
Bruk...
Tubuh para perampok itu pun langsung terjatuh, mereka terlihat berlutut di hadapan selir Feng Ling berharap mendapatkan ampunan, untuk anak dan juga istrinya. Jika memang wanita itu merasa tersakiti oleh ketua perampok, bukankah seharusnya hanya dia saja yang diperlakukan dengan sangat kejam?
Namun kenapa anggota keluarga dari anak buah perampok itu harus diperlakukan sama? Sehingga mau tak mau mereka pun berusaha untuk bisa menggapai kaki wanita yang masih terikat itu, agar mendapatkan kesempatan untuk menyelamatkan keluarganya.
Namun selir Feng Ling bergeming di tempatnya, dia benar-benar sangat sakit mengetahui bahwa dirinya saat ini telah kotor, akibat disentuh oleh ketua perampok, sehingga dendam dan kemarahan menguasai pikirannya.
Dia tak ingin ada satu orang pun yang hidup dengan bahagia, bahkan mulai saat ini nyawa para perampok dan juga seluruh anggota keluarganya berada di tangan dia. Seberapa banyak pun mereka merengek dan memohon, hanya kematian yang pedih dan juga siksaan neraka yang akan didapatnya.
"Lemparkan wanita-wanita itu ke rumah bunga, setelah itu buang anak-anak mereka di hutan. Biarkan mereka berjuang untuk hidupnya, sementara untuk para perampok, jadikan mereka budak untuk membangun kekaisaran jiahu agar lebih baik lagi, perlakukan mereka layaknya sampah. Jangan pernah memberikan makanan yang sehat dan biarkan mereka bekerja sehari semalam tanpa beristirahat."
Ucapan yang keluar dari mulut selir Feng Ling bagaikan sebuah petir yang menyambar tubuh para perampok itu, bahkan kini terlihat mata mereka mulai berkaca-kaca, tak menyangka jika ternyata wanita dari Kaisar Wei Huang itu memiliki sisi kejam yang sangat menakutkan.
Apa yang akan terjadi pada anak-anak mereka, jika sampai dibuang di hutan? bagaimana mereka bisa bertahan hidup, sementara hingga saat ini bahkan para perampok itu belum pernah memberikan pelatihan kepada anak-anaknya? Terlebih saat ini keputusan dari selir Feng Ling telah jatuh, membuat para prajurit bergerak dengan cepat untuk melaksanakan perintahnya.
Wanita-wanita yang tak berdosa harus menanggung begitu banyak kepedihan, hanya karena berstatus sebagai istri dan juga anak dari para perampok itu, mereka kini bahkan menatap dengan penuh kemarahan dan juga kebencian terhadap ayah dan juga suami yang selama ini begitu dihormatinya, sehingga membuat mata para perampok itu lagi dan lagi meneteskan setetes bening air matanya, ada rasa sakit dan juga tak tega mengetahui penderitaan yang akan dialami oleh anggota keluarganya.
Namun mereka tak berdaya saat ini, jangankan untuk menyelamatkan seluruh anggota keluarganya, bahkan hidup mereka sendiri saat ini berada di ujung tanduk. Bahaya besar telah menanti mereka, begitu juga dengan kesakitan dan kepedihan. Melukai anggota keluarga kekaisaran jiahu ternyata memiliki konsekuensi tersendiri terhadap para perampok itu.
"Patahkan kaki dan juga tangan para perampok itu dan lemparkan mereka ke tempat perbudakan, mulai saat ini mereka harus mendapatkan pelatihan yang lebih baik lagi, bekerja dengan satu kaki dan satu tangan tanpa mendapatkan istirahat sama sekali seumur hidup adalah hukuman yang paling pantas, untuk orang-orang yang jahat seperti mereka." ucap selir Feng Ling.
Para perampok yang mendengar ucapan dari wanita itu tentu saja langsung melirik ke arahnya, dengan wajah yang penuh permohonan. Namun di saat seseorang telah dikuasai oleh rasa dendam, dia bahkan tak akan pernah melirik ke arah siapapun.
__ADS_1
Selir Feng Ling saat ini seolah tengah membalaskan dendam dan sakit hatinya, terhadap para perampok itu. Dia bahkan langsung saja berteriak dengan sangat cepat kepada para prajurit, untuk segera melaksanakan perintahnya.
Para prajurit kini mulai mendorong dan melemparkan tubuh dari anak-anak dan juga istri perampok itu ke dalam beberapa sel yang berada di atas kereta kuda, mereka sengaja akan memperlihatkan kepada seluruh rakyat kekaisaran, bagaimana seorang penjahat harus diperlakukan. Bahkan mereka yang memiliki status ataupun ikatan persaudaraan sekalipun, harus mengalami nasib buruk yang sama dan mendapatkan hukuman yang sangat besar.
Kratak...
Kratak...
Krak...
Aaaargh...
Aaargh...
Namun tangan dan kakinya bergerak dengan sangat cepat, menyambangi satu persatu para perampok itu, kemudian mematahkan tangan kanan dan juga kaki kanannya. Mulai saat ini mereka harus berjuang menjadi seorang budak, dalam kondisi yang cacat.
Bahkan mereka tidak akan pernah diberikan makan ataupun istirahat, untuk memberikan efek jera terhadap orang lain. Selir Feng Ling tersenyum puas, meskipun saat ini dirinya masih berada dalam keadaan tak berdaya, namun ternyata kekuasaannya masih dihargai oleh para prajurit, mereka bergerak dengan sangat cepat untuk melaksanakan perintahnya dan memberikan hukuman yang cukup mengerikan untuk para perampok itu.
Kini terlihat wajah-wajah yang penuh penyesalan dari para perampok itu, mereka tak menduga akan bertemu dengan situasi yang sangat menyulitkan seperti saat ini. Apalagi mereka tak mengetahui permusuhan antara ketua mereka, dan juga pihak istana kekaisaran.
Bruk...
Bruk...
__ADS_1
Tubuh para perampok itu dilemparkan dengan tanpa perasaan, oleh para prajurit hingga akhirnya mereka tersungkur dan masuk ke dalam sel yang berada di atas kereta kuda dan hanya menyisakan pemimpinnya saja.
Sepertinya selir Feng Ling masih belum puas, jika hanya membuat pria itu menyesal saja, dia harus mendapatkan pelajaran yang jauh lebih besar dibandingkan anak buahnya, selir Feng Ling segera mengambil sebuah pedang, kemudian memerintahkan kepada para prajurit untuk memegang tangan dan juga kaki pria paruh baya itu.
Hal itu tentu saja membuat ketua perampok langsung merinding, dia belum tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita itu. Mungkinkah jika saat ini dia akan terbunuh di tangan selir Feng Ling?
Namun ternyata wanita kaisar Wei Huang itu sama sekali tak berniat untuk membunuhnya, dia hanya ingin mengkebiri pria itu, agar tak lagi-lagi melakukan pelecehan terhadap seorang wanita. Apalagi selir Feng Ling sangat yakin, jika pria paruh baya yang berada di hadapannya, tak hanya melakukan itu padanya, namun juga terhadap wanita lain.
Ketua perampok langsung membulatkan matanya, dia tak menyangka akan mendapatkan hukuman yang begitu mengerikan dari selir Feng Ling, namun apa daya, saat ini dia hanya bisa menerima nasib, terlebih kedua tangan dan juga kakinya telah terikat di sebuah pohon, bahkan para prajurit itu dengan santainya membantu selir Feng Ling untuk menyelesaikan tugasnya.
Aaargh...
Terdengar suara teriakan yang sangat kencang dari mulut pria tua itu, bahkan saat ini matanya terlihat membola, dia melolong bagaikan seekor anjing melampiaskan rasa sakit dan nyeri yang saat ini dideritanya.
Selir Feng Ling tak tanggung-tanggung memberikan balasan atas perbuatan buruknya terhadap wanita itu, saat ini dia bahkan telah menjadi seorang pria yang tak sempurna, akibat tebasan pedang yang langsung mengenai inti tubuhnya.
"Bunuh saja aku.." ucap ketua perampok itu dengan mata yang menatap nanar.
Selir Feng Ling hanya tertawa bagaikan seorang iblis, saat ini dia telah menyelesaikan pembalasannya, dengan pria yang telah melecehkannya beberapa waktu yang lalu.
"Aku tidak sebodoh itu, hingga harus membunuhmu dengan sangat mudah. Kau telah melakukan kesalahan yang sangat besar terhadapku, maka mulai saat ini bersiaplah untuk merasakan kehidupan yang bahkan lebih menyakitkan dibandingkan kematian." jawab selir Feng Ling dengan suara yang sangat lantang.
Sedangkan wajah ketua perampok itu terlihat semakin pucat, karena banyaknya darah yang keluar dari inti tubuhnya. Namun para prajurit kekaisaran jiahu bahkan tak berniat sedikitpun, untuk memberikan pertolongan padanya. Dia dibiarkan terus meri*tih dan menjerit, menahan sakit, sedangkan mereka semua hanya tertawa melihat penderitaan yang saat ini dialami oleh pria tua itu.
__ADS_1
"Kau memang pantas mendapatkannya." ucap salah seorang prajurit sambil menatap ke arah pria paruh baya itu.