Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 95


__ADS_3

Kedatangan permaisuri Chu Rong Xie akhirnya membuat perdebatan diantara ke 7 orang wanita milik putra mahkota beserta rombongan Xuan Jian berakhir, mereka segera berlari ke arah permaisuri Chu Rong Xie untuk mengadu padanya.


"Mohon berikan keadilan kepada hamba yang mulia, Putri Xuan Jian telah mendorong hamba sehingga membuat hamba terjatuh di tanah." ucap selir itu sambil memperlihatkan hanfunya yang saat ini telah kotor.


Mendengar pengaduan dari salah seorang selir putra mahkotanya, membuat permaisuri Chu Rong Xie langsung melirik tajam ke arah Xuan Jian beserta Qing Yuan, dia tak menyangka jika gadis kecil itu memiliki keberanian untuk membuat keributan di istana kekaisarannya.


"Apa yang telah kau lakukan putri Xuan Jian? Bahkan kau belum menjadi bagian dari istana kekaisaran ini, namun telah berani berbuat yang tidak baik terhadap salah seorang wanita milik putra mahkota." tanya permaisuri Chu Rong Xie.


Xuan Jian hanya menatap malas ke arah wanita yang pandai bersandiwara itu, dia sama sekali tidak tergerak untuk memberikan pembelaan sama sekali. Hal itu sangat berbeda dengan Qing Yuan yang saat ini langsung memelototkan mata, dan menjawab ucapan dari wanita nomor satu di kekaisaran Longzhu itu.


"Apakah anda akan selalu menyimpulkan dengan hanya mendengarkan salah satu pihak, yang mulia permaisuri? Bahkan anda belum melihat sendiri apa yang telah dilakukan oleh selir itu, dia sengaja berpura-pura menjatuhkan dirinya di hadapan semua orang dan menuduh Putri Xuan Jian yang telah mendorongnya." bela Qing Yuan.


Mendengar hal itu permaisuri langsung menautkan kedua alisnya, dia memang belum mengetahui kejadian yang sebenarnya, namun langsung saja mempercayai ucapan dari salah seorang selir putra mahkotanya.


Pangeran kedua hanya menghela nafas panjang, kemudian mengeluarkan ucapannya dengan sangat dingin.


"Sebaiknya kita pergi dari sini! Jangan terlalu dekat dengan selir-selir dari putra mahkota yang selalu memasang topeng di wajahnya, mereka bahkan tidak malu menuduh yang tidak terbukti. dan berusaha membuat namamu jatuh di hadapan semua orang." ajak pangeran kedua sambil menggandeng tangan Xuan Jian.


Gadis kecil itu pun menurut dan ikut berjalan mengikuti pangeran kedua, disusul oleh Qing Yuan yang sebelumnya telah menunjukkan tatapan tajam ke arah tujuh orang wanita milik putra mahkota itu, sepertinya saat ini Qing Yuan sudah mulai mengunci target dan menandai ke 7 orang wanita itu sebagai musuhnya.


Setelah kepergian Xuan Jian beserta rombongan, permaisuri Chu Rong Xie langsung menetap ke arah selir yang tadi mengadu padanya, nampak saat ini wajah sang selir langsung memerah sambil terus menunduk.


"Apa benar semua yang dikatakan oleh pangeran kedua dan juga pangeran Qing Yuan itu?" tanyanya.


Namun selir itu tak bersuara sedikitpun, kemudian permaisuri putra mahkota segera menyahut untuk memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh mertuanya itu.

__ADS_1


"Benar, Yang Mulia permaisuri. Selir itu memang sengaja menjatuhkan dirinya di hadapan Putri Xuan Jian dan menuduh dia yang melakukannya."


Mendengar hal itu tentu saja permaisuri Chu Rong Xie langsung berang, dia pun segera mencengkram rahang selir itu dan mengangkat wajahnya ke atas.


"Seharusnya kau lebih berhati-hati lagi, kau bahkan hampir saja membuat semua rencanaku gagal total. Mulai saat ini hindari putri Xuan Jian dan jangan pernah mencari masalah dengannya." peringatan dari permaisuri Chu Rong Xie.


Selir itu pun langsung menganggukkan kepalanya, saat ini dia merasakan sakit dan perih di pipinya, karena ternyata kuku panjang milik berhasil melukai dan menggores pipi mulusnya.


"Pergilah ke paviliun kalian masing-masing, dan mulai saat ini jangan ikut campur urusanku. Biarkan gadis kecil itu aku sendiri yang akan menghadapinya." ujar permaisuri Chu Rong Xie.


Akhirnya ke-7 orang wanita milik putra mahkota kekaisaran longzu itu pun segera berlalu, setelah sebelumnya mereka memberikan penghormatan terhadap permaisuri Chu Rong Xie.


Wajah selir putra mahkota nampak menghitam, matanya begitu tajam menatap permaisuri dari putra mahkota. Dia tak menyangka jika wanita itu akan berani memberitahukan seluruh kelakuannya, padahal sejak tadi mereka telah sepakat untuk saling membantu agar bisa menjatuhkan Xuan Jian.


Namun nyatanya saat ini hanya dirinya saja yang mendapatkan malu, sekaligus penghinaan dan juga rasa sakit dari permaisuri Chu Rong Xie.


Tangannya terkepal dan langsung menggebrak meja dengan sangat kencang, bahkan saat ini seluruh isi yang ada di dalam paviliunya telah berserakan di atas lantai, karena dia terus saja berteriak sambil melemparkan satu persatu barang yang ada di sana untuk melampiaskan kemarahannya.


Prang...


Prang...


Prang...


Suara benda jatuh dan pecah membuat para pelayan dengan sangat cepat langsung masuk ke dalam paviliun dan melihat sendiri jika saat ini salah seorang selir dari putra mahkota tengah mengamuk seperti orang gila.

__ADS_1


Mereka tak menyangka jika sang selir yang selama ini selalu mereka agung-agungkan sebagai seorang yang baik hati dan juga penuh perhatian, ternyata memiliki sisi buruk yang sangat mengerikan, sehingga para pelayan itu pun harus berwaspada mulai saat ini dan tidak melakukan kesalahan sedikitpun agar tidak mendapatkan masalah dengannya.


Xuan Jian baru saja melangkahkan kakinya menuju ke dalam paviliun, setelah tadi menyempatkan diri untuk berjalan-jalan bersama Qing Yuan dan juga pangeran kedua, meskipun hingga saat ini saudara satu ayahnya itu masih belum merestui hubungannya dengan pangeran kedua, tapi dia merasa sangat bahagia mendapatkan kasih sayang dan perlindungan yang begitu besar dari saudara tirinya itu.


Dia bahkan tidak pernah menyangka jika Qing Yuan memiliki sifat dan sikap yang berbeda dibandingkan dengan sang Ibu, mendiang permaisuri Xue Yi. Hal itu tentu saja membuat gadis kecil itu merasa kagum terhadapnya, dan berpikir untuk mencarikan calon istri yang terbaik untuk saudara tirinya itu.


Keesokan harinya, seluruh tamu undangan pun kembali memasuki aula pesta. Hari ini Kaisar Tian Wo berniat untuk mengadakan jamuan makan bersama, dengan seluruh tamu yang datang ke dalam istananya. Dia yang saat kemarin memiliki mood yang hancur, hari ini sepertinya telah kembali bahagia.


Hal itu terlihat dari wajah sang Kaisar yang sangat cerah, berbeda dengan hari kemarin yang begitu muram dan penuh kekesalan. Xuan.Jian beserta seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu melangkahkan kaki kembali ke dalam aula pesta, hari ini akan diadakan pengumuman secara langsung di hadapan semua orang tentang dirinya yang akan segera berstatus tunangan pangeran kedua.


Kaisar Tian Wi sendiri bahkan telah menyatakan bahwa Xuan Jian akan menikah dengan pangeran Tian Li Wei pada saat dia berusia 16 tahun, tepatnya 5 tahun dari saat ini, mengingat dalam dua bulan kedepan Xuan Jian akan segera berulang tahun yang ke 11.


Akhirnya setelah seluruh tamu undangan hadir di dalam aula, para pelayan pun segera menghidangkan jamuan yang begitu spesial, mengingat Kaisar Tian Wo sendiri yang meminta agar jamuan hari ini harus lebih baik dibandingkan kemarin.


Mereka menikmati makanan dengan sangat lahap, saat ini tidak terdengar satu suara pun dari para tamu undangan ataupun seluruh anggota istana kekaisaran longzu, mereka makan dengan sangat hikmat.


Setelah acara makan-makan selesai, Kaisar Tian Wo segera mengumumkan rencananya dihadapan seluruh tamu undangan.


"Hari ini zhen sengaja mengumpulkan semua orang, selain untuk mengadakan acara makan bersama yang telah terlewat di hari kemarin, zhen juga ingin menyampaikan, jika hari ini akan diadakan acara pertunangan antara pangeran kedua dan juga putri Xuan Jian dari kekaisaran jiahu." ucap sang Kaisar.


Hal itu tentu saja membuat seluruh tamu undangan langsung terbelalak kaget, mereka tak menyangka jika ternyata Kaisar Tian Wo tidak menunda waktu untuk melangsungkan pertunangan antara putra keduanya dengan putri dari Kaisar Wei Huang itu.


Akhirnya acara pertunangan itu dilangsungkan, hanya saja setelah semuanya selesai tiba-tiba saja permaisuri Chu Rong Xie langsung berdiri dari kursi yang didudukinya, wanita nomor satu di kekaisaran longzhu itu pun segera menyampaikan sebuah pengumuman yang lain.


"Permaisuri ini juga memiliki satu pengumuman, bahwa mulai hari ini Putri Mei Hua akan menjadi selir dari pangeran kedua." ucapnya.

__ADS_1


Jedeeeer...


__ADS_2