
Teriakan bangsawan Chu terdengar menggelegar, sehingga membuat para prajurit langsung berhenti menyerang, kemudian mereka pun memberikan jalan kepada tuan mereka, untuk bertemu dengan ke 200 orang pria berpakaian hitam itu.
Saat ini mereka berpikir, mungkin saja bangsawan Chu memiliki rencana tersendiri, terhadap kedua ratus orang pria itu, apalagi melihat wajah dari bangsawan Chu yang mulai menghitam, para prajurit sangat yakin jika saat ini pria paruh baya itu tengah dilanda emosi, akibat penyerangan yang dilakukan oleh pria-pria berpakaian hitam terhadap kediaman tercintanya.
"Katakan siapa majikan kalian dan berapa dia membayar untuk membuat kekacauan di kediamanku? aku bisa memberikan lebih banyak dari yang telah dia bayarkan pada kalian, asalkan kalian bersedia untuk bekerja sama denganku dan menjadi orang-orang ku." ucap bangsawan Chu dengan sangat sombong.
Sepertinya saat ini pria paruh baya itu merasa sangat terkesan dengan kemampuan yang dimiliki oleh pria-pria berpakaian hitam, jika saja mereka bisa bergabung dengan pasukannya, maka sudah pasti keluarga bangsawan Chu bisa mencapai titik tertinggi dalam hidup.
Sehingga tidak menutup kemungkinan, bahwa dirinya akan berhasil membuat kudeta terhadap Kaisar Tian Wo dan merebut kekaisaran longzhu dari penguasa aslinya.
Mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut bangsawan Chu, membuat ke 200 orang pria berpakaian hitam itu langsung tertawa terbahak-bahak, sepertinya pria paruh baya itu terlalu menganggap tinggi dirinya.
Bahkan jika dibandingkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh kaisar Wei Huang dan juga Putri Xuan Jian, seluruh kekuatan dan juga harta yang dimiliki oleh bangsawan itu tidak ada apa-apanya.
"Ciih..! Dasar bangsawan sombong! Kau bahkan tidak akan pernah bisa membayar dengan harta kekayaanmu, yang tak seberapa itu." jawab salah seorang pria berpakaian hitam, matanya terlihat meremehkan ke arah bangsawan Chu yang sangat ini langsung memelototkan mata ke arahnya.
Pria paruh baya itu sepertinya merasa sangat kesal dan juga tersinggung, atas ucapan dari pria berpakaian hitam. Padahal selama ini semua orang selalu saja mengagung-agungkan namanya, namun baru kali ini ada orang yang berani menginjak harga diri, pria paruh baya itu sehingga membuatnya benar-benar sangat jengkel.
"Sepertinya kalian terlalu sombong! Fikirkan baik-baik penawaran yang diberikan oleh bangsawan ini, kalian akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih banyak, dibandingkan dengan orang yang saat ini telah membayar kalian semua, dengan tidak seberapa." ucap bangsawan Chu.
Dia menekankan kata tidak seberapa, agar pria-pria berpakaian hitam itu mengerti bahwa dirinya merupakan orang yang terkaya kedua, setelah istana kekaisaran.
Hahaha...
Gelak tawa terdengar dengan sangat riuh, saat ini 200 orang pria berpakaian hitam itu sepertinya tengah menertawakan kebodohan yang dilakukan oleh pria paruh baya di hadapan mereka.
Apakah pria itu berpikir bahwa kekayaan yang dimiliki oleh kekaisaran jiahu bisa dibandingkan dengan dirinya? Tentu saja itu adalah hal yang sangat mustahil, kalaupun keluarga bangsawan Chu sangat kaya, cepat atau lambat kekayaan itu akan jatuh ke tangan mereka, yang saat ini memang berniat untuk merampok seluruh kekayaan yang dimiliki oleh keluarga bangsawan itu.
Melihat negosiasi yang dilakukan oleh tuan mereka gagal, para prajurit pun segera saling berpandangan, sepertinya saat ini mereka tengah membuat sebuah rencana, agar kedua ratus orang pria berpakaian hitam itu bersedia bergabung dengan pasukan mereka.
__ADS_1
Apalagi setelah melihat kemampuan yang ditunjukkan oleh 200 orang pria itu, membuat para prajurit yang berjaga mulai tertarik dan ingin berlatih bersama mereka, agar bisa menjadi semakin kuat dan kuat lagi di masa depan.
"Kami sama sekali tidak memiliki ketertarikan, dengan penawaran yang kau berikan itu, bangsawan Chu. Bahkan jika kami ingin, seluruh kekayaanmu saat ini akan segera berpindah tangan kepada kami." ucap salah seorang pria berpakaian hitam itu sambil menunjukkan provokasi yang sangat besar terhadap bangsawan Chu.
Mendengar hal itu, tentu saja wajah bangsawan Chu semakin menghitam, dia tak menyangka ada orang yang akan berani meragukan kekayaan yang dimilikinya. Apalagi mereka masih belum mengetahui, seberapa banyak harta yang dimiliki oleh keluarga bangsawan itu sebenarnya.
"Ciih..! Dasar orang-orang bodoh." cibir bangsawan Chu.
Sepertinya saat ini dia telah kehilangan kesabarannya, setelah berkali-kali mendengar penolakan dari mulut pria-pria berpakaian hitam itu. Sehingga memutuskan untuk memberikan pelajaran kepada mereka, dengan mengerahkan seluruh prajurit yang berjaga di kediamannya.
Tidak mungkin jika kedua ratus orang pria itu akan bertahan begitu saja, setelah mendapatkan serangan dari para prajuritnya yang memiliki jumlah berkali-kali lipat lebih besar, dibandingkan kelompok pria berpakaian hitam itu.
"Habisi mereka..!" kali ini bangsawan Chu mulai mengeluarkan perintah dengan sangat kejam, dia tak lagi menyuruh para prajuritnya untuk menyerang, namun langsung menghabisi para penyusup yang telah berani datang ke dalam kediamannya.
Mendengar perintah mutlak yang diberikan oleh tuan besar mereka, membuat para prajurit akhirnya kembali bersiaga, untuk memberikan serangan kepada 200 orang pria berpakaian hitam.
Meskipun mereka terlihat begitu tangguh dan memiliki gerakan yang sangat lincah, namun bukan berarti tidak memiliki celah atau pun kelemahan sama sekali, pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari oleh para prajurit itu, sehingga akhirnya bisa menumbangkan pria-pria berpakaian hitam dan memenangkan pertarungan.
Hiyaaaa...
Para prajurit itu mulai berteriak sambil berlari ke arah pria berpakaian hitam, mereka mulai mengayunkan kembali pedang yang berada di tangan kanan, untuk memberikan serangan telak kepada musuh yang telah berani menolak permintaan dari tuan besar mereka.
Apalagi hal itu dilakukan di hadapan mata mereka sendiri, sehingga membuat harga diri dari sang bangsawan terjatuh.
Trang...
Trang...
Trang...
__ADS_1
Pria-pria berpakaian hitam itu langsung menyambut serangan yang diberikan oleh para prajurit, mereka kini telah membuat sebuah formasi pertahanan sekaligus penyerangan, agar tidak keteteran. Mengingat jumlah musuh saat ini jauh lebih banyak berkali-kali lipat dari mereka.
Apalagi serangan para prajurit itu sepertinya tidak main-main, mereka mulai mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, agar bisa membunuh salah seorang dari pria berpakaian hitam itu.
Slash...
Jleb...
Jleb...
Jleb...
Tanpa ragu-ragu pria berpakaian hitam itu langsung memberikan serangan maut, kepada para prajurit yang berani melangkah untuk mendekat dan memberikan serangan besar terhadap mereka.
Aaaargh...
Aaargh...
Bruk...
Jeritan dan juga era*gan dari para prajurit itu mulai terdengar, hingga membuat ngilu telinga siapapun yang mendengarnya.
Terlebih saat ini para prajurit mulai berguguran satu persatu, akibat terkena hantaman dan juga tikaman yang dilakukan oleh pria-pria berpakaian hitam.
Bangsawan Chu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah, sepertinya akan sangat sulit untuk bisa mengalahkan ke 200 orang pria berpakaian hitam itu jika hanya mengandalkan para prajurit yang menjaga di wilayah kediamannya.
Sehingga pria paruh baya itu pun segera memanggil salah seorang prajurit dan langsung memberikan sebuah gulungan kertas kecil, untuk diberikan kepada rekan-rekannya.
Sepertinya saat ini dia membutuhkan bantuan dari beberapa orang bangsawan yang lain, untuk mengirimkan para prajurit mereka, agar bisa mengalahkan ke 200 orang pria berpakaian hitam itu.
__ADS_1