
Di sebuah paviliun, saat ini ada tiga orang pria berpakaian hitam tengah berlutut di hadapan seorang wanita, yang menggunakan pakaian kebesaran seorang selir.
"Bagaimana keadaan kedua orang anak dari permaisuri Xue Yi saat ini?" tanya wanita itu.
"Kami sudah menghabisi keduanya, yang mulia." jawab salah seorang dari pria yang saat ini tengah berlutut.
Wanita itu segera saja mengambil 3 kantung yang berisi koin emas dan melemparkannya kepada tiga orang kepercayaannya.
"Ambil ini! Hadiah untuk kalian bertiga karena telah memberikan berita yang sangat bagus untukku." ucap wanita itu, yang tak lain dari selir Xiao Xia.
Wanita itu terlihat sangat bahagia setelah mendapatkan kabar, bahwa kedua orang putra dari permaisuri Xue Yi saat ini telah mati.
Dia memang sengaja mengirimkan 3 orang pengawal bayangannya untuk mengikuti kedua anak dari mendiang permaisuri Xue Yi dan segera melenyapkan mereka, agar tidak menjadi duri dalam daging untuknya.
Selir Xiao Xia tak ingin di masa depan kedua anak itu akan membalas dendam atas kematian kedua orang tuanya, sehingga dia memutuskan untuk mengirim ketiga orang pengawal bayangan, untuk membunuh kedua orang anak itu, apalagi selama hidup permaisuri Xue Yi sudah berkali-kali melakukan kejahatan terhadap dirinya.
Tak hanya mengirimkan ramuan yang membuat selir Xiao Xia akhirnya menjadi seorang perempuan yang tidak sempurna, tapi juga telah mengirimkan beberapa orang pembunuh bayaran untuk melenyapkan dirinya, sehingga setelah permaisuri Xue Yi meninggal, akhirnya selir Xiao Xia pun memutuskan untuk membalas dendam kepada kedua orang putra kandung dari permaisuri Xue Yi.
Sedangkan di tempat lain saat ini terlihat seorang wanita menggunakan jubah berwarna hitam tengah mengendap-ngendap di belakang paviliun, dia mengetuk pintu perlahan, untuk memastikan jika saat ini majikannya belum terlelap.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka, orang itu pun segera masuk ke dalam paviliun dan membuka jubahnya.
"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya selir Feng Ling.
__ADS_1
"Hamba sudah menjalankan seperti yang diinginkan yang mulia selir." ucap gadis pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.
"Bagus! Jadi kapan para pembunuh bayaran itu akan segera bergerak?" tanya selir Feng Ling.
Gadis pelayan itu pun segera menjawab, "Besok malam yang mulia, jika saat ini mereka langsung bergerak, kemungkinan besar yang mulia Kaisar akan memberikan pengawasan dan juga pengamanan yang ketat untuk kedua paviliun." ucapnya menjelaskan.
Selir Feng Ling pun langsung menganggukan kepalanya, dia mengerti dengan apa yang saat ini dibicarakan oleh sang pelayan, tak lama selir Feng Ling pun segera mengambil sebuah kantung yang berisi koin emas dan melemparkannya pada si pelayan.
"Ambil koin emas ini! Pergilah sejauh yang kau bisa, jangan biarkan siapapun bisa menemukan keberadaanmu nanti." ucap selir Feng Ling.
Pelayan itu pun segera menangkap kantung yang dilemparkan oleh selir Feng Ling kemudian menyimpannya dibalik lengan hanfu, dia kembali membungkukan badan, memberikan hormat terakhir pada majikannya.
"Baik yang mulia, hamba akan segera pergi dari tempat ini." ucapnya.
Pelayan itu pun segera undur diri, kemudian kembali ke kamar para pelayan untuk segera berkemas, sesuai dengan permintaan dari selir Feng Ling, dirinya akan segera meninggalkan istana kekaisaran malam ini juga.
"Saat ini ibuku tengah sakit keras, dia memintaku untuk segera kembali ke desa.'' ucap gadis pelayan itu memberikan penjelasan kepada rekannya.
"Lalu bagaimana dengan selir Feng Ling? Apakah kau sudah meminta izin padanya?" tanya rekannya kembali.
"Aku baru saja menemuinya dan dia memberikan izin padaku, tapi hanya untuk beberapa hari saja." ucap gadis pelayan itu kembali.
Akhirnya rekan-rekannya pun segera mendekat, sepertinya mereka turut bersimpati dengan musibah yang di alami salah seorang rekannya. saat ini gadis pelayan itu terlihat merasa bersalah, dia terpaksa harus berbohong di hadapan rekan-rekannya, agar mereka tidak menaruh kecurigaan terhadap dirinya, jika besok malam para pembunuh bayaran yang telah dijumpainya siang tadi akan segera mendatangi istana kekaisaran untuk melenyapkan selir Xiao Xia.
__ADS_1
"Kami akan mengantarmu sampai ke depan." ucap rekan-rekannya.
Gadis pelayan itu pun menganggukkan kepala, kemudian segera berpamitan kepada rekan-rekan kerjanya yang lain, mereka berjalan dengan sangat buru-buru, apalagi saat ini gadis pelayan itu mengatakan jika dirinya telah diburu waktu, dia sangat takut jika terjadi apa-apa terhadap ibunya, yang tiba-tiba saja terkena penyakit yang sangat parah.
Para pelayan itu akhirnya melepaskan kepergian rekan mereka, keluar dari istana kekaisaran dengan mata yang berkaca-kaca. meskipun kebersamaan diantara mereka hanya sesaat, ternyata hal itu menumbuhkan perasaan peduli dan juga sayang di hati masing-masing.
"Jangan lupa kabari kami jika terjadi sesuatu dan cepatlah kembali ke sini, aku sangat yakin jika selir Feng Ling sangat membutuhkanmu." ucap salah seorang rekannya sambil memeluk gadis pelayan itu.
"Kalian juga jaga diri baik-baik, ku harap kita akan segera bertemu lagi." ucapnya sambil melerai pelukan dan langsung berjalan menuju kereta kuda sederhana yang saat ini ada di depan istana kekaisaran, tak lupa gadis pelayan itu pun melambaikan tangannya kepada rekan-rekan kerja yang saat ini mengantar kepergiannya hingga ke depan gerbang istana kekaisaran.
Dia merasa sangat sedih karena harus meninggalkan rekan-rekannya, tapi di sisi lain dia juga harus segera pergi dari tempat itu, agar tidak menarik perhatian dan juga kecurigaan dari Kaisar Wei Huang maupun putri Xuan Jian, jika besok malam selir Xiao Xia berhasil dibunuh oleh para pembunuh bayaran itu.
Selir Feng Ling memang sengaja ingin mengkambing hitamkan Xuan Jian, mengingat gadis itu telah meminta agar selir Xiao Xia melepaskan Xiu Lan untuk menjadi pelayannya, sehingga membuat penjagaan selir itu akhirnya berkurang satu.
Selir Feng Ling tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya, wanita itu merasa sangat bahagia karena rencananya untuk melenyapkan selir Xiao Xia sebentar lagi akan terlaksana, apalagi dengan keberadaan Xiu Lan yang saat ini telah menjadi pelayan dari Putri Xuan Jian, membuat selir Feng Ling memiliki alasan untuk turut melenyapkan putri kandung dari Kaisar Wei Huang.
Dia sangat yakin jika Kaisar Wei Huang pasti akan memberikan hukuman yang sangat berat kepada Xuan Jian, karena telah mengambil salah seorang penjaga selir Xiao Xia, sehingga akhirnya para prajurit dan juga pelayan yang lain keteteran melawan para pembunuh bayaran yang datang hingga akhirnya merenggut nyawa dari selir Xiao Xia.
Rencana yang dibuat oleh selir Feng Ling memang sangat sempurna, dia banyak memanfaatkan berbagai macam kondisi orang-orang yang tinggal di istana kekaisaran, untuk bisa berlindung agar dirinya tidak mendapatkan tuduhan sebagai pembunuh dari selir Xia Xia.
Namun sepertinya wanita itu melupakan satu hal, jika Xuan Jian memiliki kemampuan untuk bersembunyi dan juga mencuri dengar pembicaraan orang lain, hingga saat ini dia masih belum menyadari jika ada sepasang mata yang terus saja mengawasi gerak-geriknya dari tadi.
Xuan Jian mengepalkan tangannya, dia benar-benar ingin sekali menghajar wanita itu agar tak berniat buruk terhadap anggota istana kekaisaran, namun meski bagaimanapun selir Feng Ling merupakan putri dari seorang raja, yang memiliki kerajaan kecil yang berbatasan dengan kekaisaran jiahu.
__ADS_1
Sehingga gadis itu pun tidak bisa sembarangan untuk menyerang, Xuan Jian sangat yakin jika di dalam paviliun itu saat ini, banyak sekali pasang mata yang terus mengawasi gerak-geriknya.
Sehingga akhirnya gadis itu pun segera keluar dari dalam paviliun milik selir Feng Ling dan berlari dengan sangat cepat ke arah Paviliun anggrek.