Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 105


__ADS_3

Semua orang yang tengah berkumpul di dalam aula itu pun langsung mengerutkan dahi mereka, jika memang Putri Xuan Jian begitu berbahaya, Lalu kenapa Pangeran Lin Xiu Ya meminta agar semua orang menyambut kedatangan dari Putri Kaisar Wei Huang itu?


"Apakah hal ini tidak akan menyulitkan kita, Pangeran?" tanya salah seorang pria.


Lin Xiu Ya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, "Kita tidak memiliki pilihan lain. Sepertinya Putri Xuan Jian telah mengikuti ku sejak tadi, sehingga dia mengetahui rahasia besar yang selama ini aku sembunyikan tentang identitasku."


Semua orang langsung memelototkan matanya, mungkinkah jika kedatangan Putri Xuan Jian saat ini karena ingin menangkap Lin Xiu Ya dan juga membunuh semua orang yang berasal dari kekaisaran Tianzi?


"Jika memang seperti itu, lebih baik kau segera pergi dari tempat ini. Jangan sampai ada satu orang pun yang mengetahui keberadaanmu." putus mantan Kaisar tianzi itu sambil menatap lekat wajah putranya.


Lin Xiu Ya menggelengkan kepalanya kembali, "Aku tidak bisa pergi! Walau bagaimanapun, putri Xuan Jian pasti telah menyebarkan seluruh mata-matanya untuk mengawasi desa ini. Akan semakin berbahaya jika aku pergi begitu saja."


Semua orang semakin kebingungan, apakah mungkin Putri Xuan Jian memiliki kekuasaan sebesar itu? Sehingga Kaisar Wei Huang sendiri tidak bisa melarang apa yang ingin dilakukan oleh putrinya itu?


"Apakah putri Xuan Jian memiliki orang-orang kuat di belakangnya?" tanya mantan Kaisar tianzi kembali.


"Benar! Bahkan salah seorang gadis kecil yang selama ini telah mencuri perhatianku, merupakan salah seorang mata-mata yang paling berbahaya sekaligus pelayan paling setia dari Putri Xuan Jian." jawab Lin Xiu Ya sambil menarik nafas panjang.


Wajahnya mendadak sayu ketika mengingat kembali tentang pertemuannya dengan Xiu Lan, gadis yang telah berhasil mencuri hatinya, sehingga membuat Jenderal muda dari kekaisaran jiahu itu sulit untuk melupakan wajahnya.


"Jangan kau bilang bahwa saat ini kau telah jatuh cinta pada seorang pelayan!" ucap mantan Kaisar tianzi.


Lin Xiu Ya hanya menganggukan kepalanya perlahan, dia tak bisa membohongi perasaannya, bahwa selama ini hatinya memang telah bertaut kepada Xiu Lan.

__ADS_1


Bruk...


Tubuh mantan Kaisar tianzi itu langsung terjatuh di atas kursi, sepertinya pria paruh baya itu benar-benar sangat terkejut mendengar pengakuan dari putranya, yang telah jatuh cinta pada seorang pelayan. Padahal Lin Xiu Ya adalah keturunan dari seorang Kaisar di kekaisaran Tianzi di tempo dulu.


"Kau tidak akan pernah bisa menikahi seorang pelayan, walau bagaimanapun kau adalah keturunan dari keluarga kekaisaran. Tidak mungkin jika menjadikan seorang pelayan sebagai istrimu, kecuali jika kau menjadikan dia sebagai selir semata." jawab Kaisar Lin Feng atau mantan Kaisar tianzi.


Lin Xiu Ya hanya menggelengkan kepalanya perlahan, dia pun segera kembali menjawab ucapan dari sang ayah.


"Aku tidak mungkin menjadikan dia sebagai selir ataupun istriku, karena Xiu Lan adalah orang kepercayaan dari Putri Xuan Jian, yang artinya dia merupakan salah seorang musuh yang juga harus kuhabisi suatu hari nanti." jawab Lin Xiu Ya dengan penuh penekanan, namun wajahnya terlihat begitu sendu saat menyebutkan tentang apa yang harus dia lakukan terhadap Xiu Lan nantinya.


Kaisar Lin Feng menganggukkan kepalanya, dia juga mengetahui tentang hal itu, karena walau bagaimanapun musuh tetaplah musuh, dia tidak mungkin bisa dijadikan sekutu, terlebih saat ini kekaisarannya telah dirugikan oleh kaisar Wei Huang, sehingga dia beserta seluruh rakyat kekaisaran dengan sangat terpaksa harus meninggalkan wilayah yang selama ini dikuasainya untuk bisa menyelamatkan diri dari pembantaian yang dilakukan secara sepihak oleh kaisar Wei Huang di masa lalu.


"Apa yang harus kita lakukan saat ini?" tanya salah seorang pria sambil menatap ke arah Lin Xiu Ya.


Mendengar jawaban dari Lin Xiu Ya, semua orang kembali saling menatap, setelah itu mereka pun bersiap mengambil satu persatu senjata sederhana, yang telah dibuat sekian tahun selama mereka menjadi rakyat kekaisaran jiahu. Walau bagaimanapun mereka saat ini telah hidup dengan begitu damai di desa terpencil itu, sehingga memiliki sedikit koin untuk bisa membeli besi dan juga baja sebagai bahan utama pembuatan pedang.


Akhirnya semua orang pun segera bubar dari aula, mereka kembali menuju kediaman masing-masing guna bersiap menghadapi kedatangan Putri Xuan Jian, yang sebentar lagi akan segera memasuki desa yang mereka huni selama ini.


Meskipun salah seorang prajurit telah memberitahukan bahwa kedatangan Putri Xuan Jian hanya ditemani oleh 185 orang prajurit di belakangnya, namun mereka masih harus tetap berwaspada, karena Lin Xiu Ya sendiri yang mengatakan, jika para prajurit itu merupakan pasukan elit yang sengaja dihimpun dan dipilih oleh Xuan Jian untuk mendapatkan pelatihan berat, sehingga mereka memiliki kemampuan yang jauh lebih mumpuni, dibandingkan dengan para prajurit istana kekaisaran.


Akhirnya kereta mewah yang ditumpangi oleh Xuan Jian beserta ayah dan juga saudara laki-lakinya itu telah sampai di gerbang desa, kedatangan mereka langsung disambut dengan sangat ramah dan penuh kehangatan oleh para penduduk yang tinggal di desa itu.


Xuan Jian menarik sudut bibirnya melihat kelakuan para penduduk yang berwajah pucat, karena menyadari jika kedatangannya tidak dengan niat yang baik.

__ADS_1


Apalagi setelah Xuan Jian mengetahui rahasia besar yang selama ini disembunyikan oleh Lin Xiu Ya, membuat gadis kecil itu benar-benar berang dan ingin segera mencincang tubuh mantan Pangeran kekaisaran tianzi itu, agar menjadi peringatan bagi siapapun yang berani memiliki niat buruk terhadap anggota keluarga kekaisaran jiahu.


Xuan Jian segera menuruni kereta mewah itu dengan bantuan beberapa orang warga, begitupun juga dengan Kaisar Wei Huang dan Qing Yuan. Seluruh rakyat langsung bersujud di hadapan Kaisar Wei Huang, mereka menunjukkan sikap yang hormat dan penuh ketaatan di hadapan penguasa nomor satu kekaisaran jiahu itu.


"Katakan pada zhen, Di mana pangeran Lin Xiu Ys bersama keluarganya?" tanya Kaisar Wei Huang, nada suaranya terdengar sangatlah dingin dan juga datar.


Semua orang hanya bisa tertegun, mereka pun hampir saja menahan nafas, saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh penguasa kekaisaran itu. Bagaimana bisa mereka memberitahukan keberadaan pangeran Lin Xiu Ya? Sementara selama ini pemuda itulah yang telah membantu kehidupan dari mereka semua, sehingga akhirnya terbebas dari kemiskinan.


Menyadari tidak ada satu orang pun yang mau menjawab pertanyaan dari Kaisar Wei Huang, salah seorang prajurit langsung maju dan mengambil seorang anak kecil, kemudian menodongkan sebilah pedang di lehernya.


"Jawab pertanyaan yang mulia, di mana pangeran Lin Xiu Ya saat ini? Jika tidak, aku bahkan tak segan-segan untuk membuat bocah ini terluka." ancamnya.


Tubuh semua orang langsung bergetar, mereka benar-benar sangat ketakutan saat ini. Ternyata kekejaman yang dimiliki oleh keluarga istana kekaisaran jiahu bukanlah isapan jempol semata, bahkan para prajuritnya sendiri pun memiliki kekejaman yang sama. Lalu bagaimana dengan putri Xuan Jian dan juga Kaisar Wei Huang? Mungkinkah jika mereka lebih menakutkan dibanding para prajurit yang mengikutinya?


Salah seorang wanita tua saat ini terlihat bersujud dihadapan Kaisar Wei Huang, dia tidak mungkin membiarkan cucu kecilnya itu terluka, apalagi mati di hadapannya. Terlebih saat ini dirinya tak lagi memiliki siapapun di dunia ini, selain bocah kecil itu.


"Mohon jangan sakiti cucu hamba, yang mulia. Dia masih sangat kecil dan tidak mengetahui apapun, dia adalah satu-satunya harta yang hamba miliki selama ini." ucapnya sambil membenturkan kepala di atas tanah.


Kaisar Wei Huang mengedarkan pandangannya pada seluruh warga yang hingga saat ini masih berlutut di hadapannya, dia mulai mengingat satu persatu orang-orang yang berasal dari kekaisaran tianzi.


"Jika seperti itu, maka cepat katakan kepada yang mulia, di mana pangeran Lin Xiu Ya saat ini?" bentak prajurit itu dengan suara yang sangat tegas.


"Aku disini."

__ADS_1


__ADS_2