
Xuan Jian memandang ke-20 pasang pakaian yang telah dipesannya tadi, dia benar-benar merasa sangat senang karena ternyata pihak toko memberikan pelayanan yang sangat baik. Selain kain dengan kualitas yang paling bagus juga hasil jahitan yang sangat memuaskan, membuat Xuan Jian akhirnya berniat untuk memesan beberapa stel pakaian lagi untuk dirinya beserta sang ibu.
Bahkan Xuan Jian memberikan tips yang sangat besar untuk para pegawai di toko itu, dia benar-benar merasa sangat puas dengan hasil yang diberikan oleh mereka, sehingga akhirnya menjadikan toko itu sebagai langganan tersendiri untuk dirinya beserta sang ibu jika sewaktu-waktu membutuhkan pakaian yang lebih resmi.
Xuan Jian segera bergegas untuk masuk ke dalam kereta sederhana yang dibawanya dari istana kekaisaran, diikuti oleh kedua orang pelayannya. Saat ini kedua orang pemuda yang merupakan saudara dari Xiu Lan hanya berdiri, keduanya sama sekali tidak menggerakkan kaki mereka untuk masuk ke dalam kereta, sehingga membuat Xuan Jian bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi dengan kalian? Kenapa tetap berdiri di tempat itu? Cepatlah naik agar kita segera sampai di istana kekaisaran!" ucap Xuan Jian.
Kedua orang pemuda itu pun langsung membungkukkan badan mereka, "Biar kami berdua berjalan kaki di belakang saja, tuan putri." ucap keduanya.
Xuan Jian hanya menggelengkan kepalanya pelan, kemudian dia memicingkan mata ke arah Xiu Lan agar segera mengajak kedua kakaknya itu untuk naik, dia tak mungkin membiarkan saudara Xiu Lan berjalan kaki, sementara dirinya berada di dalam kereta.
Akhirnya Xiu Lan segera turun dari dalam kereta, dan menarik tangan kedua orang kakaknya. "Jangan membuat tuan putri Xuan Jian menunggu, cepat masuk!" ucap Xiu Lan.
Akhirnya mau tak mau kedua orang pemuda itu pun masuk ke dalam kereta, tak lama kereta pun segera melaju menuju ke istana kekaisaran. Xuan Jian memang sengaja tidak terburu-buru untuk menemui Kaisar Wei Huang, saat ini dirinya segera mengajak kedua orang pemuda itu menuju ke paviliun anggrek agar bertemu dengan ibunya.
Selir Xuan Yang tentunya sangat kaget melihat kedatangan sang putri disertai dua orang pemuda yang dalam kondisi sangat mengenaskan, dia pun segera bertanya tentang identitas dari kedua orang pemuda itu.
"Siapa mereka, Jian'er? Tanya selir Xuan Yang.
Akhirnya Xuan Jian pun segera menceritakan tentang identitas keduanya, sehingga membuat selir Xuan Yang hampir saja meneteskan air mata, dia tak menyangka masih ada perbudakan di wilayah kekaisaran jiahu, sehingga wanita itu pun menyesal telah menolak permintaan dari Kaisar Wei Huang untuk menjadikan dirinya sebagai seorang permaisuri.
Andai saja dia mengetahui sejak awal, jika rakyat kekaisaran masih banyak yang menderita dan berada dalam kesulitan, mungkin saat itu dia akan berdebat dengan Xuan Jian demi bisa menyelamatkan rakyatnya.
__ADS_1
Namun nasi telah menjadi bubur, Xuan Jian telah menolak mentah-mentah permintaan dari Kaisar Wei Huang, sehingga akhirnya selir Xuan Yang hanya bisa berharap, agar siapapun yang akhirnya terpilih oleh kaisar Wei Huang untuk menjadi permaisurinya, semoga dia bisa menjadi panutan yang baik dan bisa memperbaiki kondisi rakyat kekaisaran yang ternyata masih banyak yang berada dalam penderitaan.
Selir Xuan Yang memberikan satu kamar yang tersisa untuk kedua orang pemuda itu, karena saat ini di paviliun anggrek hanya ada sisa satu kamar lagi, mengingat jumlah kamar yang tersedia telah terisi oleh dirinya beserta Xuan Jian dan juga kedua pelayan mereka.
Sebenarnya kedua pemuda itu berusaha untuk menolak, mereka memilih untuk tinggal di camp prajurit. Tapi ternyata Xuan Jian segera mengeluarkan sorotan tajamnya.
"Kalian harus beristirahat dengan baik, setelah Kondisi badan kalian benar-benar sehat, aku akan melatih kalian berdua agar bisa menjadi seorang prajurit yang hebat, setelah itu aku ingin menjadikan kalian sebagai pelindung untuk ibuku." ucap Xuan Jian.
Kedua orang pemuda itu pun langsung bersujud di hadapan kedua wanita berbeda usia yang saat ini berada di hadapan mereka, ini benar-benar jauh dari bayangan keduanya, mereka tak menyangka akan bertemu dengan orang yang sangat baik, yang tidak mempermasalahkan status mereka dan menyambut kedatangan keduanya dengan tangan terbuka.
Bahkan saat ini mereka diberikan tempat tinggal yang begitu nyaman dan juga pekerjaan yang sangat bagus. Xuan Jian segera meminta kepada Xiu Lan untuk membawa kedua kakaknya agar beristirahat, dia juga menyuruh agar Xiu Lan membantu mereka merawat lukanya.
Sementara dirinya akan segera menemui Kaisar Wei Huang untuk melaporkan peristiwa yang terjadi di kedai makan siang tadi, dia merasa memang harus segera memberikan perhitungan kepada keluarga bangsawan Chao yang selalu bertindak semena-mena terhadap orang lain, hanya karena merasa dirinya lebih kaya dibandingkan dengan orang-orang di sekitarnya.
Selir Xuan Yang sebenarnya ingin sekali berbicara dengan sang putri, tapi melihat raut wajah Xuan Jian yang tiba-tiba saja berubah serius, membuat sang selir itu akhirnya mengurungkan kembali keinginannya dan membiarkan sang putri untuk menjumpai Kaisar Wei Huang yang saat ini berada di ruang kerjanya.
.
.
.
Di kediaman keluarga bangsawan Chao hari ini semua orang tengah berkumpul, mereka baru saja merayakan keberhasilan atas pembebasan tanah yang dimiliki oleh beberapa orang rakyat yang memang tak bisa membayar pajak padanya, sehingga membuat mereka mengusir orang-orang itu dari tanah yang dimilikinya, dan juga menguras seluruh harta benda milik rakyat.
__ADS_1
Hal itu sudah terbiasa dilakukan oleh keluarga bangsawan Chao, mengingat mereka merupakan orang terkaya di seluruh wilayah kekaisaran, sehingga jumlah tanah yang dimilikinya pun sangatlah banyak.
Hal itu membuat seluruh keluarga bangsawan Chao akhirnya menyewakan tanah-tanah yang tidak mereka gunakan untuk dijadikan pemukiman oleh rakyat, dengan syarat harus membayar seharga dua puluh koin perak tiap bulannya, padahal rakyat juga dibebani pajak oleh istana kekaisaran sebesar 10 koin perak setiap bulan.
Penghasilan yang didapatkan oleh rakyat-rakyat itu hanyalah dari hasil pencarian kayu di hutan, ataupun buah-buahan dan juga binatang yang kebetulan mereka dapatkan saat tengah berburu, namun ada juga beberapa orang yang memang bertani.
Suasana ramai di kediaman keluarga Chao tiba-tiba terhenti, begitu salah seorang prajurit yang berjaga di pintu gerbang kediaman datang, dan juga menyampaikan kabar buruk kepada tuan mereka.
Hal itu tentu saja membuat bangsawan Chao langsung naik pitam, entah siapa yang saat ini telah berani bermain-main dengan keluarganya? sehingga menyeret putrinya dan membuatnya babak belur.
Nona muda Chao saat ini sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, karena para prajurit menyeretnya sengaja menggunakan jalanan yang berbatu, sehingga tubuh mungil gadis itu akhirnya terombang-ambing dan juga membentur banyak sekali batu-batu tajam yang mengakibatkan semakin banyak goresan luka di tubuhnya.
Akhirnya bangsawan Chao dan keluarganya pun segera keluar dari kediaman, untuk menemui para prajurit yang saat ini berada di luar gerbang kediamannya.
"Siapa kalian? berani sekali kalian menyeret putriku seperti itu?" ucap bangsawan Chao sambil menunjuk ke arah prajurit dengan amarah yang menggebu-gebu.
"Kami datang untuk mengembalikan putrimu, yang telah berani menggertak putri dari yang mulia Kaisar Wei Huang, penguasa wilayah kekaisaran ini dan menyampaikan pesan jika keluarga bangsawan Chao diharapkan untuk segera mengunjungi istana kekaisaran, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan dari Nona muda Chao terhadap tuan putri Xuan Jian.'' ucap salah seorang prajurit.
Hal itu tentu saja membuat mata bangsawan Chao langsung melotot, dia tak menyangka jika putrinya telah berani bersinggungan dengan putri Xuan Jian yang terkenal sangat kejam, apalagi ketika dia mengumumkan hukuman untuk keluarga bangsawan Mu dan juga bangsawan Xue, membuat seluruh keluarga bangsawan mulai berfikir untuk tidak bersinggungan dengannya.
Tapi apa yang terjadi saat ini? Bahkan putri kandungnya sendiri telah mencari masalah dan Mengundang kemalangan untuk keluarga mereka.
"Sial..!" rutuk bangsawan Chao sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1