
Putri Xuan Jian mengajak seluruh anggota keluarganya untuk datang ke dalam salah satu kamar yang berada di paviliun anggrek, itu adalah kamar yang biasanya dia tempati, namun saat ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah cermin besar yang ditutup kain hitam, berada tak jauh dari tempat tidurnya.
Semua orang berjalan mengikuti langkah gadis itu dan memasuki kamarnya, perlahan-lahan gadis itu pun membuka kain hitam yang menutup cermin besar, kemudian menunjukkan kepada mereka sesuatu yang selama ini mereka anggap sebagai mitos belaka.
"Itu dia..!" ucap Xuan Jian sambil menunjuk ke arah cermin, semua orang pun langsung mengikuti arah telunjuk gadis itu, mata mereka hampir saja melonjak keluar melihat penampakan seorang gadis cantik namun memiliki aura yang sangat dingin.
Dia tengah duduk seraya menutup matanya, merasakan angin yang berhembus di sekeliling tubuhnya. Gadis itu sedikit pun tak melirik ke arah mereka, dia seolah abai dan tak peduli pada apapun, saat ini dia lebih memikirkan untuk menikmati kebahagiaan dan kebebasan hidupnya, yang telah terlepas dari kekangan tubuh Xuan Jian yang asli.
"Jian'er..!" Panggil semua orang sambil menatap gadis itu, mata mereka berkaca-kaca seolah memendam kerinduan yang mendalam, terhadap gadis yang saat ini masih belum juga membuka matanya.
Mendengar panggilan itu, perlahan-lahan gadis itu pun merespon, kelopak matanya mulai terbuka dan menunjukkan tatapan yang setajam elang, kini nampaklah di hadapan mereka, seorang gadis yang luar biasa cantik bagaikan Dewi tengah tersenyum tipis, dia seolah menyambut kedatangan semua orang yang saat ini berada di hadapannya.
Qing Yuan berlari dengan sangat cepat, dia hampir saja menghancurkan cermin itu jika tidak dihalangi oleh kaisar Wei Huang. Bagaimana tidak? Saat ini saudaranya terjebak dalam sebuah cermin, sehingga tak bisa kembali bersamanya, sedangkan Qing Yuan tak mungkin bisa hidup tanpa Jian'er nya.
"Apa yang telah kau lakukan pada Jian'er ku?" tanya Qing Yuan sambil melototkan matanya, Dia benar-benar sangat kesal pada Xuan Jian yang telah berani memisahkan dirinya dengan gadis kecil yang selama ini telah dianggap saudara olehnya.
__ADS_1
Xuan Jian menarik nafas perlahan, kemudian memandang seluruh anggota keluarganya dengan tatapan sendu. Hatinya saat ini benar-benar sakit, setelah mengetahui bahwa orang-orang yang berada di istana kekaisaran jiahu sama sekali tidak memikirkannya, mereka hanyalah memikirkan jiwa lain yang bukan keluarga, namun mampu memberikan kebahagiaan dan juga kenyamanan seperti yang selama ini mereka impikan.
"Jika aku yang berada di sana, akankah kalian merindukanku? Akankah kalian mencintaiku seperti saat ini kalian mencintai dia? Akankah kalian juga merasakan kehilangan, seperti yang saat ini kalian rasakan terhadapnya?" tanya Xuan Jian, air mata telah mengucur dengan sangat deras dari pipi gadis kecil itu.
Permaisuri Xuan Yang hanya bisa menatap pedih kepada putri kecilnya, walau bagaimanapun saat ini hatinya juga telah terbagi, dia mencintai Xuan Jian putri kandungnya, namun dia juga mencintai gadis kecil yang selama ini telah merukunkan seluruh anggota keluarga istana kekaisaran, membawa perdamaian dan memberikan kesejahteraan untuk rakyat, membangun kekuatan dan juga membuat strategi hingga akhirnya kekaisaran jiahu bisa sampai di tahap seperti saat ini.
Dia tak bisa kehilangan salah satu dari putrinya, dia ingin dekat dengan keduanya, siapapun gadis yang saat ini terjebak di dalam cermin itu, dia adalah orang berhati malaikat yang telah memberikan segala yang dimilikinya, untuk kebahagiaan dan kesejahteraan semua orang.
Mata kedua orang selir kaisar saat ini terlihat berkaca-kaca, meskipun mereka tidak mengenal Xuan Jian yang asli, namun mendengar ucapan yang keluar dari mulut gadis itu, membuat hati mereka juga ikut teriris.
Kaisar Wei Huang melirik ke arah Xuan Jian, hatinya sedikit tercubit mendengar ucapan gadis kecil itu, walau bagaimanapun gadis yang terjebak di dalam cermin bukanlah putri kandungnya, namun entah kenapa dia merasakan ikatan yang mendalam dengan gadis itu, seolah mengatakan bahwa dia merupakan putri kandungnya, yang memiliki sifat dan sikap yang tak jauh berbeda darinya.
Sedangkan permaisuri Xuan Yang mulai menangis sesenggukan, dia benar-benar tak bisa melepaskan kedua orang putrinya, Xuan Jian yang asli adalah putri yang dilahirkan olehnya, menjalani hari-hari penuh kepedihan di dalam gubuk bobrok yang ada di ujung paling belakang istana kekaisaran.
Sedangkan gadis yang terjebak di dalam cermin adalah gadis yang dikaguminya, memiliki pemikiran yang istimewa, dia dibekali dengan berbagai macam kemampuan, sehingga bisa mengantarkannya pada kebahagiaan.
__ADS_1
Dia yang selama 10 tahun hidup dalam penderitaan, hanya dengan sekelip mata mampu berubah menjadi wanita yang begitu dihormati di seluruh wilayah kekaisaran dan semua itu adalah hasil kerja dari gadis kecil, yang saat ini tengah tersenyum tipis ke arahnya.
"Jika aku harus memilih, Aku tidak ingin kehilangan kalian berdua, Putri Xuan Jian, gadis kecil yang kukasihi, aku yang melahirkan dan membesarkannya dengan tanganku sendiri, meskipun harus berjuang dengan kesakitan dan air mata. Sedangkan dia adalah pelipur dukaku, yang selalu menguatkan dan melindungiku dari segala marabahaya, dia gadis yang menjadikanku sebagai satu-satunya orang yang harus dia lindungi, bahkan dia mengabaikan nyawanya sendiri hanya demi kebahagiaanku." ucap permaisuri Xuan Yang.
Tubuh wanita itu akhirnya luruh di atas lantai, dia menangis menjadi-jadi, bagaimana bisa takdir mempermainkan kedua orang putrinya? Bahkan di saat dia ingin membahagiakan keduanya.
Andai dunia memberikan dia kesempatan untuk menjadi ibu dari kedua orang gadis kecil itu, permaisuri Xuan Yang pasti akan menjadi wanita yang paling berbahagia. Selir Xiao Xia dan selir Feng Ling berjongkok, keduanya langsung memeluk tubuh permaisuri Xuan Yang dan menangis bersama.
Walau bagaimanapun mereka juga menyayangi Xuan Jian, meskipun saat ini mereka baru mengetahui, ternyata gadis yang selama ini memiliki tempat di hati mereka berdua adalah jiwa asing yang menempati tubuh Putri Xuan Jian, dan bukan pemilik asli tubuh itu.
Kaisar Wei Huang menggaruk kepalanya yang tak gatal, saat ini dia benar-benar frustasi setelah mengetahui kebenaran yang terjadi pada putrinya. Bagaimana bisa dia terjebak dalam keadaan yang membingungkan? Sedangkan dirinya sendiri tidak memiliki penyelesaian untuk masalah yang saat ini mereka hadapi.
Qing Yuan memelototkan matanya ke arah Xuan Jian, ingin rasanya dia memukul gadis itu, agar tubuhnya bisa kembali ditempati oleh jiwa asing yang telah dianggapnya saudara, namun bagaimanapun juga dia tak bisa melakukannya, tubuh itu adalah saudaranya dan untuk satu kali ini, dia harus mengalah dan mencari jalan lain untuk membawa jiwa asing itu kembali bersama mereka.
"Aaargh...!"
__ADS_1