Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 82


__ADS_3

Setelah selesai menikmati makanan, akhirnya rombongan dari kekaisaran jiahu pun segera keluar dari dalam restoran mewah itu, dan bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju ke istana kekaisaran longzu.


Pada awalnya mereka berpikir untuk mencari sebuah penginapan dan akan berkunjung ke istana kekaisaran esok hari, namun pangeran kedua memaksa agar Kaisar Wei Huang beserta keluarga bisa beristirahat di istana kekaisaran, hingga akhirnya mereka pun melanjutkan kembali perjalanan dipimpin oleh pangeran kedua, yang saat ini nampak telah gagah duduk di atas kudanya, didampingi oleh salah seorang kepercayaannya yang selama ini selalu mengikuti Xuan Jian kemanapun dia pergi.


Tuan muda Zhang Ye masih berdiri di tempatnya, dia tak menyangka jika Pangeran kedua yang memiliki julukan "dewa perang pembantai" itu akan melakukan tindakan yang di luar pemikiran siapapun. Selama ini pemuda itu selalu bersikap dingin, namun ternyata dia seolah telah takluk di bawah pesona Xuan Jian sehingga melakukan apapun yang diinginkan oleh gadis itu.


Tuan muda Zhang Ye akan berusaha untuk berbicara agar pangeran kedua membatalkan niatnya, untuk merampok harta kekayaan milik keluarga bangsawan Zhang, namun dia hanya mendapatkan tatapan acuh dan tidak bersahabat dari Pangeran Tian Li Wei.


Kedatangan seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu, langsung disambut dengan sangat baik oleh seluruh anggota kekaisaran longzu, bahkan Kaisar Tian Wo berdiri bersama seluruh anggota keluarganya dan juga para prajurit kekaisaran longzu, untuk menyambut Kedatangan para tamu.


Hal itu tentu saja membuat Kaisar Wei Huang tersenyum puas, sepertinya calon besannya itu benar-benar sangat menghormati kedatangannya, sehingga membuat orang nomor satu di kekaisaran jiahu itu langsung memiliki pandangan yang positif terhadap pimpinan tertinggi kekaisaran longzu.


"Selamat datang di istana kekaisaran longzu, yang mulia Kaisar Wei Huang." ucap Kaisar Tian Wo seraya menganggukkan kepalanya.


Kaisar Wei Huang membalas sambutan dari Kaisar Tian Wo dengan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih untuk sambutannya, yang mulia Kaisar Tian Wo." ucap Kaisar Wei Huang beserta seluruh keluarganya,yang saat ini mulai ikut menganggukkan kepala.

__ADS_1


Akhirnya seluruh anggota keluarga kekaisaran jiahu diantar oleh para pelayan menuju ke sebuah paviliun besar yang memang telah disiapkan oleh kaisar Tian Wo sebelumnya, mengingat pangeran kedua telah menyatakan niatnya untuk meminang putri dari kekaisaran jiahu itu sebagai calon permaisurinya.


Hal itu tentu saja disambut baik oleh kaisar Tian Wo, karena selama ini putra tampannya itu tidak pernah berdekatan dengan gadis manapun, bahkan meskipun putra mahkota kekaisaran longzu saat ini telah memiliki satu orang permaisuri dan juga 5 orang selir, namun pangeran kedua tidak pernah memiliki niat untuk mengangkat selir satupun.


Pangeran kedua sebenarnya merupakan putra dari permaisuri, adik kandung dari putra mahkota saat ini. Hanya saja sejak kecil pemuda itu telah dibesarkan oleh salah seorang selir Kaisar Tian Wo, sehingga hubungannya dengan sang ibu agak sedikit merenggang.


Permaisuri acap kali membeda-bedakan kasih sayang dan juga perhatian kepada kedua orang putranya, dia begitu sangat mencintai pangeran mahkota sehingga apapun yang diinginkan oleh pemuda itu pasti akan segera dipenuhi oleh sang permaisuri.


Jauh berbeda dengan pangeran kedua yang sejak kecil telah dididik untuk menjadi seorang yang memiliki sikap disiplin tinggi, selir agung merawat pangeran kedua layaknya putra kandungnya sendiri, dia memberikan berbagai macam pengetahuan dan juga bekal ilmu berpedang kepada putra kesayangannya itu, agar di masa depan tidak dikucilkan dan selalu dipandang remeh oleh permaisuri.


Sehingga sejak berusia 14 tahun atau lebih tepatnya 2 tahun yang lalu, pangeran kedua telah mendapatkan posisi sebagai seorang jenderal kekaisaran. Bahkan dia sering kali memimpin penyerangan sehingga mendapatkan julukan "monster pembantai" atau "dewa perang pembantai" dari lawan-lawan mereka.


Meskipun keduanya terlahir dari rahim permaisuri, namun nyatanya putra mahkota memiliki rasa iri dengki terhadap adik kandungnya sendiri, sehingga akhirnya dia mengangkat 5 orang selir yang merupakan putri-putri dari para pejabat istana, dan juga menikahi seorang putri dari kekaisaran lain, untuk memperkuat posisinya sebagai calon Kaisar di masa depan.


Hal itu sebenarnya diketahui oleh pangeran kedua, hanya saja Tian Li Wei terlalu santai dan tidak pernah mempermasalahkan tentang posisi ataupun jabatan, sehingga dia tetap menjalani kehidupannya sebagai seorang pangeran kedua sekaligus Jenderal kekaisaran dengan sangat nyaman.


Jauh berbeda dengan putra mahkota yang setiap hari harus menyiapkan orang-orangnya untuk terus menyusup ke paviliun milik adik kandungnya itu, dia tak ingin jika pangeran kedua memiliki niat untuk merebut tahta darinya.

__ADS_1


Saat Tian Li Wei mengungkapkan keinginannya untuk memiliki seorang permaisuri, Kaisar Tian Wo langsung senang hati, dia pun berjanji untuk segera mencarikan seorang gadis yang sangat cantik untuk menjadi istri dari putra keduanya itu. Namun Tian Li Wei menolak, dengan alasan telah memiliki seseorang yang dia sukai, hingga akhirnya Kaisar Tian Wo pun menanyakan, gadis seperti apa yang Tian Li Wei inginkan?


Saat itu pangeran kedua dari kekaisaran longzu itu pun langsung memberitahu ayahnya, Jika dia hanya ingin memiliki satu orang permaisuri dan tidak akan pernah mengangkat selir dan gadis yang beruntung telah menawan hati pangeran kedua dari kekaisaran longzu itu bernama Xuan Jian yang merupakan putri terbuang dari Kaisar Wei Huang dari kekaisaran jiahu.


Pada awalnya Kaisar Tian Wo menolak gadis pilihan dari pangeran kedua, mengingat kuanjian hanyalah seorang Putri Yang terbuang, namun pangeran kedua meyakinkan jika Xuan Jian memiliki kualifikasi yang dia inginkan selama ini.


Sehingga akhirnya, walaupun dengan berat hati Kaisar Tian Wo menyetujui keinginan putranya untuk bisa mengikat Xuan Jian dalam ikatan pertunangan.


Putra mahkota yang mengetahui hal itu pun langsung berang, dengan tergesa-gesa, dia segera menceritakan hal itu kepada permaisuri, sehingga wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu pun segera memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk pergi menuju kekaisaran jiahu dan mencari tahu kebenaran tentang Xuan Jian.


Namun sepertinya nasib baik berpihak kepada Pangeran kedua, sehingga orang-orang kepercayaan yang telah dikirimkan oleh permaisuri tidak benar-benar mencari tahu kebenaran tentang Xuan Jian, mereka hanya berfokus pada rumor buruk yang terdengar dari mulut rakyat-rakyat kekaisaran jiahu.


Jika Xuan Jian dan selir Xuan Yang ditempatkan di paviliun bobrok yang berada di ujung paling belakang istana kekaisaran, selama 10 tahun terakhir dan baru kembali ke paviliun Anggrek setelah seluruh kebohongan dan juga keburukan permaisuri Xue Yi terbongkar.


Setelah mengetahui hal itu, akhirnya permaisuri pun segera memberikan persetujuannya untuk pangeran kedua agar segera menjadikan Xuan Jian sebagai permaisurinya.


Dia sangat yakin jika putri dari Kaisar Wei Huang itu tidak akan pernah berani berbuat macam-macam, selama berada di istana kekaisarannya. Apalagi setelah mendengar rumor buruk jika Putri Xuan Jian merupakan seorang gadis yang bodoh dan juga sangat penakut, sehingga selama 10 tahun terakhir dia seringkali mendapatkan siksaan dan juga hinaan dari permaisuri Xue Yi.

__ADS_1


Permaisuri tentu saja tidak ingin pangeran kedua naik tahta, karena jika hal itu terjadi maka, wanita yang saat ini menjabat sebagai seorang selir agung kekaisaran akan segera naik tahta menjadi seorang ibu Suri, sedangkan dirinya hanya akan disebut sebagai mantan permaisuri.


Tentu saja hal itu tidak akan masuk ke dalam hatinya, sehingga mau tak mau dia harus berusaha untuk bisa menjadikan putra mahkota sebagai calon penerus kaisar yang akan datang.


__ADS_2