Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 130


__ADS_3

Jenderal kekaisaran jiahu beserta para prajuritnya kini mulai menggelar diskusi tertutup di salah satu kamar, setelah tadi dia melihat banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi, selama mereka masih berada di wilayah kekaisaran longzhu.


Tak hanya tentang para prajurit bayaran, namun juga rencana jangka panjang mereka untuk menggulingkan kekuasaan Kaisar Tian Wo, meskipun saat ini mereka semua tidak mendapatkan perintah untuk membantu kekaisaran longzhu, namun dengan adanya mereka yang akan memberantas perkumpulan para bangsawan yang telah menyusun siasat licik tersebut, secara tidak langsung pasti akan berpengaruh pada kestabilan pemerintahan kaisar Tian Wo.


"Apakah ada yang memiliki rencana?" tanya jenderal itu kepada para prajuritnya.


Dia memang sudah terbiasa melakukan hal itu, bukan hanya sekedar untuk mengetahui, sampai di mana para prajuritnya itu mampu memutar otak, melainkan dia sengaja agar prajurit kekaisaran jiahu tidak hanya akan tunduk pada satu perintah saja, melainkan mereka mampu melihat berbagai celah, sehingga munculnya rencana-rencana cadangan yang bisa dilakukan, jika rencana utama mereka mengalami kegagalan.


Para prajurit itu terlihat berpikir dengan sangat keras, sepertinya saat ini mereka juga ingin agar jenderal kekaisaran jiahu melihatnya sebagai sosok yang cukup bisa diandalkan, sehingga dimasa depan memiliki peluang untuk naik jabatan.


Akhirnya... Setelah sekian lama, beberapa orang prajurit mulai angkat bicara, mereka memperlihatkan kemampuan masing-masing dalam menganalisa kekuatan musuh dan juga mencari celah, agar kemenangan bisa diraih tanpa harus terlalu banyak korban dari pihak kekaisaran jiahu.


Bahkan kini salah seorang dari prajurit itu membawa sebuah peta dan menunjukkan tempat-tempat yang paling strategis untuk membangun serangan yang mematikan, hal itu tentu saja membutuhkan kerjasama diantara seluruh prajurit, sehingga efektivitas dari serangan yang mungkin saja timbul, akan menjadi semakin besar dan juga mematikan.


Dia juga telah menandai tempat-tempat yang mungkin dihuni, oleh orang-orang bayaran dari keempat bangsawan itu. Mengingat di dalam peta banyaknya wilayah hutan dan juga sungai yang memungkinkan pembangunan camp prajurit.


"Apakah tidak sebaiknya kita mendatangi kediaman dari para bangsawan itu terlebih dahulu? Sepertinya jika kita sedikit bermain-main bersama mereka, apalagi kalau bisa menguras seluruh harta benda yang mereka miliki, akan memudahkan jalan kedepannya. Bukankah orang-orang bayaran itu tidak akan lagi tunduk pada perintahnya, mengingat dia tidak memiliki kekuasaan lagi karena miskin?" celetuk salah seorang prajurit saat ini, sambil menaik turunkan alisnya.


Sepertinya jiwa perampok dalam hati dia saat ini berkobar, setelah beberapa saat yang lalu mengikuti Putri Xuan Jian, apalagi cara gadis kecil itu dalam mengambil harta milik orang lain, benar-benar membuat siapapun pasti berdecak kagum.

__ADS_1


"Kau benar! Bukankah seharusnya kita menyiapkan banyak kereta barang dan langsung mendatangi kediaman para bangsawan itu satu persatu? Bagaimana kita semua bisa disebut sebagai seorang pedagang, jika barang bawaan kita saja tidak ada?" ucap prajurit lainnya.


Hahahaha...


Akhirnya semua orang yang berada di dalam ruangan itu pun langsung tertawa terbahak-bahak, sambil mengingat bagaimana cara putri Xuan Jian yang merampok beberapa orang perampok yang berada di hutan tempo hari.


"Bukan ide yang buruk, lagi pula kita membutuhkan banyak sekali koin untuk bisa bertahan hidup lebih lama di tempat ini. Bagaimana jika kita menggunakan cara lain? Jangan secara terang-terangan, harga diri kita sebagai seorang prajurit bisa saja terjatuh jika ada orang yang mengetahui bahwa kita merampok dari rumah para bangsawan itu?" tanya jenderal kekaisaran jiahu.


Sepertinya saat ini otak dan pikirannya telah ikut terkontaminasi, oleh pemikiran absurd dari para prajuritnya. Tak lama para prajurit itu pun segera membuat sebuah pengaturan yang terbaik, untuk mendatangi kediaman dari para bangsawan itu secara diam-diam. Mereka tentu saja harus melakukannya bersama-sama dan serentak di keempat kediaman itu, agar semuanya aman dan berada di dalam kendali mereka.


.


.


.


Sehingga setelah itu, dia pun bersumpah untuk setia kepada penolongnya dan akan mengabdi padanya sebagai seorang pelayan.


"Apa kau telah mendapatkan kabar dari mata-mata yang berada di perbatasan? Sepertinya pergerakan dari keempat orang bangsawan itu, akan semakin menyulitkan pihak istana kekaisaran. Meskipun saat ini prajurit dan juga pembunuh bayaran mereka, telah berhasil ditundukkan oleh orang-orang dari kekaisaran jiahu." ucap sang tuan.

__ADS_1


"Sepertinya kita masih belum mendapatkan informasi tersebut, tuan. Namun jika tuan menginginkan, biarkan aku sendiri yang pergi ke tempat itu untuk menyelidiki semuanya. Sepertinya orang-orang kita saat ini sedikit terhambat pergerakannya, akibat dari banyaknya orang-orang yang dibayar oleh keempat bangsawan itu." ucap Feng Xiang.


Sang tuan hanya menggelengkan kepalanya, saat ini dia juga yakin, bahwa para prajurit dari kekaisaran jiahu pasti tengah menyusun rencana untuk bisa membuat kekacauan di wilayah kekaisaran longzhu. Walau bagaimanapun, mereka datang atas perintah dari Kaisar Wei Huang yang begitu kesal, karena adanya orang-orang yang berani menunjukkan taring mereka di kekaisaran jiahu.


"Tidak perlu! Aku sangat yakin jika saat ini para prajurit dari kekaisaran jiahu sedang menyusun rencana, untuk membuat sebuah bentrokan dengan prajurit bayaran itu."


"Awasi saja pergerakan dari mereka dan jika sampai prajurit dari kekaisaran jiahu mengalami kekalahan, segera keluarkan 2000 prajurit kekaisaran longzhu untuk membantu mereka membantai orang-orang bayaran dari keempat bangsawan itu." ucap sang tuan seraya melangkahkan kakinya menuju sebuah jalan rahasia, yang menghubungkan tempat itu dengan istana kekaisaran, lebih tepatnya lagi kamar tidurnya.


Feng Xiang hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak pernah bisa membantah ucapan dari sang tuan, walau bagaimanapun dia telah berjanji untuk tetap patuh, pada perintah yang diberikan oleh tuannya itu, sehingga mau tak mau dia pun dengan terpaksa memenuhi permintaan dari tuannya.


"Baiklah..!" ucap Feng Xiang sambil menarik nafas lelah.


Dia pun segera memanggil orang-orangnya untuk berkumpul di suatu tempat, saat ini sepertinya mereka harus segera melakukan diskusi, mengenai permintaan dari tuannya itu. Meskipun Feng Xiang masih belum percaya sepenuh hati, jika kelima orang yang mendatanginya beberapa saat yang lalu merupakan para prajurit dari kekaisaran jiahu, namun mendengar ucapan yang keluar dari mulut sang tuan membuat dia mau tak mau mengiyakan ucapannya.


"Dengar..! Awasi setiap penginapan yang ada di seluruh wilayah kekaisaran longzhu, dan laporkan semua informasi yang kalian dapatkan padaku! Saat ini tuan telah memerintahkan kita semua, agar membantu para prajurit dari kekaisaran itu untuk membantai orang-orang bayaran dari keempat bangsawan, yang memiliki niat buruk untuk menggulingkan kekuasaan yang dimiliki oleh yang mulia Kaisar Tian Wo." ucap Feng Xiang.


Semua orang yang berada di tempat itu serempak mengangguk, kemudian mereka pun mulai menyusun siasat, agar bisa masuk ke dalam rombongan dari para prajurit kekaisaran jiahu.


Itu demi untuk melaksanakan perintah yang diberikan oleh sang tuan, untuk memberantas para pemberontak yang tak hanya ingin menggulingkan kekuasaan, namun juga menghabisi seluruh anggota keluarga istana kekaisaran.

__ADS_1


__ADS_2