Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 36


__ADS_3

Pemuda yang saat ini masih duduk di atas dahan pohon itu pun memelototkan matanya, setelah mendengar ucapan dari si gadis kecil, terhadap bangsawan Mu yang saat ini terlihat semakin berang dan ingin segera menghabisinya itu.


Namun ternyata kemampuan yang dimiliki oleh si gadis jauh lebih tinggi, dibandingkan dengan bangsawan Mu.


Meskipun pelatihan yang dia dapatkan hanyalah dari keluarga dan juga dari seseorang yang telah dianggap guru, tapi nampaknya, jika diperhatikan dari ketahanan fisik maupun kelincahan gerak, dia memang seorang yang cekatan dan paling pandai membuat taktik, sehingga lawan manapun yang dihadapinya harus menggeram marah karena tak berkutik melawan gerakan cepat yang dibuat oleh si gadis kecil.


"Hahaha... Ternyata seorang bangsawan bahkan tak bisa mengalahkan gadis kecil ini, lalu bagaimana bisa kau menganggap dirimu lebih baik dibandingkan orang lain, bangsawan Mu?" tanya si gadis kecil semakin membuat sang bangsawan menjadi geram.


"Berhenti berceloteh yang tidak benar! dasar gadis rendah! kau bahkan tak pantas untuk berbicara denganku! Aku bangsawan terhormat di kekaisaran jiahu, rakyat jelata sepertimu hanya bisa mencuri dari toko milik bangsawan kaya sepertiku." ucap bangsawan Mu membalikan provokasi yang diberikan oleh si gadis.


Tapi gadis kecil itu hanya tertawa terbahak-bahak, sepertinya dia sama sekali tidak tersinggung oleh ucapan bangsawan Mu.


Memang benar, dia telah mencuri salah satu roti dari toko milik bangsawan mu, tapi bukan itu intinya, gadis itu memang bukanlah gadis biasa, melainkan kepercayaan seseorang, yang memiliki kemampuan luar biasa, yang saat ini tengah mengemban tugas untuk mencari tahu tentang sebuah rahasia besar, antara permaisuri dengan salah satu Putra bangsawan Mu yang bernama tuan muda Mu Cheng Yi.


"Sial! Matilah kau, gadis bodoh!" teriak bangsawan Mu sambil kembali menghunuskan pedangnya ke arah si gadis kecil itu, namun dengan cekatan gadis itu lagi-lagi mengelak.


Dengan tanpa memberikan kesempatan kepada bangsawan Mu, akhirnya gadis itu pun segera melancarkan serangan balasan, dia memberikan tekanan pada kedua kakinya dan melompat dengan sangat cepat kemudian tinjunya yang kokoh langsung menghantam wajah bangsawan Mu hingga pria tua itu pun terjatuh di tanah.


"Hahaha... Ternyata kekuatanmu tak sebesar ucapanmu! Tuan bangsawan. Kau benar-benar tak pantas untuk menjadi lawanku!" ucap gadis kecil itu kembali memberikan provokasi yang semakin intens, hingga membuat bangsawan Mu lagi-lagi menggeram.


Dia pun bangkit dan langsung kembali melancarkan serangan pada gadis kecil yang hingga saat ini masih berdiri dengan angkuh di hadapannya bahkan gadis itu pun terlihat menyunggingkan senyuman sinis, seolah tengah meremehkan kemampuan dirinya.


"Kalian semua! cepat serang gadis kecil itu! jangan biarkan dia lolos." teriak bangsawan Mu pada para prajurit yang sejak tadi hanya melihat pertempuran itu dari jauh.


Akhirnya para prajurit itu pun segera maju, mereka mulai memberikan serangan kepada gadis kecil yang hingga saat ini masih melompat-lompat menghindari serangan.


"Kalian benar-benar lambat! Dan aku tak punya waktu cukup banyak untuk melayani kalian,jadi mari kita akhiri pertarungan ini!" ucap gadis itu wajahnya tampak sangat serius kali ini.

__ADS_1


Dia tak ingin lagi bermain-main dan langsung memberikan serangan telak pada seluruh prajurit yang saat ini telah diperintahkan untuk mengeroyoknya.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Duagh...


Kheuk...


Para prajurit itu pun mulai tersungkur di atas tanah, setelah mendapatkan serangan beruntun dari seorang gadis kecil, yang kini semakin mempercepat gerakannya dan memberikan serangan-serangan telak pada wajah, ulu hati dan juga kepala.


Bahkan gadis kecil itu pun tak segan-segan untuk menggores leher para prajurit, dengan belati cantik miliknya.


Namun ternyata tidak berarti apa-apa dihadapan seorang gadis kecil, ke-30 orang prajurit itu hanyalah dijadikan samsak tinju yang akhirnya dibunuh setelah dia merasa lelah untuk bermain-main.


Bangsawan Mu segera pergi untuk melarikan diri, dia tak ingin mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mengambil kembali roti yang telah dicuri oleh gadis itu.


Namun sebagai balasannya, dia akan melaporkan hal ini kepada permaisuri, walau bagaimanapun saat ini posisi keluarga Mu akan sangat sulit jika permaisuri tidak ikut campur, karena sepertinya gadis kecil tadi telah mendapatkan petunjuk tentang kedekatan bangsawan Mu dan permaisuri Xue Yi.


Hap...


Seorang pemuda tiba-tiba saja meloncat dari atas pohon dan kini berdiri di hadapan si gadis kecil, sembari menyunggingkan senyuman manisnya.


Gadis itu pun melirik ke arah si pemuda, kedua alisnya bertautan, sepertinya dia tidak mengenal pemuda yang saat ini berdiri di hadapannya, bisa jadi jika orang itu merupakan suruhan dari bangsawan Mu untuk kembali menyerang dirinya.

__ADS_1


"Oh! jadi rupanya salah seorang dari prajurit yang dibawa oleh bangsawan tua bangka itu tertinggal di sini? apa kau juga ingin menyerang dan membunuhku?" tanya gadis itu sambil menatap datar ke arah si pemuda yang saat ini tengah tersenyum manis padanya.


Pemuda itu hanya menggelengkan Kepala, dia bukanlah bagian dari orang-orang bangsawan Mu, melainkan hanyalah seorang musafir yang kebetulan melewati tempat itu dan beristirahat di atas dahan pohon.


Namun karena pertarungan yang dilakukan oleh gadis itu bersama orang-orang dari bangsawan Mu, akhirnya membangunkan si pemuda dari tidur lelapnya dan mau tak mau dia pun dengan terpaksa menonton pertunjukan gratis antara gadis kecil itu dengan puluhan prajurit yang dibawa oleh bangsawan mu.


"Aku bukan musuhmu!" ucap pemuda itu sambil melemparkan satu kantong koin kepada si gadis kecil.


Gadis kecil itu pun dengan cepat mengambil kantung yang dilemparkan si pemuda, dia segera mengecek isinya, matanya terlihat berbinar, koin emas memang sangat mengagumkan dan selalu membuat siapapun terpana.


"Apa yang kau inginkan?" tanya gadis kecil itu. Si Pemuda hanya tersenyum tipis, dia segera memperkenalkan namanya.


"Aku Ming Xiu Ya, siapa namamu,gadis kecil?" tanya si pemuda yang ternyata adalah Jenderal baru di kekaisaran jiahu.


"Xiu Lan." ucap gadis kecil itu.


"Nama yang sangat indah sama seperti orangnya!" ucap si pemuda.


Sepertinya saat ini dia sedang mencoba untuk merayu gadis kecil itu, "Tapi sayangnya Kau terlalu tua! Aku bahkan tidak tertarik dengan rayuanmu itu."ucap Xiu Lan.


Padahal di dalam hati dia tengah berjingkrak girang saat ada yang memuji dirinya. "Apakah yang tadi kau katakan itu benar?" tanya pemuda itu.


"Yang mana?" tanya Xiu Lan


Ming Xiu Ya bertanya kembali tentang hubungan antara permaisuri Xue Yi dengan salah seorang tuan muda dari kediaman bangsawan Mu itu.


"Benar, aku sengaja mencuri roti itu karena mereka mengetahui keberadaanku yang sedang menguping pembicaraan, jadi dengan terpaksa mencari alasan, akhirnya aku pun mengambil roti yang ada di sana dan langsung berlari agar semua orang mengejarku dan menganggapku sebagai seorang pencuri." ucap gadis kecil itu yang ternyata adalah dayang sekaligus orang kepercayaan dari selir Xiao Xia.

__ADS_1


__ADS_2