa bantu untuk ibu selir?" ucap Qing Yuan dengan sangat santai, sambil menyimpan kembali gelas yang berada di dalam genggaman tangannya itu di atas meja.


Mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Qing Yuan, selir Feng Ling pun tersenyum tipis, sepertinya putra dari Kaisar Wei Huang itu benar-benar sangat pandai, sehingga mengetahui jika saat ini dirinya memang memiliki maksud tertentu, sehingga menyempatkan diri untuk bisa makan bersama dan berbincang dengan Qing Yuan.


"Apakah pangeran telah mengetahui tentang pengangkatan calon permaisuri baru untuk kekaisaran? Jika Ibu selir ini boleh mengetahui, siapa yang akan pangeran pilih untuk menjadi wanita nomor satu di kekaisaran jiahu?" tanya selir Feng Ling sambil menatap penuh harap kepada Qing Yuan.


Qing Yuan hanya tersenyum tipis, sejak awal pemuda itu memang telah menebak apa yang menjadi maksud dan tujuan dari selir Feng Ling sehingga mendatanginya, kemudian dengan sangat santai Qing Yuan pun segera mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Siapapun yang dipilih oleh yang mulia, maka itu adalah pilihan terbaik dan pangeran ini pasti akan menerima dengan lapang dada."


Mendengar hal itu, tentu saja selir Feng Ling langsung melotot, bahkan setelah dirinya berbuat sesuatu untuk bisa menyenangkan hati Qing Yuan, namun sepertinya masih belum juga bisa menyentuh hatinya, sehingga selir Feng Ling berpikir untuk melakukan hal yang lain lagi, agar Qing Yuan berada di pihaknya.


"Ibu selir ini sering mendengar, jika saat ini selir Xiao Xia sering bersama dengan yang mulia." ucapnya sambil menunduk.


Qing Yuan hanya mengerutkan dahi sejenak, kemudian dia pun tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari selir Feng Ling.


"Ibu selir Xiao Xia memang sering kali datang untuk mengantarkan makanan yang telah dimasak oleh para pelayan di kediamannya, agar yang mulia Kaisar tidak terlalu fokus dengan permasalahan yang saat ini terjadi di istana kekaisaran. Bahkan dia juga sering menunggu hingga yang mulia Kaisar menyelesaikan pekerjaannya, agar bisa berbincang sejenak untuk melepas rindu."


Mendengar hal itu, selir Feng Ling langsung mendongak, dia baru saja mengetahui ternyata selama ini bukan Kaisar Wei Huang yang mengundang selir Xiao Xia untuk selalu bersamanya, melainkan inisiatif dari selir Xiao Xia sendiri yang terus mencoba untuk bisa dekat dengan sang Kaisar.


Akhirnya selir Feng Ling pun menganggukkan kepalanya, sambil melengkungkan senyuman tipis ke arah Qing Yuan.


"Haruskah ibu selir ini melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh selir Xiao Xia?" tanyanya sambil menatap wajah putra mahkota kekaisaran jiahu itu.


"Tidak! Jika ibu melakukan hal itu, maka semua orang akan berpikir bahwa ibu saat ini tengah merasa cemburu ataupun iri dengan selir Xiao Xia, lakukan hal yang lain yang bisa membuat yang mulia Kaisar menjadi lebih tertarik dengan ibu." ucap Qing Yuan sambil menatap tajam ke arah selir Feng Ling.


Qing Yuan segera berdiri dari kursinya, dia berpamitan untuk kembali ke lapangan dan berlatih bersama para prajurit yang lain. Selir Feng Ling hanya bisa tersenyum kecut, hingga saat ini dia belum bisa memikirkan apa yang harus dilakukannya, agar bisa menarik Kaisar Wei Huang untuk melirik ke arahnya.


"Sebentar lagi musim dingin, rajut lah beberapa pakaian tebal untuk dipakai oleh yang mulia." ucap Qing Yuan sambil berjalan dengan santai meninggalkan selir Feng Ling yang saat ini terlihat melongo.


Wanita itu baru saja menyadari apa yang harus dilakukannya, setelah Qing Yuan menyampaikan ide terbaiknya, kemudian dengan kecepatan kilat, selir Feng Ling pun memerintahkan para pelayannya untuk segera mencari benang dan juga jarum, dia harus menyelesaikan pakaian hangat itu dalam waktu 1 bulan agar tidak menghambat kedekatannya dengan sang Kaisar.


Apalagi dalam waktu 1 bulan ke depan, akan segera di langsungkan sebuah acara yaitu pesta untuk ulang tahun putri Xuan Jian yang ke-11 bersama Qing Yuan.


Dia akan memberikan hadiah itu tepat di hari ulang tahun ke-2 orang putra putri kaisar Wei Huang.


Selir Feng Ling berjalan Kembali menuju ke paviliunnya dengan wajah yang penuh semangat, binar kebahagiaan terpancar dari rona wajahnya, apalagi saat ini otak kecilnya telah menemukan solusi yang harus dia lakukan, sehingga tak lagi mengurung diri di dalam kamar dan menghancurkan satu persatu barang yang ada di sana.

__ADS_1


Dia telah mengetahui langkah pasti yang telah ditempuh oleh selir Xiao Xia, maka dia pun akan mengimbanginya dengan memberikan sesuatu yang berharga yang bahkan dibutuhkan oleh sang Kaisar saat cuaca dingin.


.


.


.


Di belakang gudang kosong yang terletak di ujung paling kiri belakang istana kekaisaran, beberapa sosok saat ini telah berdiri dengan sangat tenang, mata mereka melirik ke kiri dan ke kanan untuk meyakinkan jika saat ini tak ada satu orang pun yang mengetahui keberadaan mereka, yang tengah menyusun rencana besar untuk bisa segera menghancurkan kekaisaran jiahu.


Bahkan wajah ketiganya tertutup oleh cadar berwarna hitam, apalagi kepala mereka juga menggunakan tudung berwarna senada agar tidak ada satu orang pun yang mengetahui identitasnya.


"Bagaimana keadaan pasukan kita?" tanya salah seorang pria sambil membuka caping yang dipakainya, kedua orang pria yang lain segera menangkupkan tangan dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemuda itu.


"Semuanya telah siap untuk melakukan penyerangan dadakan ke istana kekaisaran jiahu, pangeran."


"Itu bagus! Katakan kepada ayah untuk segera bersiap, malam ini juga kita harus bisa menghancurkan seluruh wilayah kekaisaran jiahu dan melengserkan Kaisar Wei Huang dari singgasana yang selama ini didudukinya." ucap pemuda itu memberikan perintah.


"Lalu bagaimana dengan putra dan putri Kaisar Wei Huang, pangeran?" tanya pria itu.


"Aku telah mempersiapkan beberapa ramuan untuk membuat semua orang tertidur dengan sangat lelap malam ini, salah seorang anggota kita telah menyamar menjadi pelayan bagian dapur, dia akan memasukkan ramuan itu kepada makanan yang akan dihidangkan untuk seluruh anggota keluarga kekaisaran malam ini." ucap pemuda itu.


Setelah beberapa saat, ketiga orang itu berbisik-bisik, akhirnya mereka pun mulai meninggalkan area itu dengan sangat cepat, seolah tidak pernah terjadi pembahasan apapun di sana.


Sepertinya ketiga orang itu masih belum menyadari, kemunculan seorang gadis yang saat ini tengah merayap-prayap di atas bubungan rumah seperti seekor cicak.


Dia yang selama ini memang telah terlatih menjadi mata-mata, tidak mungkin meninggalkan aura keberadaannya, sehingga musuh sebesar apapun jarang bisa mengendus keberadaannya dari bau ataupun aura yang keluar dari tubuhnya.


"Hohoho... Ternyata begitu." cicit gadis itu dengan suara yang sangat pelan.

__ADS_1


Dia pun segera meloncat dengan sangat cepat untuk kembali menuju paviliun anggrek dan memberitahukan informasi penting yang telah didapatkannya, setelah berhasil mengendap-endap selama beberapa waktu terakhir, di atas bubungan istana kekaisaran jiahu.


"Apaaa?" teriak Xuan Jian sambil memelototkan matanya, saat mendengar laporan yang diberikan oleh Xiu Lan, atas hasil dari upaya gadis itu mengendap-ngendap mencari informasi di seluruh wilayah istana kekaisaran Jiahu.


__ADS_2