Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 140


__ADS_3

Setelah menyelesaikan urusan dengan orang-orang di kediaman seluruh bangsawan yang membelot itu, akhirnya pasukan pria berpakaian hitam kembali menuju penginapan. Mereka bergerak dalam gelap agar tidak ketahuan.


Meskipun saat ini suasana menjadi sangat ramai dan juga riuh, akibat banyaknya rakyat yang tiba-tiba saja mendatangi tempat kejadian, namun tak membuat pasukan pria berpakaian hitam itu menjadi takut, bahkan mereka telah berganti penampilan, tak lagi menggunakan pakaian serba hitam dan juga cadar.


Kini mereka kembali mengenakan hanfu mahal, agar tetap terlihat seperti seorang bangsawan. Bahkan mereka juga bergabung dengan barisan rakyat yang berada di sana untuk mengamati keadaan. Sebagian lagi telah kembali menuju penginapan untuk beristirahat, sepertinya mulai sekarang mereka harus membagi tugas, agar tidak terlalu melelahkan.


.


.


.


Di dalam sebuah kamar yang ada di penginapan jiazun, nampak saat ini para prajurit dari kekaisaran jiahu tengah berkumpul, mereka bukan tidak menyadari kepergian dari Tian Jin Long beserta bangsawan Chu dari kediaman itu, namun mengingat saat ini keduanya tidak memiliki kekuatan besar seperti sebelumnya, mereka tak lagi menargetkan kedua orang itu dan lebih memilih untuk segera berkemas, agar bisa secepatnya kembali menuju kekaisaran jiahu.


Selain karena telah terlalu lama berada di wilayah kekaisaran longzhu, namun mereka seakan terlupa bahwa saat ini masih belum memberikan informasi apapun kepada kaisar Wei Huang.


Bisa saja keadaan Istana kekaisaran saat ini sedang kalut karena tiba-tiba saja mereka tidak segera kembali menuju ke kaisaran jiahu.


"Apakah kita akan segera kembali, Jenderal?" tanya salah seorang prajurit, sepertinya saat ini dia mulai merindukan keluarganya yang ditinggalkan selama beberapa hari.


Jenderal itu pun menganggukkan kepalanya, kemudian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh prajuritnya. "Bersiaplah! Besok pagi-pagi sekali kita harus kembali menuju ke kaisaran jiahu, dan ingat jangan sampai ada satu orang pun yang mencurigai kalian semua."


Akhirnya para prajurit itu pun segera kembali menuju kamar mereka masing-masing untuk bersiap, mereka tentu saja harus beristirahat, agar kembali segar setelah pertarungan terakhir yang berhasil menguras seluruh energi, akibat dari banyaknya para pembunuh bayaran dan juga prajurit yang memang lebih terlatih dalam sebuah pertarungan.


.


.


.

__ADS_1


Sebuah kekacauan terjadi di dalam istana kekaisaran longzhu saat ini, para prajurit terlihat mondar-mandir ke sana kemari, setelah melaporkan perihal 4 kediaman bangsawan tingkat tinggi yang saat ini telah rata dengan tanah.


Bahkan yang paling parah adalah kediaman bangsawan Chu yang langsung dibakar beserta para prajuritnya, oleh orang-orang yang tidak dikenal.


Kaisar Tian Wo tetap duduk dengan sangat tenang di atas singgasananya, dia bergeming ditempatnya, seolah kejadian itu bukanlah hal yang luar biasa untuknya, lagi pula untuk apa dia turun tangan dan bersusah payah untuk mengerahkan para prajuritnya?


Bukankah keempat orang bangsawan itu bahkan telah berani membuat persekutuan di belakangnya? dan berniat untuk melengserkan dirinya dari tahta? Kalaupun saat ini mereka semua dalam keadaan yang sangat sulit, Kaisar Tian Wo bahkan tidak peduli.


Tiba-tiba saja suara teriakan prajurit menggema dengan sangat kencangnya, membuat semua orang yang berada di aula langsung menoleh ke arah pintu masuk.


Mereka tak menduga jika saat ini ada salah seorang keluarga bangsawan yang berani memasuki istana kekaisaran, setelah diketahui melakukan pemberontakan secara diam-diam terhadap kekuasaan Kaisar Tian Wo.


"Bangsawan Jiang memasuki ruangan." teriak prajurit itu.


Di ambang pintu terlihatlah bangsawan Jiang beserta putri manjanya itu, sepertinya saat ini mereka hendak melaporkan kejadian yang menimpa keluarganya, apalagi wajah nona muda Jiang Wanxi terlihat sangat kusut, dia benar-benar sangat kesal karena seluruh harta benda miliknya beserta perhiasan mahal telah raib dari paviliun dan dirampok oleh orang-orang yang tidak dikenal.


Namun mereka sama sekali tidak membunuh satu orang pun anggota keluarga itu, sehingga membuat para pejabat yang berada di aula saling berpandangan. Siapa sebenarnya para penyusup itu? Dan kenapa mereka hanya menyingkirkan para prajurit yang berjaga di kediaman bangsawan Jiang, namun melewatkan begitu saja seluruh anggota keluarganya?


"Hormat hamba kepada yang mulia." ucap bangsawan Jiang, dia menjura dengan kaki kanan di depan, sedangkan kaki kiri ditekuk ke belakang, kedua tangannya terkepal di depan dada, tepat di hadapan Kaisar Tian Wo.


Penguasa kekaisaran itu hanya melirik sedikit dengan ujung matanya, dia sama sekali tidak peduli dengan nasib buruk yang kini menimpa keluarga itu, lagi pula lebih baik bagi mereka jika tidak memiliki kekayaan sedikitpun, dengan begitu keluarga bangsawan Jiang tak lagi-lagi melakukan kesalahan, dengan berusaha membentuk sebuah aliansi dengan para bangsawan lain, agar memberontak kepada kaisar yang berkuasa.


"Apa yang kau inginkan, bangsawan Jiang?" tanya Kaisar Tian Wo.


Suaranya terdengar sangatlah datar, bahkan saat ini dia sama sekali tidak melirik ke arah lawan bicaranya.


Melihat reaksi dari Kaisar Tian Wo, tentu saja membuat bangsawan Jiang langsung menelan salivanya dengan susah payah, sepertinya saat ini dia tak bisa lagi menyembunyikan kegundahannya di hadapan semua orang, lagi pula penguasa kekaisaran itu pastilah sudah mengetahui kesalahannya, yang telah berani bersekutu dengan tiga orang bangsawan lain, untuk bisa melakukan kudeta besar-besaran terhadap Kaisar Tian Wo.


"Mohon berikan keadilan untuk hamba yang mulia, saat ini kediaman keluarga bangsawan Jiang telah hancur, bahkan para prajurit yang berjaga di kediaman hamba hanya tersisa sekitar 60 orang saja. Ada 120 orang pria berpakaian hitam yang telah berani menyusup ke dalam kediaman keluarga Jiang dan merampok semua harta kekayaan yang kami miliki."

__ADS_1


Kaisar Tian Wo hanya melirik sinis ke arah bangsawan Jiang, pandangannya terlihat meremehkan, seolah saat ini dia tengah mengolok-olok nasib sial yang menimpa bangsawan itu.


Tatapan matanya seolah mengatakan bahwa, "Itulah yang akan kau terima, jika berani mengusik kekuasaan yang dimiliki oleh orang lain."


Bangsawan Jiang hanya bisa menunduk, matanya menatap lantai marmer yang dipijakinya. Dia tidak memiliki keberanian untuk memandang wajah sang kaisar, apalagi saat ini dirinya tengah gusar, dia benar-benar takut jika Kaisar Tian Wo telah mengetahui persekongkolannya.


Sebuah kalimat yang sangat dingin tiba-tiba saja muncul dan terdengar di telinga semua orang, itu bukanlah Kaisar Tian Wo, melainkan pangeran Tian Li Wei yang saat ini berjalan dengan sangat santai, menuju kursi putra mahkota yang beberapa waktu yang lalu telah resmi menjadi miliknya.


"Lalu konvensasi apa yang bisa kau berikan kepada istana kekaisaran longzhu beserta sang Kaisar? Bukankah selama ini kau telah bersekongkol dengan para bangsawan yang lain, untuk menjatuhkan penguasa kekaisaran dan menjadikan si penghianat Jin Long untuk menjadi penguasa kekaisaran?"


Gluk...


Bangsawan Jiang kembali menelan salivanya dengan susah payah, dia saat ini bahkan belum menemukan jawaban yang cocok, untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pangeran Tian Li Wei.


Andai saja saat ini dia masih memiliki kekuatan yang sama, seperti beberapa saat yang lalu, mungkin dia tidak akan pernah melangkahkan kakinya ke dalam istana kekaisaran itu, hanya untuk meminta perlindungan.


"Kenapa kau diam, bangsawan Jiang? Bukankah benar ucapan dari pangeran ini, kau beserta ketiga orang rekan sesama bangsawan, telah membentuk sebuah persekongkolan untuk bisa menjatuhkan yang mulia Kaisar dari tahta?" tanya Pangeran Tian Li Wei.


Bahkan saat ini suaranya terdengar begitu lantang, seolah dia tengah mengeluarkan unek-unek yang bersemayam di dalam hatinya. Nona muda Jiang Wanxi tersenyum dengan sangat manis, apalagi setelah melihat wajah tampan milik Pangeran mahkota kekaisaran longzhu itu, sehingga tumbuh niat buruk di dalam hatinya, untuk meminta agar sang ayah melamarkan pemuda itu untuknya.


Dia sepertinya telah lupa, bahwa saat ini bahkan keluarganya tidak memiliki satu koin emas sekalipun untuk bertahan hidup. Lalu bagaimana caranya, agar mereka bisa membuat sebuah pesta besar, jika Pangeran Tian Li Wei benar-benar bersedia menerima lamarannya.


"Ayah.." Nona muda Jiang Wanxi saat ini melirik ke arah sang ayah, dia memanggil dengan suara yang sangat kecil, seolah tak ingin ada yang mendengar ucapannya.


Bangsawan Jiang pun langsung melirik ke arah putrinya, kedua alis pria paruh baya itu terlihat bertemu, dan beberapa kerutan nampak di dahinya.


"Aku ingin ayah melamarkan pangeran mahkota untukku." ucapnya dengan suara yang sedikit keras, dia saat ini seolah tengah memperlihatkan kekuasaan yang dimilikinya, dihadapan semua orang yang berada di dalam aula itu.


Wajah para pejabat istana kekaisaran langsung terlihat menghitam, gadis tidak tahu diri itu bahkan berani meminta Pangeran Tian Li Wei, padahal ayahnya merupakan seorang pengkhianat kekaisaran.

__ADS_1


Bangsawan Jiang hanya bisa menarik nafas kasar, dia tak tahu bagaimana cara untuk menjelaskan kepada putri kecilnya itu, namun tiba-tiba saja sebuah jawaban terdengar dari mulut Pangeran Tian Li Wei, hanya dua kata tapi berhasil membuat Jiang Wanxi langsung meneteskan air matanya.


"Aku menolak!"


__ADS_2