
Setelah kejadian yang mengocok perut itu, akhirnya semua orang pun kini mulai melangkahkan kaki menuju aula keluarga, mereka akan segera membahas tentang kelangsungan hubungan antara Putri Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang dari kekaisaran bailu.
Semua orang langsung duduk di tempatnya masing-masing, begitu juga dengan Kaisar Zhang Wei dan juga permaisuri Ye Hua yang saat ini telah duduk di kursi yang memang telah dipersiapkan untuk tamu yang berkunjung ke istana kekaisaran, mereka dijamu layaknya tamu besar, bahkan para pelayan kini mulai menyiapkan beberapa cemilan, yang memang tidak pernah terlihat di di kekaisaran bailu, namun menjadi favorit seluruh anggota istana kekaisaran jiahu.
"Ya ampun, banyak sekali kue-kue ini. Bagaimana bisa para pelayan membuat kue yang begitu unik dan juga sangat lezat? Bahkan koki kami di istana kekaisaran bailu belum pernah membuat kue yang selezat ini." puji permaisuri Ye Hua, saat wanita nomor satu di kekaisaran bailu itu mulai mencicipi satu persatu kue kecil yang dipersiapkan oleh para pelayan.
Ketiga orang selir Kaisar Wei Huang langsung tersenyum, mereka seolah bangga dan ingin memperlihatkan di hadapan calon besannya itu, bahwa inilah kekaisaran jiahu, dimana para pelayannya benar-benar sangat terlatih untuk membuat hidangan yang sangat lezat dan juga camilan, yang belum tentu bisa ditemui di tempat lain.
Kaisar Zhang Wei pun turut mencicipi cemilan yang dipersiapkan oleh para pelayan, matanya langsung membola merasakan rasa manis dan juga gurih dari kue yang baru saja dia suapkan. Kue itu benar-benar sangat lezat dan langsung hancur begitu bertemu dengan lidahnya.
"Benar-benar sangat lezat." Puji Kaisar Zhang Wei sambil lagi-lagi tangan pria itu mengambil satu persatu kue yang terhidang di atas meja.
Pangeran Zhang Liang hanya mengerutkan dahi melihat kelakuan kedua orang tuanya, yang saat ini terlihat seperti orang kampungan. Mereka bahkan tidak memiliki malu di hadapan tuan rumah, yang saat ini tersenyum-senyum melihat kelakuannya.
"Cobalah pangeran, Kau pasti akan sangat menyukainya." ucap selir Xuan Yang seraya menyodorkan sepiring kue kecil ke hadapan Pangeran Zhang Liang.
Namun pemuda itu hanya menggelengkan kepalanya, saat ini dia memang sedang tidak ingin mencoba untuk memakan kue apapun. Wajah selir Xuan Yang langsung murung, dia pun segera mengambil kembali piring yang berisi kue itu seraya bergumam kecil, namun masih terdengar di telinga semua orang.
"Padahal putri kecilku telah berusaha untuk membuat kue-kue ini, agar bisa menyenangkan hati semua orang. Tapi sepertinya Pangeran Zhang Liang sama sekali tidak menginginkannya."
Mendengar ucapan dari selir Xuan Yang, tangan pangeran Zhang Liang pun langsung mengambil piring itu dengan sangat cepat, kemudian mulai menyuapkan satu persatu kue yang ada di atasnya dengan perasaan bahagia.
Dia baru saja mengetahui sebuah kenyataan, bahwa kue-kue yang terlihat sangat lezat dan memiliki aroma harum yang luar biasa menggoda itu, ternyata buatan tangan gadis kecilnya. Lalu siapa yang akan menolak kue itu, jika memang dibuat dengan penuh kasih sayang oleh Xuan Jian?
Bahkan hanya dengan melihat bentuknya yang luar biasa indah dan aromanya yang sangat wangi, membuat semua orang langsung menelan ludah saking tergoda ingin mencicipinya. Apalagi saat ini selir Xuan Yang bahkan memberikan dia satu piring penuh kue, yang berisi bermacam-macam jenis, hasil kreasi tangan Xuan Jian.
__ADS_1
"Benar-benar lezat." puji pangeran Zhang Liang dengan mulut penuh dengan makanan.
Semua orang langsung tertawa bahagia, Pangeran Zhang Liang memang bisa menyenangkan hati semua orang, meskipun selama ini dia selalu bersikap dingin layaknya patung di hadapan siapapun, namun setelah bertemu dengan orang-orang yang berasal dari istana kekaisaran jiahu, pemuda itu benar-benar berubah menjadi sosok lain, dia bagaikan seorang pemuda yang sangat imut dan menggemaskan.
Krieeet...
Pintu aula terbuka, saat ini Kaisar Wei Huang beserta Qing Yuan berjalan bersamaan, keduanya terlihat begitu kompak, setelah kejadian di meja makan tadi membuat mereka mau tak mau harus menutup wajahnya, akibat merasa malu atas perbuatannya sendiri.
Namun saat ini sepertinya mereka telah melupakan, kesalahan yang dibuat saat berada di aula makan itu, dan kembali menunjukkan sifat aslinya yang memang selalu dingin dan tak tersentuh di hadapan semua orang.
Kaisar Wei Huang dan Qing Yuan akhirnya duduk di kursi mereka, sambil sesekali mata keduanya melirik ke arah pangeran Zhang Liang yang terlihat seperti seorang pemuda yang tengah kelaparan.
Pangeran dari kekaisaran bailu itu tidak menjaga image-nya sama sekali, dia terus saja menyuapkan satu persatu kue yang ada di piring saji ke dalam mulutnya.
Tak lama kemudian Xuan Jian pun masuk ke dalam aula, sehingga membuat suasana menjadi semakin hening. Bahkan Pangeran Zhang Liang saat ini telah meletakkan kembali piring yang berisi kue itu di atas meja, dia berusaha untuk bersikap layaknya seorang pangeran, agar bisa menarik hati gadis kecilnya itu.
"Baiklah.. Mari kita mulai rapat hari ini." ucap Kaisar Wei Huang.
Semua orang langsung saling memandang, entah apa maksud dari pria nomor 1 di kekaisaran jiahu itu mengatakan tentang rapat, padahal sejak tadi mereka hanya ingin bercengkrama sambil mendekatkan diri satu sama lain, sebelum akhirnya menjadi sebuah keluarga besar.
Karena dalam waktu 5 tahun ke depan Xuan Jian akan segera meninggalkan kekaisaran jiahu dan menetap di kekaisaran bailu untuk mendampingi pangeran Zhang Liang sebagai seorang permaisuri kekaisaran.
"Rapat?" tanya Qing Yuan sambil melirik ke arah sang ayah, pemuda itu sepertinya masih belum mengerti maksud yang dituju oleh kaisar Wei Huang, jika sebenarnya pertemuan saat ini untuk membahas tentang pertunangan antara Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang.
Meskipun keduanya baru akan meresmikan pernikahan 5 tahun yang akan datang, namun setidaknya saat ini semua keluarga harus berkumpul untuk membahas tentang pertunangan diantara keduanya, agar jika ada masalah di kemudian hari, bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan karena telah ada ikatan di antara mereka.
__ADS_1
"Tentu! Apa kau belum mengerti pangeran Qing Yuan? Saat ini kita semua berkumpul di sini untuk membahas pertunangan putri Xuan Jian dan juga pangeran Zhang Liang." ucap Kaisar Wei Huang sambil melirik ke arah putranya.
Pangeran Zhang Liang langsung tersenyum manis, dia merasa telah memenangkan sebuah pertarungan besar ketika ucapan itu terlontar dari mulut Kaisar Wei Huang, meskipun sejak pagi tadi kedua orang pria yang berada di hadapannya itu telah menunjukkan jiwa posesif mereka terhadap gadis kecil yang disukainya.
Namun ternyata tidak mengubah kenyataan bahwa mereka merupakan orang-orang terbaik dan begitu menyayangi Xuan Jian dengan tulus meskipun dengan cara yang berbeda, dibandingkan dengan orang kebanyakan.
"Ayaaah.." Qing Yuan ingin mengajukan keberatan atas ucapan ayahnya.
Namun tiba-tiba saja selir Feng Ling langsung menyala ucapannya. "Kau tidak perlu khawatir Pangeran Qing Yuan, ibu selir akan segera mencarikan seorang gadis cantik untuk menjadi permaisurimu kelak, jadi biarkan saja putri Xuan Jian saat ini bertunangan dengan pangeran Zhang Liang."
Mendengar ucapan dari selir itu membuat raut wajah Qing Yuan semakin menghitam, dia bahkan saat ini mencebikkan bibirnya, karena merasa sangat kesal dengan ucapan selir itu. Namun tindakan Qing Yuan ternyata malah membuat semua orang yang berada di aula itu langsung tertawa dengan sangat senang, mereka benar-benar terhibur oleh Qing Yuan yang saat ini terlihat begitu ketakutan, kehilangan saudara perempuan satu-satunya.
Dia bahkan langsung mau memelototkan mata ke arah Pangeran Zhang Liang, seolah-olah saat ini tengah mengancam pangeran dari kekaisaran bailu itu, dengan sebuah ucapan yang sangat pedas.
Pandangan mata Qing Yuan seolah mengatakan, "Awas saja kalau kau berani bermain-main dengan saudara perempuanku, aku pasti akan membuat perhitungan yang sangat besar terhadapmu!"
Pangeran Zhang Liang tersenyum tipis ke arah Pangeran Qing Yuan, meskipun sejak pertemuan pertama, saudara dari Xuan Jian itu terus saja menunjukkan sikap permusuhan terhadapnya, namun dia mengetahui bahwa Qing Yuan adalah orang yang paling menyayangi Xuan Jian, dia sangat takut kehilangan saudara perempuannya itu jika sampai menikah dengan pangeran Zhang Liang.
Pangeran Zhang Liang langsung bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan ke arah Qing Yuan, senyuman manis tersungging dari bibir pemuda itu, membuat siapapun yang melihat pasti akan langsung terpesona olehnya.
Dengan mata yang menatap tajam ke arah Qing Yuan, pemuda itu pun langsung mengucapkan sebuah kalimat yang sangat panjang dan tentu saja membuat Qing Yuan akhirnya bisa bernafas dengan sangat lega.
"Kau tidak perlu merasa takut, mulai saat ini putri Xuan Jian telah menjadi bagian dari hidupku, aku sendiri yang akan memastikan kebahagiaan dan juga kenyamanan hidupnya. Kau bisa mengunjungi dia pada saat telah menjadi seorang permaisuri kekaisaran bailu nanti dan jika aku menyakiti dia sehelai rambut pun, kau bisa mengambil pedang ini untuk mencabut nyawaku saat itu juga." ucap pangeran Zhang Liang sambil menyerahkan sebilah pedang kepada Qinh Yuan.
Kedua orang pemuda itu pun akhirnya berpelukan, sepertinya saat ini keduanya telah merasa sangat yakin dan saling mendukung keputusan satu sama lain, tidak ada lagi permusuhan ataupun perebutan diantara keduanya, yang tersisa hanyalah perasaan lega dan bahagia.
__ADS_1
"Aku mempercayakan keselamatan dan juga kebahagiaan saudara perempuanku padamu! Jangan pernah kecewakan aku." ucap Qing Yuan akhirnya sambil menepuk punggung pangeran Zhang Liang sebanyak tiga kali.