Putri Kejam Kaisar Tiran

Putri Kejam Kaisar Tiran
Chapter 83


__ADS_3

Kaisar Tian Wo sebenarnya sangat mencintai kedua orang putranya, apalagi Tian Li Wei selalu berhasil mengukuhkan diri, sebagai seorang pangeran yang paling pantas untuk naik tahta menjadi calon kaisar baru.


Namun dia juga tidak bisa mengucilkan putra mahkota, meskipun pemuda itu terkenal sangat manja dan juga sering bermain wanita, nyatanya pemuda itu adalah putra pertama dari Kaisar Tian Wo dan juga permaisuri Chu Rong Xie.


Saat pangeran kedua menyatakan keinginannya untuk meminang putri Xuan Jian, Kaisar Tian Wo begitu bahagia, karena merasa jika putra keduanya itu telah semakin dewasa dan mengerti tentang intrik dan politik istana.


Namun setelah mendengar berbagai macam desas-desus dan juga rumor buruk tentang Xuan Jian, membuat pria nomor satu di kekaisaran longzu itu berpikir seribu kali, untuk menjadikan Xuan Jian sebagai permaisuri dari pangeran keduanya.


Awalnya dia meminta agar pangeran kedua menjadikan Xuan Jian sebagai selirnya, namun sepertinya Tian Li Wei tidak tertarik dengan hal itu, dia tetap bersikeras akan menjadikan Xuan Jian sebagai permaisuri satu-satunya, bahkan pemuda itu juga berjanji bahwa dia tidak akan pernah mengangkat selir satupun.


Melihat tekad dari putra keduanya, akhirnya Kaisar Tian Wo memberikan persetujuan, namun di balik semua itu, Kaisar Tian Wo juga telah mengirimkan orang untuk memata-matai gerak-gerik Xuan Jian, dia tidak ingin putra kesayangannya itu salah dalam memilih seorang calon permaisuri, sehingga akan menyesal di kemudian hari.


Setelah mendengar laporan yang diberikan oleh mata-mata kepercayaannya, akhirnya Kaisar Tian Wo langsung tertawa terbahak-bahak, sepertinya putra keduanya itu memang memiliki mata yang sangat bagus, sehingga bisa membedakan antara berlian dan juga pasir. Sangat jauh berbeda dengan putra mahkota, yang hanya memandang kecantikan dan juga nama baik sebuah keluarga.


Setelah yakin dengan semua berita yang diterimanya, akhirnya Kaisar Tian Wo meminta salah seorang prajurit kekaisaran untuk segera pergi menuju kekaisaran jiahu dan menyampaikan surat undangan kepada kaisar Wei Huang, dia begitu berharap agar seluruh anggota keluarga istana kekaisaran jiahu bisa hadir, sehingga dirinya bisa melihat sendiri seperti apa gadis pilihan sang putra.


Dan di sinilah Xuan Jian sekarang, di sebuah paviliun besar yang ada di dalam istana kekaisaran longzu. Dia dilayani banyak sekali pelayan, yang memang telah dipersiapkan oleh pangeran kedua, agar calon permaisurinya itu merasa nyaman dan betah selama berada di dalam istana kekaisaran.


.

__ADS_1


.


.


Permaisuri Chu Rong Xie saat ini tengah berada di sebuah Gazebo yang terletak di belakang paviliun phoenix yang dihuninya, dia terlihat sangat menikmati teh hangat yang telah dipersiapkan oleh para pelayannya.


Hingga akhirnya mata dari wanita nomor satu di kekaisaran longzhu itu melirik ke arah kiri dan memandang keberadaan putranya, yang saat ini tengah berjalan dengan sangat tergesa-gesa ke arah sang ibu.


"Tian Jin long memberi hormat kepada Ibu permaisuri." ucap putra mahkota sambil membungkukkan badannya di hadapan sang ibu.


Permaisuri pun segera mengganggukan kepalanya, kemudian meminta agar putra kesayangannya itu segera duduk dan ikut menikmati teh bersamanya.


Wajah putra mahkota terlihat sangat kusut, hal itu tentu saja diketahui oleh sang permaisuri, sehingga dengan sangat cepat wanita nomor satu di kekaisaran Longzhu itu melayangkan pertanyaan kepada putra kesayangannya.


Putra mahkota langsung menarik nafas lelah, saat ini dia benar-benar sangat kesal, karena ternyata saudara kandungnya itu mendapatkan seorang gadis yang sangat cantik seperti seorang Xuan Jian, meskipun gadis itu terkenal dengan rumor buruknya sebagai seorang penakut dan juga Putri terbuang, namun nyatanya gadis berusia 10 tahun itu telah berhasil memikat hati putra mahkota, sehingga dia pun memiliki keinginan yang sama untuk bisa menjadikan Xuan Jian sebagai selir keenamnya.


"Ibu, aku menginginkan gadis itu untuk menjadi selir keenam ku." ucap putra mahkota sambil meneguk teh yang telah dipersiapkan oleh para pelayan.


Mendengar ucapan dari putra kesayangannya itu, permaisuri Chu Rong Xie hampir saja menyemburkan teh yang ada di mulutnya, dia tak menyangka jika Putra mahkota juga tertarik kepada Xuan Jian.

__ADS_1


"Apa maksudmu putra mahkota? Kau telah memiliki seorang permaisuri dan juga 5 orang selir, lalu untuk apa kau menjadikan gadis bodoh dan penakut itu sebagai selir keenammu? Biarkan dia menjadi permaisuri Tian Li Wei, itu akan lebih baik. Jika tidak, maka pangeran kedua akan segera mendapatkan gadis lain, yang lebih pintar sehingga di masa depan akan menyulitkanmu untuk menaiki tahta." jawab sang permaisuri sambil menatap tajam ke arah Putra kesayangannya itu.


Mendengar hal itu, tentu saja membuat putra mahkota langsung membulatkan matanya. Dia baru ingat jika Xuan Jian hanyalah seorang gadis bodoh dan juga pengecut. Apa salahnya jika dia menjadikan gadis itu sebagai istri dari pangeran kedua? Nyatanya dia bisa setiap hari bertemu dengan gadis itu, dan mungkin saja bisa sedikit bermain-main dengannya di masa depan.


Permaisuri Chu Rong Xie mengetahui apa yang ada di dalam pikiran putra kesayangannya, wanita nomor satu di kekaisaran longzu itu pun langsung tersenyum sambil menepuk bahu putra mahkota.


"Biarkan dia menikah dengan pangeran kedua! Kau masih bisa mendapatkannya nanti, selain itu kau juga bisa merusak pernikahan mereka." ucap permaisuri sambil menaik turunkan alisnya.


Mendengar ucapan dari sang Ibu, akhirnya putra mahkota pun tertawa terbahak-bahak. Dia sangat setuju dengan apa yang diusulkan oleh ibunya.


"Ibu memang yang terbaik." ucap putra mahkota.


"Tentu saja, ibumu ini memang yang paling pintar." jawab permaisuri Chu Rong Xie dengan sombongnya.


Pangeran kedua yang berniat ingin mengunjungi permaisuri, terlihat mengepalkan kedua tangannya. Dia tak menyangka jika saudara dan juga ibu kandungnya itu, akan memiliki niat busuk di belakangnya. padahal Tian Li Wei juga merupakan putra dari permaisuri, namun entah kenapa wanita nomor satu di kekaisaran longzhu itu seolah selalu membeda-bedakan dan juga menomorsatukan putra mahkota dibandingkan dengan pangeran kedua.


Akhirnya pangeran kedua pun segera pergi meninggalkan paviliun phoenix dengan perasaan yang sangat kesal, dia berjanji mulai saat ini dia tak akan lagi melindungi putra mahkota maupun permaisuri. Karena nyatanya kedua orang itu telah memiliki niat buruk terhadap dirinya.


Dia bahkan selama ini selalu bersikap kasar terhadap selir agung, setiap kali wanita yang membesarkannya itu memperingatkan dirinya agar tidak berdekatan dengan putra mahkota ataupun permaisuri Chu Rong Xie.

__ADS_1


Awalnya pangeran kedua berpikir jika ibu asuhnya itu tengah cemburu, namun setelah mendengar apa yang diucapkan oleh permaisuri Chu Rong Xie dan juga putra mahkota saat ini, akhirnya pangeran kedua mengetahui, bahwa selama ini mungkin saja selir agung telah berusaha untuk melindungi dirinya agar tidak disakiti oleh permaisuri.


"Sial..!" umpatnya seraya berjalan meninggalkan paviliun phoenix, dia merasa benar-benar telah tertipu dengan senyum manis dan juga sikap baik yang selama ini ditunjukkan oleh permaisuri dan putra mahkota.


__ADS_2