
Xuan Jian sebenarnya telah menyadari kedatangan dari keempat orang anggota keluarga bangsawan Chao, yang saat ini mulai menginjakkan kaki mereka di halaman istana kekaisaran, tapi sepertinya gadis itu ingin sedikit bermain-main dengan mental keempat orang itu, sehingga dia pun terus saja menyiksa pelayannya dengan sangat brutal.
Hal itu tentu saja membuat keempat orang pria yang saat ini berdiri tak jauh di belakangnya semakin terlihat ketakutan, wajah mereka semakin pucat, bahkan ada salah seorang dari mereka yang saat ini terlihat tak bisa lagi berdiri, karena lututnya yang terasa lemas.
Bahkan kekejaman yang dimiliki oleh anggota keluarga bangsawan Chao tidak bisa menandingi Xuan Jian yang ternyata jauh lebih brutal dibandingkan dengan mereka.
Setelah merasa puas bermain dengan korbannya, akhirnya Xuan Jian pun segera membunuh gadis pelayan yang lancang itu di hadapan semua orang, kemudian melemparkan jasadnya kepada beberapa orang prajurit untuk segera dibuang ke dalam hutan.
Sedangkan 4 orang pelayan lain yang saat ini masih saja bersujud di hadapan Xuan Jian akan segera dimasukkan ke dalam penjara bawah, tanah yang sangat gelap dan juga pengap. Xuan Jian tidak akan begitu mudah melupakan apa yang telah diucapkan oleh para pelayan itu, apalagi dengan cibiran dan hinaan yang keluar dari mulut mereka tentang sang Ibu, membuat Xuan Jian lagi-lagi naik pitam dan ingin segera membongkar isi otak keempat pelayan itu.
Namun saat ini dia telah kedatangan tamu dari keluarga bangsawan Chao, sehingga mau tak mau gadis itu pun terpaksa menghentikan dulu kegiatannya dan langsung mencuci tangan, kemudian segera bergerak menuju aula istana untuk menemui tamu yang telah menunggunya itu.
Kaisar Wei Huang mengerutkan dahi saat Xuan Jian memasuki aula, pakaian gadis itu terdapat banyak noda darah sehingga membuat Kaisar Wei Huang berfikir jika saat ini putrinya sedang terluka.
"Apa yang terjadi denganmu, Putri Xuan Jian? Siapa yang telah berbuat seperti ini padamu?" tanya Kaisar Wei Huang.
__ADS_1
Xuan Ji,an hanya menggelengkan kepalanya kemudian dia pun segera menceritakan apa yang telah terjadi saat dia dalam perjalanan menuju ruang kerja milik Kaisar, mendengar hal itu tentu saja membuat sang Kaisar ikut naik pitam, dia pun segera memerintahkan para prajuritnya agar menyeret keempat orang pelayan yang telah lancang, membicarakan tentang keluarga istana kekaisaran itu masuk ke dalam aula untuk mendapatkan hukuman yang lebih parah lagi darinya.
Xuan Jian hanya tersenyum tipis melihat sikap yang ditunjukkan oleh kaisar Wei Huang, dia juga merasa sedikit bangga dengan ayah kandung dari pemilik tubuh yang ditempatinya, karena ternyata masih memiliki empati terhadap dirinya dan juga ketiga orang selir.
Hal itu tentu saja bisa dilihat dari bagaimana cara dia saat ini memanggil para prajurit dan langsung mengeluarkan titahnya, sehingga membuat keempat orang tamunya lagi-lagi menggigil ketakutan.
Ayah dan anak yang saat ini berada di hadapan mereka tak ubahnya seperti iblis yang baru saja keluar dari neraka, keduanya terlihat tak memiliki hati nurani lagi, bahkan dengan sangat entengnya Kaisar Wei Huang langsung menebas leher keempat orang pelayan itu di hadapan semua orang, hingga darah segar itu menciprat ke arah wajah tampannya.
Xuan Jian tertawa terbahak-bahak, gadis kecil itu sepertinya begitu bahagia melihat banyaknya darah yang mengucur di aula istana kekaisaran, setelah itu dia pun segera memberitahu Kaisar Wei Huang tentang kejadian yang menimpanya di pasar, bagaimana Nona muda dari keluarga bangsawan Cbao telah berani menghardik dan juga menggertak dirinya, sehingga membuat dia terpaksa harus membunuh seluruh prajurit yang dibawa oleh Nona muda itu.
Hal itu tentu saja membuat wajah Kaisar Wei Huang menghitam, dia tak menyangka jika di wilayah kekaisarannya masih ada orang-orang yang berani meremehkan keberadaan Putri kandungnya, sehingga dia pun segera membuat sebuah titah bahwa siapapun yang tidak menghormati putri Xuan Jian, maka dia berhak untuk mendapatkan hukuman penggal.
Mendengar hal itu tentu saja Xuan Jian merasa sangat puas, dengan cara seperti ini dia bisa mengokohkan dirinya sebagai seorang putri kekaisaran.
Namun ujung mata gadis itu melirik ke arah empat orang bangsawan Chao yang terlihat tengah mengusap keringat yang mengucur di dahi mereka, sepertinya keempat orang tua itu merasa sangat takut dengan tindakan yang dilakukan oleh pasangan ayah dan anak yang sangat kejam dan brutal, bahkan tak memperdulikan keberadaan dari orang-orang yang saat ini tengah bergidik ngeri melihat kekejaman mereka.
__ADS_1
Xuan Jian langsung melangkahkan kakinya dan menduduki sebuah kursi yang terletak dua tingkat di bawah Kaisar, kursi itu memang diperuntukkan para selir dan juga putri Kaisar. Sedangkan kursi yang berada satu tingkat di bawah Singgasana Kaisar merupakan kursi khusus untuk seorang permaisuri kekaisaran, Yang sebentar lagi akan segera mendapatkan pemiliknya.
Bangsawan Chao langsung saja menunjukkan hormat kepada kaisar Wei Huang dan juga putri Xuan Jian, keempatnya tak ada yang berani untuk menengadahkan wajah, di hadapan kedua orang yang begitu berkuasa dan memiliki kekuatan yang sangat besar di seluruh wilayah kekaisaran.
Meskipun mereka terkenal sangat kejam, namun jika dibandingkan dengan pasangan ayah dan anak ini, mereka hanyalah sebutir bebu, karena nyatanya hanya dengan satu titah yang dikeluarkan oleh Xuan Jian, bisa saja memenggal kepala keempat orang pria tua itu hanya dalam sekali tebasan.
"Apa yang anda inginkan sebagai kompensasi, atas kesalahan yang dilakukan oleh Putri hamba, tuan putri?" tanya bangsawan Chao sambil menundukkan kepalanya, dia bahkan tak berani melihat ke arah kuanjian yang saat ini terlihat tengah melengkungkan seringaian tipis
Xuan Jian langsung berdiri dari kursinya, kemudian dia pun segera mengucapkan sebuah keputusan, yang membuat semua orang langsung terbelalak kaget.
"Mulai hari ini seluruh keluarga bangsawan Chao akan segera diturunkan dari status ke bangsawannya dan istana kekaisaran berhak untuk merampas seluruh harta berharga milik keluarga mereka, sebagai kompensasi atas tindakan buruk yang dilakukan oleh Nona muda keluarga itu." ucap Xuan Jian dengan suara yang sangat lantang.
Bahkan Kaisar tidak menolak sedikitpun keputusan yang dikeluarkan oleh putrinya itu, dia bahkan sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Xuan Jian, karena dengan cara itu, istana kekaisaran akan menjadi semakin kaya dan tentu saja hal itu tidak akan pernah terwujud jika Nona muda keluarga bangsawan Chao tidak bermain-main dengan putrinya.
Sedangkan keempat orang pria tua yang merupakan bagian dari keluarga bangsawan Chao langsung bersujud dihadapan Kaisar Wei Huang, untuk memohon ampunan dan juga keringanan atas kesalahan yang dilakukan oleh putri mereka, namun lagi-lagi Xuan Jian tidak akan dengan mudah memaafkan seseorang, yang telah bertindak bodoh di hadapannya.
__ADS_1
Siapapun dia jika berani memprovokasi dan juga menggertak Xuan Jian, maka hukuman mati telah menunggunya.