
"Pangeran... Yang mulia meminta anda untuk segera menghadap!" tiba-tiba saja muncul seorang pemuda berpakaian hitam tak jauh dari pemuda bertopeng itu.
"Hmm... Pergilah! Cari tahu siapa gadis yang bersama para prajurit kekaisaran Jiahu itu." ucap pemuda bertopeng sambil menunjuk rombongan Xuan Yuan yang baru saja bergerak meninggalkan tempatnya.
"Baik pangeran!" ucap pemuda berpakaian hitam langsung melesat mengikuti rombongan Xuan Jian. Sementara pemuda bertopeng itu pergi ke arah lain.
"Kita akan segera bertemu lagi, gadis kecil." ucapnya seraya melesat dengan sangat cepat menggunakan ilmu gin kang nya.
Sementara pemuda berpakaian hitam saat ini tengah meloncat dari satu pohon ke pohon yang lain, sambil terus menjaga jarak dari rombongan yang saat ini mulai bergerak untuk meninggalkan hutan. Dia tak bisa terlalu dekat dengan rombongan itu, mengingat saat ini majikannya ingin mengetahui identitas dari gadis yang ikut bersama rombongan para prajurit dari kekaisaran jiahu.
Jika dia terlalu menunjukkan diri, bisa jadi sebelum mendapatkan informasi yang dia inginkan, dia akan segera dihajar hingga babak belur oleh Jenderal muda dan juga para prajurit yang mengikutinya.
Dibalik semak yang rimbun, ada dua orang pria yang mengintip dari celah-celah dedaunan, keduanya saling memandang kemudian tersenyum dengan sangat senang, tak lama keduanya segera melesat menuju ke tempat di mana saat ini seluruh rombongannya berada, kemudian memberikan informasi kepada sang ketua tentang kemunculan seorang gadis yang diikuti oleh para prajurit dengan membawa 50 kereta barang.
"Lapor ketua! Kami melihat ada sebuah rombongan besar, sepertinya itu rombongan dari kekaisaran, mereka membawa 50 kereta barang dan dijaga oleh sekitar 200 orang prajurit." ucap salah seorang dari mereka segera memberitahukan informasi penting itu kepada ketuanya.
"Hahaha... Pucuk dicinta ulam pun tiba, sejak pagi kita tidak mendapatkan satupun mangsa yang melewati hutan ini, tapi saat ini kita telah mendapatkan sasaran empuk. Segera bersiap! Kita harus segera merampoknya." ucap sang ketua.
Seluruh anggota perampok yang berjumlah 100 orang itu pun akhirnya mulai bersiap, mereka mencari tempat yang sekiranya cocok untuk bersembunyi sambil menunggu kedatangan dari rombongan yang dimaksud oleh dua orang mata-mata yang selama ini selalu saja mengawasi hutan.
Tak...
Tak...
__ADS_1
Tak...
Tak lama kemudian, mereka pun mulai mendengar suara kuda, para perampok yang saat ini tengah bersembunyi terlihat mulai menunjukkan sifat rakusnya, terlebih setelah netra mereka menatap 50 Kereta barang yang dijaga oleh 200 orang prajurit kekaisaran jiahu.
Di bagian depan rombongan, nampak seorang jenderal muda beserta salah seorang putri yang disinyalir sebagai seorang putri kekaisaran.
Ketua perampok itu menyunggingkan senyuman manis, kedua orang mata-matanya telah memberikan informasi yang benar-benar berharga dan harus diberi apresiasi, dia akan memberikan sebagian dari harta itu untuk kedua orang mata-mata yang telah menunjukkan keberadaan orang-orang yang saat ini membawa banyak sekali keuntungan dan juga kekayaan untuk mereka semua.
"Bersiaplah!" ucap ketua perampok itu.
Xuan Jian yang pernah hidup di masa depan, melalui kehidupan pelik dan juga sangat sulit sebagai seorang pembunuh bayaran, tentu saja menyadari keberadaan dari orang-orang yang saat ini tengah mengawasinya dari tempat yang sedikit tersembunyi, meski dia belum mengetahui keberadaan orang itu namun nampak dari wajahnya yang mulai sumringah dia tak perlu jauh-jauh mencari tambahan untuk ke-25 Kereta barang yang di bawanya, karena saat ini ternyata kekayaan itu telah mendatanginya untuk segera dijemput.
Ming Xiu Ya melihat raut wajah Xuan Jian yang berubah terlihat mengerutkan dahinya, hingga saat ini dia masih belum menyadari keberadaan dari orang-orang yang sejak tadi terus saja mengawasi rombongannya, berbeda jauh dengan Xuan Jian yang saat ini sudah mulai menghentikan kudanya.
Para prajurit langsung saling berpandangan, mereka belum mengerti dengan maksud yang diucapkan oleh putri kekaisarannya, namun tak pelak mereka pun segera bersiaga, kalau-kalau ada serangan mendadak.
Xuan Jian pun segera kembali memacu kudanya dengan sangat santai, dia tak ingin terburu-buru sehingga membuat para perampok itu merasa semakin senang, tentu dia harus memainkan sandiwara yang sangat bagus, agar apa yang dia kehendaki bisa tercapai.
Hanya berselang beberapa saat, tiba-tiba saja beberapa orang pria langsung menghadang rombongan mereka, Xuan Jian menunjukkan wajah takut, meskipun dalam hati gadis itu telah bersorak kegirangan, melihat kemunculan para perampok yang kini mulai menunjukkan batang hidungnya.
Matanya telah dipenuhi dengan koin-koin emas dan juga perhiasan berharga, yang pasti akan menambah pundi-pundi kekayaannya menjadi berkali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Ming Xiu Ya hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, dia masih belum terlalu mengenali sifat dari tuan putrinya, sehingga dia hanya bisa tetap diam dengan tenang dan menunggu para perampok itu mulai menyerangnya.
"Serahkan seluruh kereta barang itu dan kalian boleh melewati tempat ini dengan selamat." ucap ketua perampok itu sambil menunjuk ke arah 50 kereta barang yang saat ini dibawa oleh rombongan Xuan Jian.
__ADS_1
Mendengar hal itu Xuan Jian pun segera membelalakkan matanya, "Kenapa kalian menginginkan kereta itu?" tanyanya pada ketua perampok.
"Kami tahu jika di dalam kereta barang itu terdapat banyak sekali kekayaan, karena itu berikan seluruh kekayaan itu pada kami dan kalian boleh meninggalkan tempat ini dalam keadaan hidup-hidup." ucap ketua perampok itu.
Xuan Jian pun terlihat mulai tersulut emosinya, "Jika aku tidak mau, bagaimana?" tanya Xuan Jian.
"Maka aku akan melenyapkan seluruh prajuritmu dan menyeretmu menuju ke markas kami, untuk kujadikan selir." ucap ketua perampok yang memiliki badan gempal dan perut buncit itu.
Mendengar hal itu Xuan Jian langsung tertawa terbahak-bahak, dia tak lagi bersandiwara menjadi seorang gadis yang lugu dan juga penakut, namun langsung menunjukkan taringnya di hadapan para perampok itu.
"Astaga! Apa aku tidak salah dengar? Apa kau tidak sadar dengan umurmu, yang sudah bau tanah itu sehingga ingin menjadikan aku sebagai selirmu dan lihatlah tubuhmu yang pendek dan juga perutmu yang lebih mirip celengan Semar itu, bagaimana mungkin kau bisa bersanding denganku yang cantik jelita bagaikan bidadari ini?" ucap Xuan Jian memberikan pujian untuk dirinya sendiri, disertai hinaan untuk ketua perampok.
Mendengar hal itu ketua perampok pun berang dan dia mulai memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerang para prajurit kekaisaran jiahu dan merampas semua Kereta barang yang dibawanya.
"Habisi semua prajurit itu dan segera ambil semua kereta barang dari tangan mereka." ucap ketua perampok.
Akhirnya anak buah para perampok itu pun segera melesat dengan sangat cepat mereka mulai mengangkat pedangnya dan ingin melukai para prajurit kekaisaran Jiahu.
Trang...
Trang...
Trang...
__ADS_1