
Keempat orang pria yang merupakan anggota keluarga dari bangsawan Chao pun akhirnya mengundurkan diri dari hadapan Kaisar Wei Huang dan juga Xuan Jian, wajah keempatnya ditekuk 10 lipatan, bahkan mata mereka juga menunjukkan kekesalan.
Sepertinya saat ini keempatnya tengah dilanda kekecewaan, karena Kaisar Wei Huang tidak mau menerima permintaan maaf dan juga permohonan keringanan hukuman untuk keluarga besar mereka, bahkan salah seorang diantaranya saat ini memiliki sebuah rencana, untuk segera menyelundupkan seluruh harta benda miliknya menuju ke suatu tempat, agar tak bisa ditemukan oleh pasukan kekaisaran.
Dia pun akan segera menyatakan keinginannya itu terhadap seluruh keluarga setelah mereka sampai di kediaman keluarga Chao.
Sedangkan Xuan Jian saat ini baru saja akan melangkahkan kakinya untuk keluar dari aula istana kekaisaran, namun suara bariton dari Kaisar Wei Huang berhasil menghentikan langkah gadis itu, hingga akhirnya dia pun berbalik dan menghadap kepada ayah kandung dari pemilik tubuh yang ditempatinya.
Kaisar Wai Huang segera mempersilahkan Xuan Jian untuk duduk di kursi yang berhadapan dengannya, kemudian dia pun segera menanyakan alasan dari penolakan yang dilakukan oleh Xuan Jian, saat dia meminta agar selir Xuan Yang menjadi permaisuri kekaisaran.
Namun gadis kecil itu hanya tersenyum sinis ke arah orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu, nampaknya hingga hari ini Kaisar Wei Huang belum juga bisa membedakan antara orang yang benar-benar baik dengan orang yang hanya berpura-pura baik, sangat berbeda dengan Xuan Jian yang pernah mengalami hidup di dunia modern, hingga dia bisa menangkap tingkah ke pura-puraan yang dilakukan oleh semua orang yang berada di istana kekaisaran.
"Dasar naif! Bagaimana bisa kau menjadi seorang kaisar dan memimpin seluruh wilayah Jiahu, jika menilai sikap dari semua selirmu saja kau tak becus? benar-benar memalukan!" cibir Xuan Jian sambil menunjukkan tatapan sinis ke arah Kaisar Wei Huang yang saat ini masih menatap dengan sangat tajam ke arah wajah sang putri.
Dia benar-benar tak mengerti dengan maksud dari kata-kata Xuan Jian, sedangkan selama ini dirinya memperhatikan Xuan Jian yang selalu bersama dengan ketiga orang selirnya, bahkan mereka terlihat sangat akrab bagaikan saudara.
Namun apa yang saat ini dia dengar dari mulut putrinya? Xuan Jian mengatakan jika dirinya tak mampu untuk membedakan mana yang benar-benar tulus dan mana yang tengah bersandiwara?
__ADS_1
Tentu saja hal itu membuat Kaisar Wei Huang semakin pusing, Xuan Jian tak langsung menyatakan alasannya, namun sepertinya putri kandungnya itu tengah berbicara berbelit-belit terhadapnya. Sehingga membuat kesabaran Kaisar Wei Huang akhirnya semakin tipis dan segera melayangkan kembali sebuah pertanyaan yang sama terhadap Putri kandungnya itu.
"Katakan dengan jelas kepada zhen, Kenapa kau meminta zhen membuat sebuah kompetisi untuk kedua selir dan menjadikan salah seorang dari mereka sebagai permaisuri kekaisaran?" tanya Kaisar Wei Huang.
Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya perlahan, kemudian dia pun menetap tajam ke arah Kaisar Wei Huang yang sejak tadi terus saja memandanginya, seolah tengah meneliti kejujuran dari putrinya itu.
"Aku tak menyangka, jika seorang Kaisar yang terkenal sangat Tiran di medan perang, ternyata tak bisa mengenali hati istri-istrinya sendiri. Meskipun aku hanya mengenal kedua selirmu selama beberapa saat, tapi aku bisa membedakan siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang hanya berpura-pura, agar terlihat baik di mata semua orang." ucap Xuan Jian.
Kaisar Wei Huang mengerutkan kedua alisnya, dia semakin bingung dengan perkataan dari putri kandungnya itu, entah apa maksud dari Xuan Jian sehingga terus saja berbelit-belit sejak tadi.
Xuan Jian hanya bisa berdecak kesal, ternyata ayah kandung dari pemilik tubuh yang ditempatinya itu benar-benar seorang pria yang sangat bodoh, sehingga tidak bisa menangkap maksud dari ucapan yang telah dilontarkan oleh Xuan Jian sejak tadi.
Gadis itu pun segera berdiri dari tempat yang didudukinya, kemudian melipat kedua tangannya di depan dada.
"Jika menurutmu selir Xiao Xia seorang yang baik, dia tidak mungkin memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengikuti kedua putra dari permaisuri Xue Yi dan meminta mereka untuk membunuh kedua orang bocah itu tanpa sepengetahuan siapapun dan jika menurutmu selir Feng Ling adalah seorang wanita yang sangat baik, maka kau juga salah."
"Karena dia telah mengirimkan surat perintah kepada para pembunuh bayaran untuk segera menyerang selir Xiao Xia dan membunuhnya, agar langkahnya untuk menjadi seorang permaisuri Kaisar semakin mudah dan jika kau fikir aku adalah orang yang baik, maka kau juga salah. Karena aku memanfaatkan kedua orang wanita itu untuk saling menyerang satu sama lain, sehingga di masa depan aku tak perlu lagi mengotori tanganku untuk membereskan kedua hama itu." ucap Xuan Jian.
__ADS_1
Sontak Kaisar Wei Huang pun langsung berdiri dari tempat duduknya, dia tak menyangka jika saat ini kedua selirnya itu telah membuat sebuah rencana tersendiri.
Dia memang berniat untuk menyingkirkan Wei Jin dan Wei Jun, Namun ternyata selir Xiao Xia telah menggunakan kekuasaannya dengan memerintahkan para prajurit bayangan, untuk segera menghabisi kedua orang anak itu, dia juga benar-benar tak habis fikir dengan tindakan yang dilakukan oleh selir Feng Ling yang ternyata secara diam-diam, wanita itu juga telah mengirimkan surat pada para pembunuh bayaran untuk melenyapkan selir Xiao Xia.
Sedangkan Xuan Jian hanya tersenyum kecut, pria yang disebut seorang tiran itu ternyata hanyalah seorang pria bodoh, yang terkadang terlalu banyak menggunakan emosinya dibandingkan dengan otaknya.
Sangat jauh dengan dirinya yang selalu menggunakan cara-cara yang elegan untuk bisa menghukum orang-orang yang bersalah, tanpa harus mengotori tangannya. Bahkan dia juga berhasil mengamankan posisi selir Xuan Yang sehingga tidak ada satu orang pun yang berani untuk mengusiknya.
Xuan Jian terkekeh geli melihat kelakuan dari Kaisar Wei Huang, Sepertinya dia harus memberitahu taktik jitu untuk bisa melawan trik-trik kotor yang dimainkan oleh kedua orang selir itu.
Bruk...
Kaisar Wei Huang pun menjatuhkan dirinya pada sebuah kursi yang sangat empuk, dia tak menyangka jika selama ini banyak sekali hal yang ternyata luput dari penglihatannya, bahkan kejahatan yang dilakukan oleh permaisuri dan juga para selir di belakangnya, turut membuat dirinya semakin merasa menjadi seorang yang sangat bodoh dan mudah untuk dikelabui.
Sedangkan Xuan Jian langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari aula kekaisaran, dia saat ini harus mengamankan posisi sang Ibu agar tidak terkena efek dari peperangan yang sebentar lagi akan segera terjadi di dua paviliun milik selir Xiao Xia dan juga selir Feng Ling.
"Untung saja saat ini Xiu Lan sudah menjadi orangku, jika tidak? Pasti aku akan sangat kerepotan menghadapi gadis itu, jika dia sampai mendapatkan perintah dari selir Xiao Xia untuk melenyapkan ibuku." gumam Xuan Jian sambil meneruskan langkahnya menuju paviliun anggrek.
__ADS_1