
Sebuah suara dari belakang kerumunan terdengar dengan sangat dingin, bersama kemunculan seorang pemuda yang saat ini telah berpakaian biasa. Dia berjalan dengan sangat tenang ke arah di mana Kaisar Wei Huang beserta Putra dan putrinya saat ini berdiri dengan tegak.
"Ming Xiu Ya memberi hormat kepada yang mulia Kaisar Wei Huang." ucap pemuda itu.
Kaisar melirik dengan sudut matanya, kemudian menjawab ucapan dari pemuda itu.
"Ming Xiu Ya ataukah Lin Xiu Ya? nama yang mana yang benar?" tanya Kaisar Wei Huang.
Pemuda itu hanya tersenyum canggung, sepertinya saat ini identitasnya memang telah diketahui oleh kaisar Wei Huang beserta putra-putrinya, sehingga dia tidak memiliki alasan lagi untuk terus berpura-pura di hadapan musuhnya itu. Dengan tegas pemuda itu pun segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kaisar Wei Huang.
"Namaku Lin Xiu Ya, pangeran dari kekaisaran tianzi yang pernah kau hancurkan beberapa tahun yang lalu." ucapnya.
Kaisar Weu Huang tersenyum tipis, mendengar ucapan dari pemuda itu. "Zhen benar-benar merasa kagum dengan keberanianmu, pangeran Lin Xiu Ya! kau berani menyusup ke dalam istana musuhmu sendiri dan membawa orang-orang yang sangat tidak kompeten, untuk membantumu dalam rencana balas dendam."
"Sayang sekali, mungkin saat ini orang-orang itu telah tiada karena pasukan terbaik milik Putri Xuan Jian saat ini telah berhasil mendapatkan informasi, tentang orang-orang yang bekerjasama denganmu untuk menghancurkan seluruh istana kekaisaran jiahu dan membunuh seluruh keluargaku."
Deg...
Deg...
Deg...
Dada Lin Xiu Ya langsung naik turun, nafasnya tiba-tiba saja terasa sangat sesak. Dia baru saja mengingat orang-orangnya yang ditinggalkan di dalam istana kekaisaran, terutama salah seorang kepercayaannya yang telah dia perintahkan untuk mencampur racun ke dalam makanan, yang akan dihidangkan untuk seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.
__ADS_1
"Apa yang terjadi denganmu, pangeran Ling Xiu Ya? Apakah saat ini kau tengah memikirkan orang-orang mu, yang mungkin saja telah terbunuh akibat kesalahan yang mereka buat sendiri?" tanya Kaisar Wei Huang sambil menatap tajam ke arah Lin Xiu Ya.
Wajah pemuda itu terlihat sangat pucat, dia benar-benar menyesal karena telah melupakan orang-orangnya. Bahkan beberapa saat yang lalu Lin Xiu Ya sempat meminta kepada salah seorang prajurit untuk segera menyampaikan pesan kepada orang kepercayaannya, agar secepatnya mencampurkan racun ke dalam makanan yang akan segera dihidangkan, untuk seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.
Mungkinkah jika saat ini Kaisar Wei Huang telah mengetahui seluruh rencana yang disusunnya itu? Entah bagaimana nasib dari orang-orang yang selama ini begitu dipercayainya. Semoga saja Kaisar Wei Huang tidak bisa menemukan keberadaan dari mereka, sehingga Lin Xiu Ya tak harus lagi memikirkan nasib yang akan menimpa orang-orangnya itu.
Kaisar Wei Huang tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Lin Xiu Ya yang berubah menjadi semakin pucat pasi, dia mengetahui jika saat ini pemuda itu tengah memikirkan orang-orangnya, yang baru saja berhasil ditangkap oleh para prajurit dari kekaisaran jiahu dan dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Putri Xuan Jian.
"Apakah kau berfikir jika zhen terlalu bodoh, sehingga bisa terus kau bohongi hingga saat ini, pangeran Lin Xiu Ya? Sayangnya zhen memiliki seorang putri yang sangat cerdas seperti putri Xuan Jian, sehingga serapat apapun kau menutupi identitasmu, zhen tetap bisa mengetahuinya." ucap Kaisar Wei Huang.
Lin Xiu Ya hanya bisa tersenyum pahit, sepertinya dia memang tidak akan pernah menang jika harus melawan kemampuan yang dimiliki oleh Putri Xuan Jian, selain karena gadis kecil itu memiliki kemampuan olah tubuh yang sangat bagus, dia juga memiliki otak yang cerdas, Pemikiran yang sangat luas, kemampuan yang luar biasa dalam berpedang dan juga bertarung dengan tangan kosong. Siapa yang bisa melawan gadis kecil itu? Bahkan Kaisar Wei Huang sendiri dibuat bertekuk lutut di hadapan Sang Putri.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Lin Xiu Ya sambil menatap tajam ke arah Kaisar Wei Huang.
Lin Xiu Ya mengerutkan dahinya, pemuda itu masih berpura-pura tidak memiliki token yang diinginkan oleh penguasa nomor satu di kekaisaran jiahu itu.
"Bagaimana bisa kau berfikir jika token itu berada di tangan Pangeran ini? Bahkan selama ini aku berada di dalam istana kekaisaran. Lalu bagaimana caranya sehingga bisa menyimpan token itu dengan begitu sempurna, hingga tidak ada satu orang pun yang bisa mengetahuinya?" tanya Lin Xiu Ya.
Kaisar Wei Huang melirik ke arah sang putri, dengan santai Xuan Jian pun segera menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Lin Xiu Ya.
"Bukankah kau sendiri yang telah menerobos masuk ke dalam paviliun yang dihuni oleh mendiang permaisuri Xue Yi? Kau juga merupakan pria berpakaian hitam yang telah mengambil token itu dari dalam laci milik permaisuri Xue Yi."
Lin Xiu Ya sepertinya masih enggan untuk mengembalikan token itu kepada istana kekaisaran, namun dia masih ingat bagaimana cara Xuan Jian saat dia tengah menekan musuhnya, agar mengikuti seluruh permintaan yang dia ucapkan.
__ADS_1
Mengingat hal itu membuat Lin Xiu Ya akhirnya mau tak mau, dengan sangat terpaksa harus meminta token itu kepada sang ayah. Dia tak ingin seluruh prajurit kekaisaran jiahu bertindak sewenang-wenang terhadap seluruh rakyatnya, terlebih mereka yang tinggal di desa itu merupakan anak buah dari Lin Xiu Ya, sehingga dia pun harus menjamin keselamatan dari mereka yang telah dengan sukarela mengikuti langkahnya.
Kaisar Lin Feng yang mendengar permintaan dari putranya itu langsung mengerutkan dahi, apakah mungkin jika putri Xuan Jian ini benar-benar sangat berbahaya? Sehingga putranya langsung meminta apa yang diinginkan oleh gadis kecil itu?
Sedangkan sejak tadi bahkan Lin Xiu Ya berani berdebat dengan Kaisar Wei Huang, namun saat dia berhadapan dengan gadis kecil itu, Lin Xiu Ya seolah telah kehilangan taringnya, sehingga dengan sangat cepat dia pun meminta barang yang diinginkan oleh Putri Xuan Jian dari tangan sang ayah.
"Apa kau yakin akan memberikan token prajurit itu kepada kaisar Wei Huang? Dia bisa saja mengerahkan seluruh prajurit yang dimiliki oleh keluarga bangsawan Xue untuk membuat perhitungan dengan kita semua." tanya Kaisar Ling Feng.
Lin Xiu Ya menggelengkan kepalanya perlahan, kemudian segera menjawab keresahan yang tengah dialami oleh sang ayah.
"Kita tidak bisa menolak permintaan dari putri Xuan Jian, Ayah! Walau bagaimanapun, nyawa seluruh rakyat kekaisaran tianzi jauh lebih berharga dibanding dari token ini." ucapnya dengan sangat tenang.
Kaisar Lin Feng yang mendengar ucapan dari mulut putranya itu pun segera menganggukkan kepala, kemudian menyerahkan token yang diinginkan oleh putri Xuan Jian dan juga Kaisar Wei Huang itu ketangan Lin Xiu Ya.
Salah seorang prajurit dengan sangat cepat berjalan ke arah Lin Xiu Ya, dia pun mengambil token itu dari tangan si pemuda, kemudian meneliti kembali keaslian token yang diberikannya.
Sedangkan Xuan Jian saat ini terlihat mulai menguap sepertinya gadis kecil itu lebih menyukai tidur daripada mengurus hal-hal yang menurutnya tidak terlalu penting.
"Kau terlihat lebih imut saat menjadi seorang pemuda yang penurut seperti itu, pangeran Lin Xiu Ya." ucap Xuan Jian sambil menyunggingkan senyuman mencibir ke arah mantan pangeran dari kekaisaran tianzi itu.
Meskipun selama ini dia mengakui, bahwa Lin Xiu Ya telah berbuat banyak untuk istana kekaisaran, namun setelah mengetahui identitas asli dari si pemuda, membuat Xuan Jian memiliki kecurigaan tersendiri terhadapnya.
Apalagi Lin Xiu Ya ternyata diam-diam telah berani merencanakan hal buruk, untuk seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu, membuat Xuan Jian harus berfikir 1000 kali jika ingin memberikan pengampunan kepada pemuda itu.
__ADS_1