
Setelah kejadian itu, akhirnya pangeran Zhang Liang beserta Kaisar Zhang Wei segera pergi meninggalkan istana kekaisaran jiahu untuk kembali menuju kekaisaran bailu, pemuda itu saat ini bahkan telah memerintahkan kepada salah seorang prajurit bayangannya, untuk memata-matai seluruh kegiatan Putri Xuan Jian.
Dia sangat yakin jika gadis itu mengetahui dimana keberadaan dari calon tunangannya. Kaisar Zhang Wei hingga saat ini masih belum mengerti maksud perkataan putranya, akhirnya dia pun segera mempertanyakan hal itu kepada pangeran Zhang Liang.
"Katakan pada zhen! Apa maksud ucapanmu tadi, pangeran Zhang Liang?" tanya Kaisar Zhang Wei.
Pangeran Zhang Liang melirik ke arah sang ayah, kemudian menjawab pertanyaannya, "Dia bukan Putri Xuan Jian, dia adalah gadis lain yang memiliki bentuk tubuh dan juga wajah serupa dengan calon permaisuriku." jawabnya dengan sangat tegas.
Kaisar Zhang Wei benar-benar terkejut mendengar jawaban yang keluar dari mulut Pangeran Zhang Liang, dia tak pernah meragukan ucapan dari putranya, Kaisar Zhang Wei sangat yakin jika saat ini ada sesuatu hal yang telah terjadi di istana kekaisaran jiahu, hingga akhirnya Putri Xuan Jian yang asli telah digantikan oleh gadis lain yang serupa.
"Tapi bagaimana caramu membedakan antara Putri Xuan Jian yang asli dengan yang palsu?" tanya Kaisar Zhang Wei.
Pangeran Zhang Liang hanya tersenyum tipis mendengar pertanyaan yang diajukan oleh sang ayah, kemudian dia pun menjawab dengan santainya.
"Putri Xuan Jian tidak pernah menundukkan kepalanya di hadapan siapapun, bahkan dia tidak memiliki perasaan takut sedikitpun kepada orang lain. Sedangkan gadis itu terus saja bersandiwara dan memperlihatkan kelemahannya di hadapan semua orang. Mungkinkah jika dia merupakan Putri Xuan Jian? Bahkan meskipun pangeran ini baru mengenalnya selama beberapa waktu terakhir, namun memiliki pandangan yang berbeda, sehingga akhirnya memutuskan untuk menjadikan dia sebagai calon permaisuri masa depan."
Mendengar jawaban yang sangat panjang lebar dari putranya, Kaisar Zhang Wei pun menganggukan kepala. Saat ini sepertinya dia baru menyadari, perbedaan di antara kedua orang gadis itu. Dia bahkan sangat kaget, melihat putri Xuan Jian yang tiba-tiba saja menangis tersedu-sedu. Padahal selama ini gadis kecil itu sama sekali tidak pernah memperlihatkan air matanya, meskipun dia tengah terluka.
__ADS_1
.
.
.
Kaisar Wei Huang saat ini terpaku di tempatnya, dia masih memikirkan ucapan dari pangeran Zhang Liang. Benarkah jika gadis kecil yang saat ini berada di istana kekaisarannya, merupakan gadis lain dan bukan Putri Xuan Jian yang asli? jika itu benar, maka dimana putri kecilnya? Mungkinkah jika saat ini ada seseorang yang tengah memainkan rencana jahat terhadap Putri Xuan Jian, hingga akhirnya menyandera gadis kecil itu dan menggantinya dengan gadis lain agar tidak ada yang mencurigai ketiadaannya di istana?
Semua pertanyaan itu terus saja melayang-layang di dalam pikirannya, dia masih belum yakin dengan ucapan dari pangeran Zhang Liang, walau bagaimanapun pemuda itu baru saja mengenal Putri Xuan Jian selama beberapa waktu terakhir, sedangkan permaisuri Xuan Yang sendiri yang melahirkan gadis kecil itu bahkan tidak memiliki kecurigaan sama sekali.
Kaisar Wei Huang menopang dagunya menggunakan tangan kanan, dia benar-benar pusing dengan masalah yang dihadapinya saat ini. Jika Pangeran Zhang Liang berbohong, lalu untuk apa pemuda itu memberitahu dia tentang perubahan yang terjadi pada Putri Xuan Jian?
Hal yang sama saat ini terlihat di gazebo yang terletak di belakang kediaman milik selir Xiao Xia, permaisuri Xuan Yang tengah duduk bersama dua orang selir kaisar, saat ini mereka tengah membicarakan tentang perubahan yang terjadi pada putri Xuan Jian, namun anehnya permaisuri Xuan Yang tidak merasakan hal itu, saat ini dia bahkan merasa sangat bahagia dan merasa jika gadis kecil itu memang benar-benar putri kandungnya.
"Bagaimana menurutmu permaisuri? Benarkah apa yang diucapkan oleh pangeran Zhang Liang, jika gadis kecil itu bukanlah Putri Xuan Jian kita? tanya selir Xiao Xia.
Permaisuri Xuan Yang hanya menggelengkan kepalanya perlahan, dia masih belum bisa menjawab pertanyaan itu, karena saat ini hatinya bahkan merasa sakit melihat air mata dan kepedihan dari gadis kecil yang sejak tadi terus saja menangisi nasib buruk yang menimpanya. Dia merasa jika gadis kecil itu memang benar-benar Xuan Jian putrinya, bukan gadis lain.
__ADS_1
Hanya saja sejak kapan putri Xuan Jian kembali memiliki sifat yang penakut seperti beberapa tahun yang lalu? Padahal selama satu tahun terakhir putri Xuan Jian bahkan berhasil mengerahkan para prajurit untuk menyerang kekaisaran lain dan memenangkan pertempuran, dia juga berani memimpin peperangan, saat Kaisar Wei Huang tidak bisa melakukannya.
Raut bingung tercetak dari wajah permaisuri Xuan Yang, haruskah dia mencari orang untuk memata-matai putrinya? Ataukah dia tanyakan secara langsung masalah itu kepada putri Xuan Jian. Berbagai pertimbangan terus saja berseliweran dalam otak permaisuri Xuan Yang.
Dia seolah kehilangan akal untuk mempertanyakan hal itu kepada putri Xuan Jian, bagaimanapun juga gadis kecil itu adalah Putri kandungnya yang paling dia kasihi seumur hidup, tidak mungkin jika dia akan mengatakan sebuah kebohongan padanya.
Putri Xuan Jian saat ini berada di dalam kamarnya, meskipun dia telah berhasil untuk merebut kembali tubuh fana-nya, hanya saja dia telah kehilangan segala yang berharga untuknya. Kaisar Wai Huang yang sejak dulu selalu mengabaikannya, saat ini terlihat begitu perhatian.
Kedua orang selir kaisar yang selalu bersikap kasar terhadapnya, saat ini seolah memiliki perasaan sayang dan menerima Xuan Jian sebagai seorang putri mereka, bahkan Pangeran Zhang Liang yang dia pikir akan menerimanya dengan sepenuh hati, malah menolaknya.
Pemuda itu jauh lebih memilih jiwa lain yang selama ini menempati tubuh putri Xuan Jian yang asli, ingin rasanya gadis kecil itu berteriak dan mengatakan di hadapan semua orang, bahwa dialah Putri Xuan Jian yang sebenarnya, sedangkan yang selama ini hanyalah orang lain yang mendapatkan kesempatan untuk menempati tubuh yang dia miliki.
Namun jika dia melakukan hal itu, akankah semua orang mempercayai ucapannya? Ataukah dia akan dianggap orang gila, karena berhalusinasi memiliki jiwa lain yang terus-menerus merasuki tubuh fananya?
Putri Xuan Jian tentu saja harus memikirkan keseluruhan rencana yang diambilnya, dia tidak boleh gegabah melakukan segala hal, agar nantinya tidak semakin menyulitkan.
Putri Xuan Jian membaringkan tubuhnya di atas pembaringan, saat ini hati dan juga pikirannya terasa begitu lelah, dia ingin mengistirahatkan seluruh tubuhnya agar menjadi lebih fresh di kemudian hari.
__ADS_1
Suatu saat nanti dia pasti akan berterus terang kepada seluruh anggota keluarganya, tentang siapa sebenarnya jiwa lain yang pernah menempati tubuhnya. Namun yang jadi pertanyaan saat ini, dimanakah jiwa putri Xuan Jian yang palsu, jika tubuh itu telah kembali kepada pemiliknya jiwa putri Xuan Jian yang asli?