Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 135


__ADS_3

Trang...


Trang...


Trang...


Serangan yang diberikan oleh para prajurit penjaga kediaman keluarga bangsawan Chu, langsung disambut oleh pria-pria berpakaian hitam, mereka tak kalah sengit dalam hal menyerang, hingga membuat para prajurit itu akhirnya keteteran dan berusaha untuk memanggil bantuan.


Meskipun saat ini jumlah mereka terbilang cukup seimbang, namun kenyataannya kemampuan yang dimiliki oleh pria-pria berpakaian hitam itu jauh lebih tinggi di atas para prajurit penjaga kediaman, sehingga mau tak mau, mereka pun segera membunyikan lonceng pertanda bahaya, untuk memanggil keberadaan para prajurit lain yang saat ini tersebar di setiap sudut kediaman.


Mereka tak bisa membiarkan begitu saja, pasukan pria berpakaian hitam yang baru saja datang menyusup ke dalam kediaman milik mantan permaisuri kekaisaran longzhu itu, bisa keluar dengan sangat mudah. Apalagi saat ini mereka juga belum mengetahui maksud dan tujuan dari orang-orang berpakaian hitam itu, sehingga menyelinap ke dalam kediaman yang dihuni oleh seluruh anggota keluarga bangsawan Chu.


Drap...


Drap...


Drap...


Terdengar suara langkah kaki dari para prajurit yang berjumlah hingga 1000 orang, membuat pria-pria berpakaian hitam akhirnya meningkatkan kewaspadaan.


Saat ini mereka tengah terkepung oleh para prajurit yang menjaga kediaman keluarga itu, sangat sulit untuk bisa keluar, jika tidak memiliki kemampuan yang cukup.


Namun beberapa orang pria berpakaian hitam, yang memang telah banyak melalui pertarungan dan juga pertempuran, hanya menyunggingkan seringaian keji, ini adalah waktunya untuk mereka menunjukkan kemampuan yang sebenarnya.


Tidak pernah ada kata menyerah ataupun kabur dari tempat pertarungan, mereka akan dengan sangat gagah berani melawan semua prajurit itu hingga tak tersisa.


"Menyerahlah... Kalian sudah terkepung!"


Salah seorang prajurit tiba-tiba saja berteriak kepada pria-pria berpakaian hitam itu, kepuasan tergambar dari raut wajahnya, seolah saat ini dia menunjukkan bahwa dirinya jauh lebih hebat dibandingkan pria-pria berpakaian hitam.


Padahal sejak tadi para prajurit yang berjaga di kediaman, telah berulang kali keteteran akibat serangan-serangan tajam yang dibuat oleh pria-pria berpakaian hitam.

__ADS_1


Namun ucapan dari mulut prajurit itu sama sekali tidak diindahkan oleh mereka, pengaturan dan juga pelatihan yang dilakukan oleh Putri Xuan Jian nyatanya jauh lebih keras, dibandingkan para prajurit yang berjaga.


Mereka hanya mengandalkan senjata untuk bisa membela diri maupun menyerang musuh, namun pria-pria berpakaian hitam itu memang telah dilatih untuk meningkatkan pondasi tubuh mereka, sehingga kekuatan fisiknya melebihi batas manusia normal.


Bahkan dalam hal berpedang, mereka juga mendapatkan pelatihan dengan jurus-jurus yang asing, namun sangat berbahaya, sehingga siapapun tidak akan pernah bisa meremehkan hasil akhir dari serangan yang dibuat oleh pria-pria berpakaian hitam itu, jika sampai terkena tebasan ataupun hantaman serangan mereka.


"Menyerah? kami bahkan belum mengeluarkan seluruh kemampuan yang kami miliki, namun kalian seolah merasa telah mendapatkan kemenangan, hanya karena jumlah para prajurit yang berjaga jauh lebih banyak dibandingkan kelompok kami." ucap salah seorang pria berpakaian hitam, kesombongan tergambar jelas dari tutur katanya.


Dia tentu saja tidak akan pernah menyerah pada apapun, apalagi pada musuh yang memiliki tingkat kekuatan jauh di bawah dirinya. Bahkan mereka tidak pernah menunjukkan hormat terhadap orang yang lebih tinggi derajatnya, putri Xuan Jian selalu mengumumkan sebuah kesetaraan, bahwa setiap manusia memiliki harkat, martabat dan juga derajat yang sama.


Sehingga siapapun tidak perlu menunduk di hadapan seorang penguasa, terlebih untuk sesama yang memiliki kedudukan serupa.


Para prajurit dan juga rakyat kekaisaran jiahu tidak akan pernah bersujud di hadapan siapapun, bahkan terhadap kaisar yang berkuasa sekalipun, mereka hanya menundukkan kepala untuk menunjukkan hormat, sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Putri Xuan Jian, selaku putri kekaisaran sekaligus pemimpin dari para prajurit itu.


"Ciiih..! bahkan setelah terkepung, kalian masih belum mau menyerah!" teriak para prajurit itu sambil menatap datar ke arah pria-pria berpakaian hitam.


Namun ucapan mereka tak membuat gentar sedikitpun, pria-pria berpakaian hitam saat ini bahkan semakin berkobar semangatnya.


"Ciih..! dasar para prajurit lemah!" ucap salah seorang pria berpakaian hitam itu, sambil menatap para prajurit dengan pandangan yang sangat meremehkan.


Mendengar ucapan yang begitu lancang dari pria-pria berpakaian hitam, tentu saja membuat para prajurit yang berjaga menjadi semakin gelap mata. Kepercayaan diri mereka meningkat, hanya karena saat ini jumlah mereka berkali-kali lipat jauh lebih banyak, dibandingkan pria-pria penyusup yang memiliki niat buruk, dalam kediaman milik keluarga bangsawan Chu.


"Seraaaang..!"


Terdengar teriakan salah seorang prajurit, yang mulai memberikan komando kepada prajurit yang lainnya untuk segera memberikan serangan, terhadap pria-pria berpakaian hitam.


Hal itu tentu saja langsung direspon oleh rekan prajurit yang lainnya, mereka dengan sigap langsung mencabut pedang yang berada di pinggang dan mengacungkannya ke arah pria-pria berpakaian hitam, namun tingkah mereka membuat pria-pria berpakaian hitam itu akhirnya terkekeh geli, mereka saat ini seolah melihat semut yang berusaha untuk menumbangkan seekor gajah.


Bahkan untuk merobohkan salah seorang pria berpakaian hitam itu, 10 orang prajurit sekalipun belum tentu mampu, apalagi kemampuan yang mereka miliki hanyalah seujung kuku bagi pria-pria berpakaian hitam itu.


Trang...

__ADS_1


Trang...


Trang...


duagh...


Blam...


Sepertinya saat ini pria-pria berpakaian hitam itu tak lagi meremehkan para prajurit, mereka mulai menggunakan berbagai macam jurus yang selama ini diajarkan oleh Xuan Jian.


Tak hanya tebasan ataupun tikaman, namun mereka mengkombinasikannya dengan gerakan bela diri yang sangat anggun, bahkan tak jarang kaki mereka turut serta menendang para prajurit itu dengan sekuat tenaga.


Meskipun tangan kanan mereka mengayunkan pedang, namun tangan kiri tidak tinggal diam. Terlihat kepalan tangan kiri dari pria-pria berpakaian hitam itu siap menerjang dan memberikan hantaman keras ke arah dada, perut dan juga wajah para prajurit, hingga satu persatu akhirnya mereka pun tumbang, dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Para prajurit lain yang hingga saat ini masih terdiam, langsung memelototkan matanya, entah bagaimana pria-pria berpakaian hitam itu berlatih, sehingga bisa melakukan gerakan yang sangat cepat dan juga tepat sasaran.


Serangan mereka dipenuhi oleh tenaga, sehingga mau tak mau para prajurit yang berjaga di kediaman keluarga bangsawan Chu, akhirnya perlahan-lahan mulai mundur dan bersiap untuk melakukan serangan serempak, agar bisa melumpuhkan pria-pria berpakaian hitam itu.


Terlebih setelah melihat banyaknya rekan mereka yang kini mulai berguguran, tergeletak di atas tanah dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Bahkan tak jarang dari mereka yang mulai menghembuskan nafas terakhir, akibat tak kuasa menahan rasa sakit dari serangan yang diberikan oleh pria-pria berpakaian hitam itu.


Bangsawan Chu beserta seluruh anggota keluarganya, yang mendengar suara keributan di luar kediaman langsung terbangun, mereka pun segera keluar untuk melihat siapa gerangan orang yang telah berani membuat kekacauan di dalam lingkungan kediamannya.


Padahal selama ini tidak ada satu orang pun yang berani mencari masalah dengan keluarga itu, terlebih setelah permaisuri Chu Rong Xie mendapatkan posisi sebagai wanita pertama di kekaisaran longzhu.


Kepergian sang permaisuri kekaisaran sepertinya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak menyukainya dan langsung membangun sebuah kelompok, untuk bisa menyerang kediaman keluarga mantan permaisuri itu.


Akan sangat menyusahkan jika bangsawan Chu tidak memiliki kekuatan tersendiri, apalagi lawan yang mereka hadapi saat ini tidaklah main-main, 200 orang pria berpakaian hitam itu ternyata memiliki kemampuan dalam hal berpedang dan juga bela diri, tak hanya tangkas namun mereka juga memiliki serangan yang sangat akurat dan berbahaya.


"Sial..!" bangsawan Chu terlihat mengepalkan tangannya, dia benar-benar tak habis pikir dengan orang yang memerintahkan pria-pria berpakaian hitam itu untuk menyerang kediamannya. Apalagi dirinya tak pernah berurusan dengan siapapun selama ini.


"Hentikan!"

__ADS_1


__ADS_2