Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 51


__ADS_3

Selir Feng Ling dan selir Xiao Xia langsung berpamitan, keduanya kembali menuju paviliun mereka untuk mempersiapkan diri dan mulai melatih segala kemampuan mereka agar bisa terpilih menjadi seorang permaisuri.


Tak tanggung-tanggung, selir Xiao Xia langsung meminta kepada para pelayannya agar segera mendatangkan mama untuk melatih nya kembali, saat ini dia harus belajar tentang adab seorang permaisuri.


Dia juga akan mulai berlatih beberapa keterampilan yang telah lama tak diasahnya seperti menyanyi, menari, menyulam, bahkan melukis. Dia tidak ingin terlihat seperti seorang wanita yang tidak memiliki kemampuan, sehingga berbagai macam seni dan juga etika mulai diasah dan pelajari kembali.


Hal itu tentu saja membuat para pelayannya menjadi sangat senang, bahkan saat ini selir Xiao Xia jauh terlihat lebih anggun daripada biasanya, dia mulai menerapkan apa yang diajarkan mama untuk kesehariannya, mulai dari bagaimana caranya berjalan, berbicara, bersikap dan juga bertingkah laku di hadapan semua orang. Sehingga para pelayan yang bekerja di tempatnya menjadi semakin bersemangat.


Hal berbeda terjadi di paviliun milik selir Feng Ling, wanita itu saat ini telah menyusun berbagai macam rencana licik untuk bisa menjatuhkan selir Xiao Xia, dia tak ingin jika pesaingnya itu bisa mengalahkan dirinya, sehingga mulai membuat berbagai macam rencana agar selir Xiao Xia tidak bisa menghadiri kompetisi yang akan dilaksanakan tiga hari ke depan.


Bahkan saat ini selir Feng Ling telah mengirimkan surat kepada beberapa kelompok pembunuh bayaran, untuk segera melenyapkan selir Xiao Xia, dia tak ingin memiliki saingan untuk bisa mendapatkan posisi tertinggi sebagai wanita Kaisar.


"Niuuuu..!" panggil selir Feng Ling dengan suara yang sangat kencang, karena saat ini pelayannya itu tengah menjemur pakaian dibelakang.


Niu segera melirik ke arah suara, kemudian gadis pelayan itu pun menyimpan kembali pakaian yang akan dijemurnya dan bergegas untuk menjumpai sang majikan yang saat ini terlihat telah berdiri dengan tegak tak jauh dari tempatnya.


"Hamba yang mulia." jawab Niu sambil menundukkan pandangannya, selir Feng Ling segera memberikan sebuah gulungan kertas pada Niu dan meminta agar gadis pelayan itu segera pergi untuk menjalankan perintahnya.


"Ambil gulungan surat dan kantung ini! Segeralah pergi ketempat kelompok tengkorak merah." ucap selir Feng Ling.

__ADS_1


Niu pun mengangguk, gadis pelayan itu segera menyimpan gulungan beserta kantung yang berisi koin emas itu dibalik lengan hanfunya. Dia bergegas untuk keluar dari istana kekaisaran dan melaksanakan perintah yang diberikan oleh majikannya.


.


.


.


Sementara di paviliun anggrek, saat ini Xuan Jian tengah berkumpul bersama ibu dan juga kedua orang pelayannya, mulai hari ini Xiu Lan akan segera tinggal di paviliun anggrek dan menempati kamar yang berada di sisi kiri kamar milik Mei Ling.


Sebenarnya Xiu Lan merasa sangat tidak nyaman, karena dirinya hanyalah seorang pelayan. Namun Xuan Jian dan juga selir Xuan Yang telah memperlakukan dirinya sebagai keluarga, sehingga Xiu Lan tidak diperbolehkan lagi untuk tinggal bersama para pelayan yang lain.


Dia sudah memiliki sebuah kamar tersendiri, yang mana tidak jauh berbeda dengan kamar yang ditempati oleh Xuan Jian maupun selir Xuan Yang, melihat hal itu Xiu Lan hampir saja meneteskan air mata, ini adalah untuk pertama kalinya dia diperlakukan dengan begitu baik, bahkan selir Xiao Xia tidak pernah membiarkan dirinya duduk satu meja, tapi selir Xuan Yang dan juga Putri Xuan Jian malah dengan senang hati mengajak Xiu Lan untuk makan bersama.


Selama ini Xiu Lan telah menjadi seorang pelayan sejak dia berusia 10 tahun, karena saat itu keluarganya tidak bisa membayar pajak, sehingga Xiu Lan beserta kedua saudaranya dijadikan sebagai budak untuk dijual. Entah bagaimana nasib kedua saudaranya saat ini, semoga saja mereka mendapatkan majikan yang baik sama seperti yang dia dapatkan.


Saat ini Xuan Jian berniat untuk segera pergi ke pasar, dia berencana untuk membuat sebuah pesta kecil dengan menyajikan makanan enak bersama keluarga barunya.


Meiling dan Xiu Lan tentu saja tak ketinggalan, kedua pelayan itu segera bersiap-siap untuk menemani Xuan Jian, sedangkan selir Xuan Yang saat ini tengah beristirahat di dalam kamarnya.

__ADS_1


"Bukankah kalian bisa beristirahat di kediaman? Kenapa harus mengikutiku ke pasar?" tanya Putri Xuan Jian.


Kedua pelayan itu hanya cengar-cengir mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Xuan Jian, bukan karena mereka tidak memiliki pekerjaan, hanya saja kesempatan untuk bisa keluar dengan bebas dari istana kekaisaran sangatlah sulit, sehingga membuat Mei Ling dan juga Xiu Lan sangat bersemangat untuk mengikuti Xuan Jian.


Akhirnya mereka bertiga pun keluar dari istana kekaisaran menggunakan sebuah kereta yang sederhana, Xuan Jian tak pernah menginginkan sesuatu yang mewah, cukup dengan paviliun Anggrek saja dia sudah merasa senang. Karena paviliun itu adalah tempat tinggal ibunya dulu.


Meskipun kereta yang ditunggangi oleh Xuan Jian sangatlah sederhana, tapi rakyat kekaisaran telah mengetahui jika kereta yang melintas di jalanan saat ini merupakan kereta istana, sehingga mereka pun segera memberikan jalan agar kereta itu bisa lewat dengan tenang.


Akhirnya ketiga gadis itu pun segera melangkahkan kaki mereka menuju ke dalam pasar, suasana hari ini terasa sangat ramai. Banyak sekali para pedagang yang menjajakan dagangan mereka, bahkan Mei Ling dan Xiu Lan berkali-kali mengambil manisan dan juga beberapa kue kering untuk dibawa menuju ke istana kekaisaran.


Namun pandangan ketiga orang gadis itu tiba-tiba saja terhenti saat telinga mereka mendengarkan bunyi lonceng.


Benar...


Saat ini di dalam pasar tengah terjadi sebuah perdagangan budak, seluruh budak itu berada didalam sebuah kurungan, tangan mereka diborgol, mereka juga nampak sangat kurus dan memiliki banyak bekas luka di tubuhnya.


Xiu Lan segera mendekat, tiba-tiba saja lutut gadis pelayan itu bergetar, dia pun langsung ambruk di atas tanah saat melihat beberapa orang budak yang saat ini tengah dijual oleh seseorang.


Xuan Jian yang melihat hal itu segera saja mendekat dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, Xiu Lan akhirnya menunjuk kearah dua orang pemuda yang memiliki wajah penuh lebam dan juga banyak luka di tubuhnya, dia mengatakan jika mereka berdua adalah saudaranya.

__ADS_1


Xuan Jian pun segera mendekati si penjual, dia menawarkan beberapa koin emas untuk kedua orang pemuda yang saat ini berada di dalam sel miliknya, dengan segera si penjual pun langsung mengiyakan dan memberikan kedua orang pemuda itu untuk dijadikan budak milik Xuan Jian.


Xuan Jian dengan santainya melemparkan beberapa koin emas kepada si penjual seperti yang disepakti mereka, kemudian membawa kedua orang pemuda itu untuk bertemu dengan Xiu Lan.


__ADS_2