Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 66


__ADS_3

Trang...


Trang...


Trang...


Terdengar suara pedang berbenturan, antara para prajurit dan juga kelompok perampok itu, mereka mulai beradu jurus satu sama lain. Sementara hingga saat ini ketua perampok itu masih berdiri dengan santai, menunggu anak buahnya selesai mengalahkan para prajurit.


Xuan Jian memperhatikan pertarungan antara mereka, hingga akhirnya dia pun mengerucutkan bibirnya melihat kemampuan para prajurit yang ternyata belum cukup kuat menghadapi para perampok itu. Meskipun jumlah mereka 2 kali lipat dibandingkan jumlah lawan saat ini.


Ming Xiu Ya akhirnya turun tangan setelah melihat wajah kesal Xuan Jian, dia mulai menunjukkan kemampuan bertarungnya dihadapan putri kekaisaran itu.


Trang...


Trang...


Trang...


Terlihat beberapa orang prajurit yang mulai terdesak dengan gerakan yang diberikan oleh lawan mereka, namun Ming Xiu Ya langsung melompat ke arah prajurit itu dan memberikan tekanan ke arah lawan, sehingga membuat beberapa orang para perampok akhirnya berhasil diatasi dengan cepat olehnya.


Sret...


Sret...


Sret...


Crash...


Ming Xiu Ya langsung memberikan serangan yang mematikan kearah lawannya, dia mulai menebas dan melukai para perampok tanpa ampun, hingga akhirnya beberapa orang diantara mereka mulai terkapar pingsan atau pun mati akibat serangannya.


Ketua perampok itu akhirnya turun tangan, dia bergerak ke arah Ming Xiu Ya untuk memberikan serangan kejutan dari arah belakang. Xuan Jian yang melihatnya tidak diam saja, dia pun langsung melompat turun dari atas kudanya dan memberikan tinjuan yang sangat mematikan ke arah perut buncit milik pria tua yang merupakan ketua perampok itu.


Buagh...


Bruk...


Akhirnya ketua perampok itu pun terjatuh di tanah sambil memegang perutnya, tinju yang diberikan oleh Xuan Jian tidak main-main, dia menggunakan sekian persen tenaganya, untuk memberikan serangan telak ke arah ulu hati ketua perampok itu.


"Dasar gadis sialan! Berani sekali kau menyerang secara diam-diam terhadapku!" ucap si ketua perampok itu tidak terima diberikan serangan tiba-tiba oleh Xuan Jian.


Namun gadis itu hanya tertawa terbahak-bahak, mendengar ucapan dari si ketua perampok. "Bukankah kau yang ingin memberikan serangan kejutan secara diam-diam terhadap Jenderal kekaisaranku? lalu mengapa kau tidak bisa menerima jika aku melakukan tindakan yang sama terhadapmu?" ucapnya sambil bertolak pinggang, dia pun menaik turunkan alisnya sebagai pertanda untuk mengolok-olok ketua perampok itu.


"Cih! Kau itu hanyalah seorang gadis! Apa yang bisa kau lakukan jika aku menggunakan seluruh kemampuanku untuk melenyapkanmu?" ucap ketua perampok itu mulai terpancing emosi oleh ucapan Xuan Jian.


"Kau terlalu menganggap dirimu tinggi, hanya karena menjadi seorang ketua perampok, kau telah menjadi seorang yang sangat sombong dan juga arogan. Mari buktikan kemampuanmu, jika kau memang benar-benar bisa mengalahkanku!" ucap Xuan Jian seraya menarik pedang yang berada di pinggangnya.

__ADS_1


Ketua perampok itu pun membelalakan matanya, dia tak menyangka jika Xuan Jian memiliki kemampuan untuk berpedang, tak lama dia pun langsung kembali bangkit dan mulai mempersiapkan jurus untuk menyerang Xuan Jian.


Hiyaaaaa...


Trang...


Trang...


Trang...


Duagh...


Sret...


Bruk...


Ketua perampok itu pun tersungkur di atas tanah setelah merasakan tendangan yang langsung menghantam batok kepala miliknya disertai dengan tebasan ke arah tangan kanannya, membuat dia terhuyung ke belakang dan langsung ambruk di atas tanah.


Dia tak menyangka jika Xuan Jian akan memberikan perlawanan yang sangat sengit terhadapnya, terlebih gadis itu juga memiliki kemampuan yang sangat tinggi dalam hal bertarung ditambah dengan kekuatan fisiknya yang lebih dibandingkan dengan orang-orang yang biasanya dihadapi oleh ketua perampok itu.


"Ternyata kemampuanmu tidak sebesar ucapanmu! Dasar pria tua bangka tak tahu diri!" ucap Xuan Jian seraya bertolak pinggang kembali di hadapan ketua perampok, yang saat ini masih tersungkur di atas tanah.


Dia belum lagi bisa bangun dari tempatnya, karena merasakan pusing dan juga mual setelah tendangan yang dilakukan oleh Xuan Jian berhasil membuat sebuah benjolan kecil di belakang kepalanya, apa lagi saat ini tangannya pun mulai terasa perih akibat tebasan dari Xuan Jian.


"Apakah kalian semua akan terus bertarung?" tanya Xuan Jian seraya mengalihkan pandangannya ke arah para perampok yang saat ini masih terus saja bertarung dengan para prajurit kekaisaran.


"Apa yang kau lakukan terhadap ketua kami?" tanya salah seorang perampok itu.


"Kau tanyakan saja pada pria tua bangka itu! kenapa harus bertanya padaku?" tanya Xuan Jian.


Sontak perampok itu pun langsung marah, dia melayangkan sebuah tebasan yang sangat mematikan ke arah Xuan Jian.


"Dasar gadis sialan! matilah kau!" teriaknya.


Trang...


Trang...


Trang...


Jleb...


Xuan Jian langsung menancapkan pedangnya pada perut perampok itu hingga menembus tubuhnya. Terlihat mata perampok itu melotot karena kaget dengan serangan Xuan Jian. Dia tak menyangka jika dirinya akan mati ditangan gadis kecil yang ada dihadapannya saat ini.


Sedangkan para perampok yang lain terlihat mulai membelalakkan matanya, mereka sedikit takut dengan gadis kecil yang ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa, hingga mampu menumbangkan ketua perampok dan juga membunuh seorang wakil ketua perampok itu.

__ADS_1


"Cih! Dasar merepotkan!" Xuan Jian menggerutu sambil mencabut kembali pedangnya dengan sangat kasar, dia pun mulai membersihkan pedang itu dengan menggunakan hanfu yang dipakai oleh musuhnya yang baru saja dia bunuh.


"Aku tak ingin berbasa-basi dengan kalian semua! Sekarang tunjukkan di mana markas kalian dan keluarkan semua barang berharga milik kalian untukku!" ucap Xuan Jian seraya memasukkan kembali pedangnya.


Mendengar hal itu sontak para perampok pun langsung memelototkan matanya, mereka tak percaya jika gadis kecil yang ada di hadapannya saat ini berniat untuk merampok mereka.


"Apa katamu?" tanya ketua perampok itu, yang baru saja bisa terbangun, matanya terlihat menatapnya nyalang ke arah Xuan Jian.


"Cih! Selain jelek, ternyata kau juga tuli! Berikan seluruh harta benda milik kalian. Jika tidak? Aku akan dengan senang hati membunuh satu persatu dari anak buahmu dan terakhir Kau!" ucap Xuan Jian seraya menunjuk wajah ketua perampok itu.


Mendengar hal itu ketua perampok pun langsung menggertakan giginya, dia seolah enggan untuk memberikan hasil jarahannya selama bertahun-tahun kepada gadis kecil yang saat ini sedang berdiri di hadapannya.


Xuan Jian langsung melesat ke arah belakang dan kembali menarik pedangnya kemudian mulai memberikan serangan brutalnya pada anak buah perampok itu.


Sret...


Sret...


Sret...


Crash...


Jleb...


10 orang perampok kini telah tumbang dengan keadaan tanpa nyawa, Xuan Jian telah membunuh mereka untuk memberikan peringatan kepada ketua perampok itu, agar segera mengeluarkan seluruh harta berharga milik mereka.


Akhirnya ketua perampok itu pun mengakui kekalahannya dan menunjukkan markas yang selama ini mereka tempati dan juga seluruh hasil jarahan selama bertahun-tahun, dia tak mungkin kehilangan seluruh anak buahnya, jika sampai Xuan Jian membunuh semua perampok itu, maka di masa depan mereka tak lagi memiliki kesempatan untuk kembali mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari setiap orang yang melintasi hutan itu.


Xuan Jian hanya tersenyum kecut setelah mendengar persetujuan dari ketua perampok itu, meskipun hatinya bersorak gembira, gadis kecil itu tak juga menunjukkan perasaan senangnya, dia masih tetap setia dengan wajah datar dan tatapan yang sangat tajam ke arah para perampok itu.


"Dasar lambat!" rutuknya sambil bertolak pinggang.


Para prajurit pun segera membantu para perampok itu untuk mengumpulkan seluruh harta benda milik mereka, kemudian mengangkutnya ke dalam kereta barang yang saat ini masih kosong.


Xuan Jian menatap ke arah para perampok itu, ternyata mereka lebih kaya dibandingkan dengan orang-orang yang hidup di istana kekaisaran, bahkan dirinya merupakan orang yang paling miskin selama 10 tahun, karena hidup di sebuah gubuk bobrok yang berada di ujung paling belakang istana kekaisaran tanpa memiliki satu koin emas sekalipun.


Namun ini 10 Kereta barang telah berhasil Mengangkut hasil jarahan milik para perampok itu yang membuat Xuan Jian menjadi satu-satunya orang terkaya di wilayah kekaisaran jiahu, setelah dia berhasil mengumpulkan harta kekayaan sebanyak 35 kereta barang.


"Ayo pergi! Kita harus segera mengunjungi kediaman bangsawan Chao untuk mengisi 15 kereta barang yang tersisa! Aku yakin mereka masih memiliki simpanan harta ditempat lain." ucap Xuan Jian pada para prajuritnya.


Para perampok itu hanya bisa melongo setelah mendengar ucapan dari gadis kecil itu, mereka tak menduga jika ternyata Xuan Jian memang sengaja datang, dengan membawa 50 buah Kereta barang, hanya untuk menguras harta kekayaan milik keluarga bangsawan Chao.


Pemuda berpakaian hitam yang sejak tadi mengawasi gerak gerik Xuan Jian pun hampir saja menjatuhkan rahangnya, dia tak menduga jika gadis yang disukai oleh junjungannya merupakan seorang gadis yang sangat ajaib, dan tentunya hanya satu di seluruh belahan bumi ini.


"Benar-benar serasi dengan pangeran kedua! Mereka memiliki kekejaman yang sama." gumamnya dengan sangat pelan, seraya melesat cepat untuk segera memberikan informasi pada majikannya.

__ADS_1


...----------------...


Khusus besok, Author akan up 1 bab pagi dan 1 bab lagi tengah hari ya readers 🙏🙏🙏


__ADS_2